me|write, spiritual
Leave a Comment

gelap2 koq baca..

Untitled-1Belum lama ini taraweh di mesjid, sang ustad bawain ceramah yang cukup keren.. Beliau ngasi penjabaran, atau mungkin lebih tepatnya “pertanyaan” tentang wahyu pertama Iqra’ yang belum pernah terlintas di kepala gw sebelumnya..

Kenapa kok wahyu pertama Iqra’ itu turunnya di dalam gua, dan di malam hari pulak ?? Dimana indera penglihatan kita justru nggak bisa berfungsi secara maksimal.. Malem hari di dalem gua kan gelap.. Eh malah disuruh baca !!.. Begimana coba ?!?.. Apa maknanya ??..

Kan secara umum, dalam gelap gulita begitu, lebih logis kalo wahyu pertama itu “dengar”, bukan “baca”.. Saat mati lampu, kita masih bisa teriak2 kan supaya sekitar kita dengar: “Paraah, lilinnya banyaak, koreknya kagak adaaa..!!” (Pengalaman pribadi..)..

Menurut si ustad, ternyata pertanyaan diatas sudah menjadi perbincangan para ulama terdahulu.. Mereka membahas makna proses turunnya wahyu pertama (“gelap2an” malah disuruh baca ini), dengan mengaitkannya pada indera manusia..

Si ustad bertanya: “Ada berapa jumlah indera yang aktif saat kita membaca ??”.. (Dalam konteks membaca buku, karena seakan ada standar kalo buku itu diciptakan untuk dibaca..) Waktu itu di kepala gw ya gw jawab “satu”, indera penglihatan / mata doang.. Daaan jawaban gw pun salah..

Ternyata bila ditelaah lebih dalam, saat seseorang benar2 melakukan Iqra’ atau membaca buku, kelima inderanya akan menjadi aktif.. Kulitnya menyentuh buku, hidungnya mengambil nafas, matanya melihat, mulut (lidahnya) mengucap, dan telinganya mendengar sendiri apa yang dibaca..

Jadi kesimpulannya, wahyu Iqra’ seakan menjadi anjuran untuk meng-aktifkan kelima indera saat membaca, mengamati, mengeksplor, atau mengobservasi sesuatu.. “Mereka yang mampu ber-Iqra’ dengan sebenar2nya, akan mudah menjadi orang yg berhasil..” Begitu kata si ustad dari atas mimbar..

Hmm.. Make sense juga.. Gw cuma pengen nambahin dikit aja sih.. Sepertinya bukan hanya kelima indera yang terwakili secara “fisik” saja yang aktif, namun saat membaca dengan benar, otak atau akal pikiran pun menjadi aktif.. Mungkin juga sebenernya penambahan dari gw ini nggak perlu, karena sejatinya semua input yang diterima oleh kelima indera pasti akan diproses oleh otak.. Itulah kenapa Islam adalah agama akal..

Menurut sotoy2nya gw sih, bisa juga makna proses dari turunnya wahyu tersebut adalah “jalan keluar”.. Dalam artian, siapa pun yang ingin keluar dari masa suram, masalah, atau kegelapan, bisa melakukan Iqra’.. Karena setelah wahyu Iqra’ turun, sekian puluh tahun kemudian Islam berhasil keluar dari masa jahiliyah-nya, dari masa kelamnya, dan berubah menjadi agama cemerlang yang sempat menjadi “corong” ilmu pengetahuan..

Nyiyir mulu’, marah2 mulu’, kayak ngajak perang, mana bisa jadi solusi..?? Coba koreksi bang, bisa jadi banget Iqra’ kita yang kurang..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s