me|write, spiritual, think sotoy
Leave a Comment

cerdas beragama..

Untitled-1Dari dulu gw suka bingung soal spiritual intelligence.. Bener2 bisa diukur kah ??.. Sejauh ini, definisi2 yang gw baca selalu masih “lebar”, kurang spesifik, dan hampir selalu dari sudut pandang agama yang gw anut.. Apa ada korelasinya, kecerdasan yang sifatnya “general” atau umum, dengan agama yang kita anut ??

Apakah iya, mereka yang ikut rohis, ikut partai agama, berjenggot, bersorban, para ustad atau guru2 agama, bisa dipastikan memiliki spiritual intelligence yang tinggi ??.. Sepertinya sih nggak juga ya, karena pemahaman tentang keilmuan keagamaan berbeda dengan spiritual intelligence..

Belakangan ini baca2 hal itu lagi, akhirnya nemu definisi spiritual intelligence yang buat gw cukup “ringan” dan bisa sangat aplikatif.. Menurut Emmons (2000), dalam “Is Spirituality an Intelligence? Motivation, Cognition, and The Psychology of Ultimate Concern”, spiritual intelligence adalah penggunaan informasi2 spiritual untuk memfasilitasi masalah sehari2 dan pencapaian tujuan..

Sungguh pengertian yang nggak berkesan “ngambang” dan berbeda dari apa yang sejauh ini gw baca.. Yang umumnya selalu mengarah kepada keimanan, pencarian, dan pengenalan Tuhan..

Menurut Emmons juga, mereka yang ber-kecerdasaan spiritual, mempunyai kemampuan untuk melampaui hal2 yang bersifat fisik dan material.. Mereka mampu membawa kesadarannya ke tingkatan yang lebih tinggi, hingga dapat benar2 menyadari dan mengalami perasaan bahwa dirinya dengan kesemua yang ada di alam ini saling terkait dan menjadi satu kesatuan..

Kapasitas lain yang dimiliki individu ber-spiritual intelligence adalah kemampuannya untuk “mensucikan” pengalamannya sehari-hari.. Dalam artian, mampu memaknakan aktivitas kesehariannya secara spiritual, atau tindak tanduknya cenderung terilhami oleh makna dari informasi spiritual yang diketahuinya.. Dan ujungnya, target2 hariannya menjadi demikian tinggi, karena mereka menganggap aktivitas sehari2nya adalah sebuah misi suci..

Melihat argumen di atas, nggak salah kalo Emmons juga menyatakan bahwa kecerdasan spiritual dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan..

Teori Emmons membuat gw semakin paham, kenapa dulu itu Islam pernah demikian cemerlang.. Karena saat itu, sepertinya banyak dari mereka adalah individu2 berkecerdasan spiritual yang tinggi.. Bisa dibayangkan, mereka yang berprofesi sebagai pejabat pemerintah, dokter, ilmuwan, arsitek, penulis, dll, kesemuanya tiap hari punya target yang tinggi, dan menganggap kesehariannya adalan “misi suci dari Tuhan”..

Plus lagi dengan pemahaman bahwa semua yang ada di alam ini adalah sebuah kesatuan.. Mereka berbuat bukan hanya untuk kepentingan agamanya, tapi untuk kebaikan alam semesta.. Benar2 rahmatan lil aalamiin..

Ngeliat hal aneh2 kayak tokoh agama nyebar hoax, atau pembenci atas dasar agama, sepertinya memang beragama belum tentu ber-kecerdasan spiritual.. Kecerdasan terkatit erat dengan akal, dan akal berkaitan dengan ilmu.. Maka makin jelaslah kata Einstein, agama tanpa ilmu = lumpuh..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s