All posts filed under: me|write

tulisan guwa sendiri

kehendak langit..

Baca2 buku “The Book of Zen”, eh jadi nemu kisah yang oke.. Pada zaman dulu di Cina, ada seorang jenderal bersama pasukannya.. Apesnya, si Jendral harus menghadapi tentara musuh yang jumlahnya hampir sepuluh kali lipat dari pasukan yang dimilikinya.. Saat menuju medan perang, dia dan pasukannya mampir dulu di sebuah kuil.. Di hadapan pasukan, sang Jendral berdo’a dengan khusyu’ di kuil tersebut.. Ia memohon bimbingan “langit” atas situasi yang akan dihadapinya.. Lantas, selesai berdo’a, ia berkata pada seluruh pasukannya; “Sekarang perhatikan !! Saya akan melempar sebuah uang koin ke langit.. Saat uang ini jatuh ke tanah, kalau yang menghadap ke atas adalah gambar kepala, maka kita akan menang.. Dan kalau yang menghadap ke atas ekor, kita akan kalah..” Sang Jenderal melemparkan uang tersebut ke langit sambil berteriak: “Wahai pasukanku.. Hidup kita ada di tangan nasib !!”.. Koin pun kemudian jatuh kembali.. Hasilnya ??.. Ternyata yang “keluar” adalah gambar kepala..!! Seluruh pasukan, baik yang dekat dengan tempat jatuhnya koin itu, ataupun yang jauh, kemudian bersorak.. “Kepala !!.. Kita akan menang !! Ayo habisi musuh tanpa ampun …

bawang orang..

Kemarin, setelah perkuliahan selesai, ada seorang mahasiswa deketin gw yang lagi beres2 di depan kelas.. Gw ngeliat gelagatnya nih anak kayak lagi pusing mikirin sesuatu.. Bolak balik di depan gw yang lagi masukin barang2 ke dalam tas.. Bener aja, nggak lama, dia mendadak curcol soal permasalahan dengan orang tuanya.. Dia bilang, udah beberapa hari ini dia nggak pulang ke rumah, karena “ngambek” sama ortunya.. Wadaw, kasus apa pulak ini..?!? Minggu kemarinnya lagi, ada seorang mahasiswi melakukan hal yang sama.. Tau2 curcol ke gw di depan kelas setelah kelas bubar.. Tentu saja dengan topik curhatan berbeda.. Padahal mereka anak semester 2 yang belum lama gw ajar alias baru kenal.. Semester 2 ini pun baru jalan sebulanan.. Gw ngerasa jadi “santapan” mahasiswa2 yang bertipe CDLC (Colek Dikit Langsung Curhat).. Gwakakak.. Tapi gw seneng2 aja sih, toh sekalian belajar ngeliat hidup orang lain, belajar “mendengarkan”, dan kali aja problem2 mereka nanti bisa terjadi juga pada anak2 gw.. Koq mereka bisa “enak aja” curhat ke gw ??.. Entahlah.. Tapi ada satu teori yang gw pikir nyambung.. Sebuah teori yang …

tipusulap..

Ada seorang pesulap, namanya Alex Stone.. Show pertamanya dilakukan di acara perayaan ulang tahun ke-enamnya sendiri.. Dan hasilnya “berantakan”.. Namun karena terus belajar, ia pun berhasil jadi pesulap saat dewasa.. Nggak hanya jadi pesulap, kuliahnya juga oke banget.. Berhasil jebol Harvard, dan gelar master Fisikanya didapat dari Colombia University.. Tulisan2nya juga sempat dimuat di media sekelas: New York Times, Harper’s, dan Wall Street Journal.. Stone menulis sebuah buku, dan terbit di tahun 2012: “Fooling Houdini: Magicians, Mentalists, Math Geeks, and the Hidden Powers of the Mind..“.. Berkat bekgron kuliahnya, di buku ini dia bisa mengulas sulap dari perspektif psikologi, neuroscience, fisika, sejarah, dan bahkan “crime”.. Seumur hidup, profesi utama dia adalah pesulap.. Kita tau lah seorang pesulap, kerjaannya menciptakan ilusi, atau kalo kasarnya ya “membohongi” penonton.. Menariknya, berdasarkan pengalaman dia tampil selama ini, ternyata penonton anak2 lebih sulit dibohongi ketimbang penonton orang dewasa.. Saat sebuah sulap nggak berjalan lancar, tentu saja si pesulap jadi malu.. Dalam rentang 10 tahun, Stone mengaku pernah “dibuat malu” mungkin hanya 2 kali oleh orang dewasa yang bukan pesulap.. Namun …

tarian kontribusi..

Pertama kali gw “berkenalan” dengan psikologi-nya Adler itu saat nggak sengaja sekilas liat dorama jepang di tipi.. Pas makan siang, bini’ gw kebetulan lagi nonton itu.. Dan pas betul, saat itu adegannya tokoh utama lagi ngikutin perkuliahan di kelas.. Si dosen dari depan kelas menyatakan salah satu dari konsep teori Adler: “Sikap / attitude seseorang di masa sekarang, ditentukan oleh masa depannya..” Teori2 Adler banyak bertentangan dengan teori Sigmund Freud.. Adler pernah menjadi siswa dari Freud.. Usianya terpaut 14 tahun lebih muda.. Bertolak belakang dengan Adler, Freud-ian menganggap: sikap2 atau attitude seseorang di saat sekarangnya / masa kininya, ditentukan oleh masa lalunya.. Akhirnya Adler “keluar” dari paham Freud dan mengembangkan teori2nya sendiri yang kemudian dikenal sebagai psikologi individual.. Karena penasaran, gw mencoba menggali lebih dalam tentang psikologinya Adler melalui sebuah buku.. Ternyata pemikiran yang ditawarkan Adler benar2 gokil.. Banyak konsep2 yang layak direnungkan, bahkan “menyentil-nyentil” apa2 yang udah gw pegang selama ini.. Saat baca buku itu, beberapa kali bertanya sendiri: “Ini serius nih beneran begini ?? Tapi kok cocok ya ??..” Hehe.. Salah satu konsep …

tadabbur kontekstual..

Bolehkah seorang manusia biasa, dengan latar belakang rata2, dengan profesi2 biasa pada umumnya, mencoba memaknai Qur’an dengan pengetahuan & akalnya sendiri ??.. Tanpa “background” pesantren, ustad, atau apapun yang terkait ke-religiusan ??.. Yang dicari bukanlah tafsir yang ukurannya benar atau tidak, namun untuk bisa mengambil manfaat dari Qur’an (tadabbur), supaya “tune-in” dengan problem2 hidup kekinian bagi dirinya sendiri.. Hasil pikirannya pun tidak dijadikan kebenaran final, tidak juga dia paksakan kepada siapa pun.. Mutlak hanya untuk kebenaran subjektif dia sendiri atas firman Tuhan untuk menjalani hidup.. Bolehkah seseorang “mencabut” konteks dasar dari firman Tuhan yang turun di masa lalu, lalu memaknainya dalam konteks kekinian ??.. Jadi nggak terlalu memperhatikan pembenaran tafsir historisnya, bukan soal kebenaran fakta sejarah, melainkan melahirkan manfaat dari Kitab suci setelah dikaitkan dengan keilmuan seseorang.. Pertanyaan2 ini cukup mengusik pikiran gw saat membaca sebuah buku yang menantang untuk itu.. Buku yang membangun seseorang menjadi pembelajar: “Manusia yang terus mencari kebenaran, tanpa pernah sekalipun merasa paling benar terhadap penafsirannya sendiri..” Contoh, dalam surat yang menceritakan beberapa pemuda yang terkurung di dalam gua selama ratusan …