biasa bisa ke hebat..
Masih nyambung sama postingan kemaren, yg bilang kalo bakat itu mesin kecerdasan dominan otak yang dibawa sejak lahir.. Dari baca2, ada juga yang beranggapan kalo bakat adalah passion itu sendiri.. Hmm, yang ini oke juga nih.. Karena mengerjakan sesuatu tanpa passion, nggak akan bisa mencapai tingkat master / ahli.. Lantas, kalo orang lain melihat kita tanpa keahlian tertentu, maka kita dibilang “nggak berbakat”.. Di dalam tes sidik jari yang belum lama anak gw ikuti itu ada istilah “preferensi” atau kenyamanan.. Masing2 mesin kecerdasan otak ada preferensinya, atau ada bidangnya sendiri dimana dia akan merasa nyaman.. Meski nyaman nggak terkait langsung dengan passion, buat gw ini bisa saling berhubungan.. Karena kalo dari pengamatan dan pengalaman, seseorang bisa mudah menjadi “passionate” di bidang yang mereka merasa nyaman di situ.. Apapun definisi seseorang tentang bakat, berlatih keras meningkatkan kemampuan (deliberate practice) adalah langkah selanjutnya.. Malcolm Gladwell (2010) menyatakan: “Dalam hasil2 penelitian psikologi belakangan ini, peran bakat terhadap pengembangan karier justru semakin kecil, dan peran dari latihan menjadi semakin besar.. Jauh sebelum Gladwell, ada juga seorang ilmuwan yang kepo …




