All posts tagged: konsep diri

knowing and creating self..

Pas ke Gramed, ada buku yang menarik perhatian gw.. Di cover belakangnya, pentolan tim penulis menyatakan: “Life is not about finding yourself, life is about creating yourself..”.. Nice quote.. Meski ‘nice’, sifat sotoy gw ngerasa masih ada yang janggal.. Karena kalo dipikir lebih dalam lagi, “finding yourself” itu bisa jadi dasar dari segalanya.. Gimana caranya seseorang bisa meng”create” dirinya tanpa dia tahu diri sendirinya “terbuat” dari apa ??.. Logika sederhananya, setiap “bahan dasar” selalu membutuhkan cara pengolahan yang berbeda.. Logam, tanah, air, bahkan tiap sayur atau daging sekalipun memerlukan pengolahan yang berbeda untuk kemudian jadi sesuatu yang istimewa.. Bisakah kita meng’create’ sesuatu dari apa2 yang nggak diketahui ??.. Bisa aja sih, tapi nggak tau juga jadinya bakal gimana.. Hasilnya bisa jadi mengejutkan, atau menyedihkan.. Untuk “experimen” kehidupan, kayaknya mendingan membuat sesuatu dari apa2 yang udah diketahui.. Kalo udah tau diri ini adalah pisang, kan enak, tinggal nentuin nanti di masa depan diri ini mau di”create” jadi apa.. Mau jadi pisang goreng kah, kripik pisang kah, atau tendangan pisang ?? (Halah..!!).. Kalo tau diri ini logam, …

ter / mem bakati..

“Gw nggak bakat dagang neh, nggak ada keluarga gw yang pedagang..”.. “Gw nggak bakat jadi desainer grafis, desain gw jelek..”.. Nggak jarang kita denger pernyataan2 model begitu.. Belakangan ini makin banyak studi / riset yang membahas tentang bakat (euh, di luar negeri sih).. Di sini tau sendiri kondisi “perisetan” kita kayak gimana.. Huhu.. Pertanyaan para ilmuwan kurang lebih hampir sama: bakat itu turunan atau bentukan, nature or nurture, genetik atau “diketik”..??.. Setiap dari kita seringkali mengaitkan prestasi seseorang dengan bakatnya tanpa mempertanyakannya lebih dalam.. Salah satu studi / kisah misteri bakat yang gw suka itu dari Earl Woods, ayah dari pegolf mumpuni Tiger Woods.. Earl sangat meyakini sumber dari keunggulan tingkat dunia adalah latihan sejak usia dini.. Yang bikin gw tambah kagum, dia mencoba “mengimplementasikan” keyakinannya itu pada anaknya sendiri, Tiger Woods.. Beruntung Earl cukup mapan, sehingga kebutuhan perlengkapan untuk “merajut” program latihan Tiger nggak jadi masalah berarti.. Nggak tanggung2, Earl mempersiapkan Tiger menjadi kelas dunia dari saat Tiger masih pake popok..!! Dikisahkan, sebelum bisa jalan dan bicara, Tiger setiap hari didudukkan di kursinya untuk …

diri dan pedang adalah satu..

Legenda Samurai Jepang Miyamoto Musashi pernah berkata: “Diri dan pedang adalah satu..”.. Ternyata kata2 ini maknanya bisa sama loh dengan konsep teori FLOW dari Mihály Csíkszentmihályi, seorang pakar psikologi & kreativitas.. Soal teori FLOW yang bisa bikin orang lebih berbahagia pernah gw tulis di postingan sini..  Salah satu konsep dari teori flow itu Hyperfocus.. Kondisi dimana seseorang kalo lagi ngerjain sesuatu dengan skill maksimal diri, seluruh perhatiannya akan terpusat pada apa yang dikerjakannya.. Sampe2 nggak menghiraukan apa yang ada di sekelilingnya.. Contoh paling umum, pemain basket pro saat bertanding sangat serius, seperti nggak mempedulikan riuhnya penonton.. Bahkan mereka bisa menganggap para penonton itu nggak ada.. Seorang pemain biola yang sedang konser juga sama.. Mereka fokus pada apa yang mereka kerjakan saja, sampe2 adanya penonton pun menjadi tidak terasa.. Mereka2 yang masuk ke kondisi flow demikian larut dengan apa yang dikerjakannya.. Diri dan kegiatannya melebur menjadi satu.. Tapi ini bukan berarti kesurupan.. Bukan berarti mereka jadi nggak sadar mengenai apa yang mereka lakukan.. Pemain basket pro yg lagi tanding juga tetep sadar gerak bola & rekan …