badang gw ngikuting trenk… kalo musing batuk.. batuukk.. kalo musing filek dia hikut filek.. pwayah dah.. semalem mulei meriang meriang fula.. kalo meriang belina masih mendink..
Latest Posts
about creativity
Description:
creativity fact
Ingredients:
—
Directions:
Nigel MacLennan selaku penulis Opportunity Spotting menyatakan: ” Orang kreatif adalah orang yang terdiri dari 50% judgment dan 50% dreaming”. Setelah menempuh pendidikan sekolah ternyata banyak anak Indonesia yang berubah mind-setnya menjadi 100% judgment dan 0% dreaming.
Lingkungan rumah, social dan khususnya pendidikan ternyata yang menghabiskan 50% impian anak menjadi 0%.Rupanya otak belahan kiri lebih banyak digunakan oleh sebagian besar orang Indoneia. Otak kanan yang lebih menstimulasi kreativitas kurang banyak digunakan.
resep motivasi
Description:
why we need motivation and what makes we be motivated !!!
Ingredients:
udah ada di dalem diri masing-masing
Directions:
RESEP MOTIVASI
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. 13:11)
Sukses adalah perasan bahagia yang muncul dari dalam hati. Perasaan bahagia karena telah meraih apa yang diyakini sebagai kebenaran dan menjalaninya dengan konsisten. Syarat sukses ada tiga, yakni semangat, visi, dan aksi.
Motivasi menjadi modal dan pemicu awal sebelum orang berpikir tentang visi dan aksi.
Urgensi Memotivasi Diri
1. Selalu Bersemangat
2. Tekun dalam Bekerja
3. Tidak Bergantung Motivasi dari Orang Lain
4. Selalu berinisiatif dan kreatif
5. Produksi dalam bekerja
6. Tercapainya tujuan yang diinginkan
7. Meraih tujuan lebih cepat
8. Optimis terhadap masa depan
9. Menikmati hidup dan pekerjaan
10. Terhindar dari kesepian
11. Terhindar dari rasa jenuh
12. Menunaikan kewajiban syar’i
13. Melaksanakan sunnah Rasul
14. Memperoleh sukses di dunia dan akhirat
Hambatan Memotivasi Diri
1. Kurangnya percaya diri
2. Cemas
3. Opini negatif
4. Perasaaan tidak ada masa depan
5. Merasa diri tidak penting
6. Tidak tahu apa yang terjadi
7. Pengakuan semu
Kami menyimpulkan bahwa cara memotivasi diri perlu berpijak dari asumsi berikut;
1. Teori-teori motivasi yang ada merupakan rujukan utama dari cara menumbuhkan motivasi diri yang praktis dan mudah dilakukan.
2. Manusia memiliki empat dimensi diri yaitu mental, emosional, spiritual, dan fisik. Semua dimensi tersebut memiliki hubungan satu sama lain dan saling mempengaruhi satu sama lain.
3. Berbagai cara menumbuhkan motivasi dari sebenarnya bersumber dari empet dimensi manusia. Dengan ‘menghidupkan’ satu atau lebih dimensi manusia tersebut kita dapat termotivasi.
4. Setiap dimensi manusia tersebut memiliki sumber pemicu untuk menumbuhkan motivasi diri. Sumber pemicu itu adalah :
– Visualisasi (visualitation) untuk dimensi mental.
– Tanggung jawab (responsibility) untuk dimensi spiritual.
– Kenyamanan dan kesukaan (excited) untuk dimensi emosional.
– Gerakan (move) untuk dimensi fisik.
5. Manusia pada dasarnya memiliki kemampuan memotivasi diri yang tidak terbatas. Semakin besar upaya kita untuk ‘menyalakan’ sumber pemicu motivasi semakin besar mativasi yang dihasilkan.
6. Menumbuhkan motivasi diri sebenarnya banyak caranya. Dibutuhkan kreativitas agar kita dapat memicu munculnya mativasi yang tinggi dalam diri kita. Namun kreativitas tersebut sebenarnya berputar pada menstimulus sumber pemicu motivasi yang ada pada empat dimensi manusia (yakni visualisasi, tanggung jawab, kenyamanan/kesukaan dan gerakan.
Untuk menumbuhkan motivasi diri, ‘pemicunya’ adalah visualisasi (visualitation), tanggung jawab (responsibility), kenyaman dan kesukaan (excited) dan gerakan (move). ‘Pemicu’ tersebut terdapat pada ruang-ruang tertentu yakni mental (untuk visualisasi), spiritual (untuk tanggung jawab), emosional (untuk kenyamanan/kesukaan), dan fisik (untuk gerakan).
Alasan tentang Sumber Pemicu Motivasi
1. Visualisasi (visualitation)
Visualisasi mampu membuat seseorang mem’bayang’kan tujuan dengan jelas dan detail. Tujuan yang jelas dan detail akan memotivasi seseorang untuk meraihnya.
2. Tanggung jawab (Responsibility)
Tanggung jawab membuat seseorang merasa ada beban yang harus dipikulnya. Beban berupa amanah untuk melakukan sesuatu. Beban inilah yang membuat ia termotivasi untuk melakukan sesuatu.
3. Kenyamanan/Kesukaan (excited)
4. Gerakan (move)
Dengan melakukan gerakan, motivasi akan muncul. Seringkali kita mengalami bahwa semangat kerja justru muncul setelah kita mulai bekerja, bukan sebelum bekerja.