me|write, think sotoy
Comments 2

virus ide..

Pernah nonton film karya Christopher Nolan: “Inception” ?? Film science fiction tentang konsep penanaman ide ke alam bawah sadar seseorang melalui mimpi yang “dalam”.. Dan si “korban” nantinya diharapkan bisa memiliki pikiran atau bersikap sesuai dengan maunya si “penanam” ide..

Di deket2 akhir film, tokoh utamanya: Cobb (Leonardo DiCaprio) menyatakan: sebuah ide itu seperti virus.. Ia bisa berkembang pesat di dalam pikiran seseorang.. Masalah ide tersebut destruktif atau konstruktif, itu adalah perkara yang berbeda..

Cobb juga menyatakan; sebagaimana virus pada umumnya, tentu butuh syarat2 tertentu supaya bisa berkembang dengan cepat.. Menurut Cobb, syarat paling utamanya: si ide harus sesederhana mungkin, supaya gampang untuk dipahami.. Dan syarat kedua yang nggak kalah penting; pikiran si orangnya harus menerimanya sebagai sesuatu yang logis..

Kalau kedua syarat itu terpenuhi, si ide bisa berkembang menjadi apa saja, bahkan mungkin menjadi realitas subjektif bagi orang tersebut.. Okay, itu dari film loh ya.. Tapi kok rasa2nya beneran bisa kejadian di dunia nyata ya..

Para “guru2” radikal sangat menyederhanakan ajaran agama, melihat hanya dari satu sudut pandang, ataupun menggunakan pemikiran2 yang sudah “usang”.. Logikanya pun saking sederhananya juga jadi mudah “masuk” ke pengikutnya.. Misal, hormat bendera haram, yang bener itu “A” yang lain salah semua, dsb.. Alasannya cukup sederhana: karena tidak ada dalilnya, atau karena dulu Nabi nggak melakukan itu..

Pas kuliah sarjana, gw pernah diajak ikutan pengajian.. Disitu gw didoktrin, kalo ini negeri toghut, banyak hal “kotor”, jadi kalo sholat di sini ibarat sholat di kandang kuda, kurang afdhol.. Gitu kata mereka.. Sederhana dan mudah dipahami, dan bagi sebagian orang bisa saja diterima sebagai hal yang logis..

Sederhana dan bisa logis, kedua syarat versi Cobb di atas terpenuhi.. Kalau gw dulu nggak baca buku2nya Buya Hamka, mungkin virus radikal udah berkembang pesat di diri gw.. Banyak baca, berani berpikir mandiri merdeka bisa menjadi counter atas virus ide2 negatif..

Menurut Michalko (2012) dalam “Pemikiran Pemikir Kreatif”, percaya begitu saja pada ide2 / pemikiran masa lalu, dan menetapkannya sebagai jawaban2 mutlak atas pertanyaan2 hidup menandakan matinya pikiran..

Menurutnya juga, dalam bahasa Spanyol, kata “jawaban” adalah repuesta, dan kata ini punya akar kata yang sama dengan responso.. Mirip dengan responsorial, sebuah lagu yang dinyanyikan untuk orang mati.. Ini adalah lagu tentang hal yang tidak lagi berkehidupan..

Singkatnya, ketika seseorang berpikir bahwa ia sudah mengetahui jawaban mutlak berdasarkan apa2 yang sudah terjadi di masa lalu, atau menurut begitu saja pemikiran orang2 di masa lalu yang disampaikan oleh orang2 di zaman sekarang, itu adalah pertanda bahwa pemikiran orang tersebut telah mati..

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s