me|write, my life stories, think sotoy
Leave a Comment

si fiksi..

Untitled-1Dulu sekalii, gw suka banget baca novel.. Seinget gw itu pas SMP.. Doyan banget sama novel, terutama novel remaja.. Yang paling gw inget dan kalo nggak salah dulu gw koleksi juga, ittuu serial novelnya “STOP” karya Stefan Wolf.. Kisah 4 remaja yang nyerempet2 model detektif gitu..

Seinget gw nggak ada satu seri pun yang lewat gw lahap.. Entah kemana koleksi gw dulu itu, sejak kuliah pun gw nggak pernah liat lagi.. Sepertinya sudah hanyut saat rumah kebanjiran dulu.. Maklum, banjirnya waktu itu masuk rumah sampe setinggi perut orang dewasa..

Nggak tau kenapa, pas SMA, kegemaran baca novel malah turun drastis.. Kalo komik, dari SD emang udah doyan, mulai dari serial Donal Bebek, Tintin, Smurf, Asterix, sampe Johan & Pirlouit.. Plus gara2 hadirnya komik “Tiger Wong” & “Tapak Sakti”, hasrat besar baca komik gw justru kembali membara saat SMA, kuliah, dan sampe sekarang..

Bahkan sejak kuliah, seinget gw, nggak ada novel yang gw baca selain novelnya Buya Hamka saja (karena nge-fans sama buku2 beliau).. Eeuh, ada satu denk: “Ayat2 Cinta”, itu pun karena gw kepo aja saking saat itu laris banget, dan adek gw punya, jadinya gw tinggal baca aja tanpa harus ngeluarin duit.. Hehe..

Ada yang suka baca novel ??.. Ternyata membaca novel bisa berpengaruh positif pada otak.. Berdasarkan studi Emory University, para neuroscientist menemukan, “berasyik masyuk” dalam membaca novel dapat meningkatkan konektivitas di dalam otak, serta memperbaiki fungsi otak.. Studi yang berjudul: “Short- and Long-Term Effects of a Novel on Connectivity in the Brain” ini dipublikasikan di jurnal Brain Connectivity pada July 2013..

Akh.. Begimana ini..?? Gw kan bacanya komik.. Dan sayangnya gw belum menemukan hasil studi yang ngomong tentang korelasi antara baca komik dan fungsi otak yang “sevulgar” dan selugas studi novel di atas..

Tapi mungkin aja masih nyambung, karena ada juga teori atau pernyataan tentang komik yang menarik benang merah dari studi novel.. Ah iya, bukannya komik itu bisa dibilang graphic novel juga yaa.. Gyahaha.. Maksa banget yak.. Tapi novel dan komik banyak sekali menceritakan kisah2 fiksi.. Malah sepertinya, novel dan komik didominasi oleh cerita2 fiksi..

Dan buat para penikmat bacaan fiksi, ada kabar gembira.. Masih dari studi yang sama tentang novel di atas, para peneliit juga menemukan hal yang menarik..

Ternyata, membaca cerita2 fiksi dapat meningkatkan kemampuan pembacanya “menempatkan diri” pada orang lain.. Dan juga, membaca fiksi bisa memperkuat imajinasi dengan cara yang sama seperti atlit saat melakukan image training (visualisasi), untuk melatih secara mental gerakan2 tertentu..

Hidup komik !!.. Eh, fiksi !!..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s