Latest Posts

demotivasi… atau lelah beraksi….

belum lama klien gue ngeluh soal kerjaannya yang menumpuk.. tak kunjung kelar dan makin nambah aja.. efeknya beberapa project yang gw garap bareng dia pun terluntang lantung… “sorry gie.. lagi demotivasi neh gue… asli.. lagi males banget rasanya ngerjain apa-apa….” gitu dia bilang…

nggak tau kenapa rasa-rasanya koq sekarang gue yang ketularan demotivasi… kerjaan numpuk, tugas midtes berhamburan, bentar lagi dah dinal test pulak, tenggorokan kering, sariawan, bibir pecah-pecah (halah…)… blogwalking kagak sempet.. maen game kurang dari 3 jam dalam seminggu.. hehe.. komik2 yang gue beli tapi belum sempet gue baca udah numpuk juga (gue itung antriannya udah ada 8 komik, masih rapi terbungkus plastik dari toko buku !! ntah belinya itu udah kapan tau…). dan yang paling parah udah hampir sebulan ini selalu tidur sekitar jam 3 pagi atau kadang-kadang abis sholat subuh….

masih cukup beruntung maen minton masih tetep bisa gue jalanin dua kali seminggu… kalo nggak, mungkin badan gue tambah lemes lageh.. tetep aja abis amen minton gw tetep kudu balik ke kantor lageh…

gue selalu merasa ada yang salah kalo nggak sempet atau kurang banyak melakukan sesuatu yang emang dasarnya gue kepengen atau gw suka.. menurut gw, terus menerus melakukan sesuatu atas tuntutan dari luar bisa bikin gw jadi GILA !!! gyaaarrrrrgghhhhh… pengen maeeeennn… !!!…

kali aja yang gue alami ini sebenernya bukan demotivasi, tapi dampak dari kelelahan akibat gw terlalu sering beraksi jadi batman… kurang banyak bermain.. dan kurang baca komik… seperti yang biasa gw lakukan… hihihi… hidup adalah perjuangan…

mengingat mimpi mau jadi orang sukses, gue gak keberatan seh kerja sampe pagi, tapi untuk beberapa hari, bukan untuk berminggu-minggu… katanya orang sukses itu melakukan apa yang harus dilakukan, bukan melakukan apa yang ingin dilakukan… tapi kalo begini terus bisa-bisa gw bukannya jadi sukses, tapi malah jadi hansip… tiap pulang kantor ketemu orang lagi ngeronda mulu…

seorang motivator ulung pernah berkata “bekerja keraslah seolah-olah Tuhanmu tidak akan menolong kamu, dan berdo’alah sungguh2 pada Tuhanmu seolah-olah kerja kerasmu itu tidak ada artinya tanpa pertolonganNya….”

parameter kerja keras mungkin agak rancu untuk diukur… yang jelas gue yakin energi kerja keras yang kita keluarkan gak akan sia-sia… ntah kapan pasti tuh energi balik lageh dalam bentuk laen… dari beberapa buku terakhir yang gw baca itu udah sunnatullah hukum keseimbangan dan hukum kekekalan energi….

tapi satu bulan belakangan ini, rasa-rasanya gw bekerja terlalu keras….

CUKUP SOTOYNYA OGGIIEEE !!!….. PULANG TERUS TIDUR !! …… INI UDAH MAU JAM SETENGAH TIGA PAGIII !!!…

Socrates berkata: “cobalah dulu, baru cerita.. Pahamilah dulu, baru menjawab.. Pikirkanlah dulu, baru berkata.. Telitilah dulu, baru putuskan.. Dengarlah dulu, baru beri penilaian.. Bekerjalah dulu, baru berharap..”

tetep aja lemah kalo emang mau…

“gue tuh orangnya emang begini.. angin-anginan.. gak konsisten.. jadi harap maklum”

“emang gue orangnya plintat-plintut begini, terus mau gimana lagi doonnkk ??..”

pernah ketemu pernyataan model begini ?? mungkin tanpa gue sadari, gue sendiri udah sering denger kalimat mode begini… cuman nggak gw pikirin aja kali ye… belum lama ini gue ketemu pernyataan di atas dalam waktu yang berdekatan… nggak tau kenapa jadi mikir… ini bukan hal yang salah.. tapi rasanya kok masih ada yang kurang… mereka yang ngomong kayak gitu sebenernya menyadari bahwa ada yang salah dengan diri mereka, tapi mereka justru menikmatinya..

gak bisa disangkal lagi, tiap orang pasti punya kelemahan… tapi menurut gue ada batas-batas tertentu sampai dimana kita masih bisa mentolerir kekurangan kita… jangan dikit-dikit “gue emang begini… gue emang begitu…” teruuss aja jadi alasan… dari dulu sampe sekarang… stagnan dan nggak ada kemajuan… kelemahan diri mungkin memang nggak bisa dihilangkan, tapi paling tidak bisa diminimalisir dengan kemauan kita untuk mengikis pelan-pelan kekurangan tersebut…

menemukan kelemahan diri sudah merupakan sebuah tangga kenaikan, tapi belum berarti sebuah kemenangan kalo kita belum bisa mengatasinya….. ibarat menemukan sebuah luka tapi tidak mau mengobatinya… kalo udah tau diri kita ini nggak konsisten, yah coba lah belajar untuk konsisten… hargai keputusan yang udah diambil, belajar bertanggung jawab dari awal sampe akhir dan siap berhadapan kumplit dengan resikonya…

ada juga yang bilang “biarkan kekurangan, fokus aja pada kekuatan…” kalo bukan dari sisi karakter atau akhlak, gue setuju sama hal ini… misalnya, anak yang matematiknya kurang, tapi jago gambar… yah jangan di kursusin matematik, tapi kursusin aja tuh menggambar… biar potensi alamiahnya makin owkeh… dan matematikanya biasa saja… hehehe…

tapi kalo udah urusan karakter, pernyataan di pararagraf atas kurang “masuk”…. kelemahan diri kudu ditemui, dan kemudian diatasi… walaupun gak bisa hilang 100%… gue percaya, orang males bisa jadi rajin… orang gak konsisten bisa jadi orang konsisten…. orang gak pinter gaul jadi bisa pinter gaul… orang plin plan bisa jadi tegas… orang pesimis bisa jadi optimis… orang pemarah pun bisa jadi penyabar…. karakter bisa dibentuk… yang penting… orangnya emang MAU belajar & berubah… dan gue percaya, semua orang yang bisa maju dan besar adalah orang yang bisa mengatasi kelemahan dirinya sendiri…

optimis membawa berkah

Description:
OPTIMIS PRIME dunk ah…

Ingredients:
copas dari sene neh…

http://jopiesihebadnih.blogspot.com/2009/08/berkahnya-menjadi-orang-optimis.html

Directions:
Menjadi optimistis dapat secara mencolok mengurangi kemungkinan serangan sakit jantung atau bahkan kematian, demikian hasil satu studi baru yang dikutip laporan media, Selasa (11/8).

Studi tersebut, yang dilakukan oleh beberapa peneliti dari University of Pittsburgh, mendapati orang yang gembira dan memiliki harapan cenderung berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menjalani hidup dengan pandangan yang lebih suram.

Studi itu telah melacak lebih dari 97.000 perempuan Amerika yang telah memasuki masa menopause selama lebih dari delapan tahun, studi terbesar sampai saat ini mengenai dampak berpikir positif pada kesehatan. Semua perempuan yang ikut dalam studi tersebut menyelesaikan berbagai survei saat memasuki studi guna menilai tingkat optimisme mereka dan
tingkat sinisme serta permusuhan secara umum.

Setelah mengikuti perkembangan mereka selama delapan tahun, dibandingkan dengan orang pesimistis, “Orang yang optimistis memiliki resiko 9% lebih rendah terhadap serangan sakit jantung dan 14% lebih rendah terhadap kemungkinan kematian,” kata Dr. Hilary A. Tindle, ahli penyakit dalam di University of Pittsburgh Medical Center dan penulis utama laporan mengenai studi tersebut.

Meskipun tim penelitian itu mengatakan bahwa tidak jelas mengapa orang yang optimistis lebih sehat, hasil studi tersebut menunjukkan orang yang optimistis memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menjadi tertekan dan merokok. Pada saat yang sama, orang yang optimistis lebih mungkin untuk menjadi lebih muda, memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan memiliki penghasilan yang lebih besar.

Olahraga Bikin Orang Jadi Pintar

Description:
ayo ayo ayoo.. olah raga olah raga olah ragaaa…

Ingredients:
copas dari sene neh…

http://udinmduro.wordpress.com/2009/09/17/olahraga-bikin-orang-jadi-pintar/

Directions:
Selain belajar dan makan makanan bergizi, olahraga juga ternyata membuat otak lebih cerdas. Itulah kesimpulan yang ditarik beberapa peneliti dari Taiwan dan Amerika. Tapi olahraga seperti apa yang membuat otak encer?

Peneliti dari National Cheng Kung University, Taiwan membandingkan olahraga lari di treadmill dan lari dalam labirin air pada tikus percobaan. Setelah dilihat di bawah mikroskop, otak tikus yang berlari dengan treadmil lebih banyak yang aktif ketimbang tikus berlari dalam labirin. Tapi tikus yang berlari dalam labirin memiliki satu bagian otak yang lebih aktif yaitu bagian kognitif.

“Hal itu menunjukkan bahwa beda jenis olahraga memicu perubahan neuroplastisitas yang berbeda pula,” ujar Chauying J. Jen, profesor physiology yang memimpin studi tersebut, seperti dilansir New York Times, Kamis (17/9/2009).

Sepuluh tahun yang lalu, peneliti dari Salk Institute in California mempublikasikan bahwa olahraga akan menstimulasi dan menciptakan sel-sel baru di otak yang memungkinkan seseorang lebih cerdas. Tapi olahraga seperti apa yang bisa berefek seperti itu? apakah aerobik, angkat beban, lari, berenang atau apa?

Studi lainnya yang dimuat dalam American College of Sports Medicine menganalisis kemampuan memori 21 mahasiswa University of Illinois dengan membandingkan olahraga lari, aerobik dan angkat beban selama 30 menit. Responden diminta mengingat beberapa kata sebelum dan sesudah olahraga.

Dari tes tersebut diketahuilah bahwa olahraga lari paling banyak mengaktifkan sel-sel di otak dibanding kedua jenis olahraga lainnya. Mengapa? Peneliti mengatakan hal itu karena sel-sel tubuh yang diaktifkan dengan olahraga akan mentransfer zat-zat molekul atau growth factors yang membuat saraf-saraf baru dan jaringan di otak.

“Seseorang butuh aliran darah yang cepat untuk mentransfer zat pengaktif otak tersebut dan olahraga seperti lari, bersepeda atau berenang membuat aliran darah lebih cepat sehingga growth factor sampai ke otak dan membuat seseorang memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik sedangkan olahraga angkat beban hanya akan mentransfer growth factors sampai ke otot saja,” ujar Henriette van Praag, seorang investigator dari Laboratory of Neurosciences at the National Institute on Agin.