All posts filed under: spiritual

ijtihad & perubahan..

“Saya lihat bagaimana ulama-ulama hanya diikat oleh kitab-kitab Fiqih kolot, yang memandang buku-buku yang dikarang 700 tahun yang telah lalu itu, sebagai undang-undang suci yang tidak boleh dibantah-bantah..” – Buya Hamka (Lembaga Hidup) Bener2 deh, kalimat2 dari Buya Hamka seringkali bikin gw berdecak kagum.. Ntah karena jauh pandangannya, ketegasannya, atau keberaniannya dalam menyatakan apa yang dirasa dan dipikirnya benar oleh beliau.. Seorang ulama yang tegas namun ‘lentur’.. Dari buku2nya jelas sekali beliau adalah ulama agen “perubahan” dan sangat menghargai kemerdekaan berpikir.. Benar2 ulama besar yang kontekstual.. Dari buku2 beliau lah gw jadi paham, kalo seseorang nggak boleh taqlid buta begitu saja, pada atasan, pemimpin, bahkan pada gurunya sendiri.. Logika gw sih sederhana.. Kalo si murid taqlid abis sama si guru, akan menjadi lebih sulit untuk melampaui si guru.. Kalo misal si guru ilmunya 10, kalo taqlid saja, mentok2 si murid paling bisa sampai di angka 10 juga.. Padahal lebih baik kalo si murid bisa sampe 11 atau 15.. Bisa diprediksi, kalo taqlid aja, yang bisa terjadi adalah stagnansi dari “pelebaran” dan peningkatan ilmu / skill.. …

dzikr a lot..

“Banyak2 berdo’a deh.. hehe..”.. Seinget gw, gw pernah beberapa kali ngasi saran gini ke temen2, atau ke mahasiswa.. Karena dari pengalaman, gw sendiri mengakui kalo berdo’a itu ada pengaruhnya pada kehidupan.. Pendek kata, berdo’a adalah baik.. Pertanyaannya, mesti seberapa banyakkah kita berdo’a ??.. Gw jadi kepo sendiri, di Qur’an, ada nggak ya anjuran untuk berdo’a sebanyak2nya ??.. Ternyata setelah diinget2 dan baca2 buku lagi, memang nggak ada loh perintah untuk berdo’a sebanyak2nya.. Tapi yang ada itu perintah untuk berdzkir sebanyak2nya.. Cukup banyak juga ayat yang membahas hal untuk banyak2 dzikir.. Seperti: dzikirlah sebanyak2nya (QS 33: 41), dan berdzikirlah sebanyak2nya supaya menang (QS 8:45), atau berdzikir supaya hati menjadi tenang (QS 13: 28).. Kira2 kenapa ya ??.. Kok nggak ada perintah gamblang untuk berdo’a atau memohon / minta tolong sebanyak2nya ??.. Buat gw sih ini bisa dimaknakan untuk lebih memaksimalkan usaha / kerja keras selain berdo’a.. Karena banyak juga orang yang memperbanyak do’anya, tapi usaha dan kerja kerasnya tidak ikutan diperbanyak.. Padahal kita liat sendiri, orang atheis tidak berdo’a, tapi yang sukses banyak juga toh ??.. …

masa depan (bentuk) diri..

Pernah dengar psikolog bernama Alfred Adler ??.. Mungkin belum pernah ya.. hehe.. Karena namanya sepertinya memang kalah populer dengan Sigmund Freud..  Adler adalah psikolog dan fisikawan yang teorinya bertentangan dengan Freud.. Adler pernah menjadi siswa dari Freud.. Usianya terpaut 14 tahun lebih muda.. Sempat pula menjadi rekan kerja Freud yang mengusung beragam teori Psychoanalytic yang membahas banyak hal, termasuk hipnotis, alam bawah sadar, dan analisa mimpi.. Menurut Freud, sikap2 atau attitude seseorang di saat sekarangnya / masa kininya, ditentukan oleh masa lalunya.. Nah, dalam hal inilah Adler nggak setuju dengan Freud.. Adler punya teori yang lain.. Menurutnya ada suatu “daya” motivasi yang mempengaruhi bentuk perilaku manusia yang disebut “dorongan ke arah kesempurnaan”.. Daya ini yang kemudian mendorong manusia untuk memenuhi semua potensi dan keinginan yang ada di dalam dirinya.. “Daya” tersebutlah yang kemudian menimbulkan harapan, impian / cita2 pada diri seseorang.. Dan hal inilah yang kemudian bisa membentuk sikap / attitude manusia pada masa kininya atau saat sekarangnya.. Sederhananya, menurut Adler, sikap seseorang di masa kininya ditentukan oleh masa depannya.. Bertolak belakang dengan Freud, yang …

bahas bahasa oh bahasa..

Terkadang, karena Al-Qur’an menggunakan bahasa arab, kita jadi mengidentikkan hal2 yang beraroma arab dengan Islam begitu saja.. Dan seakan2 huruf arab jadi milik Islam, terus ujung2nya jadi sensi sendiri.. Contoh yg udah kejadian ya kemaren si Agnes monica itu yang pake baju bertulisan “united”, namun ditulis dalam bahasa arab.. Sebetulnya siapa sih yang bikin bahasa2 yang ada ??.. Sampe sekarang gw juga penasaran, siapa yang bikin bahasa Madura, tapi nggak nongol satu nama pun yg ngaku2 nyiptain bahasa Madura.. hehe.. Dan ternyata bukan cuman gw, tapi para ilmuwan juga sebetulnya pada penasaran.. Banyak ilmuwan yang cukup kepo, namun sampe sekarang pun belum ada kesepakatan pasti tentang asal-usul sebuah bahasa.. Kalo ngutip di sebuah referensi malah ada yang bilang begini: “Sejak awal 1990-an, sejumlah ahli bahasa, arkeologis, psikologis, antropolog, dan ilmuwan profesional lainnya telah mencoba untuk menelaah, dan mereka mulai mempertimbangkan hal ini sebagai permasalahan tersulit dalam sains..” Jawaban dari para ilmuwan tersebut bikin gw putus asa (T_T).. haha.. Lantas kepo gw pun berlanjut, kalo menurut Al-Qur’an gimana ya ??.. Kan banyak hal ada di situ.. …

mengeluarkan = memberi, masuknya nanti..

Banyak yang nggak menyadari, bahwa kesemuanya diawali dengan “mengeluarkan”.. Saat bayi lahir, ia mengeluarkan udara di paru2nya dan mulai bernafas.. Saat sedang ingin menguasai sesuatu, seseorang akan mengerahkan (baca: mengeluarkan) perhatian terbaiknya supaya bisa menyerap sesuatu tersebut.. Bahkan, untuk bisa melakukan sholat dengan  khusyu’ pun pada dasarnya seseorang harus bisa “mengeluarkan” niat terbaiknya.. Sepertinya, memang nggak ada yang bisa dihasilkan dari sebuah “kekosongan”.. Ruang kosong hanya menghasilkan kesunyian, dibandingkan sebuah ruang studio yang berisi banyak hal, jelas ruang berisi bisa lebih banyak menghasilkan sesuatu.. Filosofi peribahasa “Tong kosong nyaring bunyinya” pun sejatinya mensimbolkan “minus”nya manusia tanpa isi.. Jadi, supaya “berisi” mesti gimana ?? Apa hubungannya dengan “mengeluarkan” ?? Banyak juga dari kita tidak menyadari, kalo aktivitas “mengeluarkan” selalu akan diikuti oleh aktivitas masuk.. Banyak referensi menyebutkan ini merupakan hukum dari alam semesta.. Apabila seseorang mengeluarkan sesuatu, maka suatu saat akan ada sesuatu yang masuk, dan tidak menjadi kosong begitu saja.. Oleh sebab itu juga, banyak yang meyakini, kalo “mengeluarkan” sedekah nggak akan bikin seseorang miskin.. Mengeluarkan bisa berwujud dalam aktivitas memberikan.. Jadi, mungkin dalam keadaan …