me|write, think sotoy
Comments 4

pilah pilih idol..

Untitled-1Pernah terkagum2 sama seseorang yang sukses atau berhasil ??.. Punya orang yang dijadikan role model buat pencapaian tertentu atau karir misalnya ??.. Umumnya sih ya, sebagian dari kita pada punya tokoh2 yang dikagumi..

Waktu pemilihan ketua OSIS pas SMA, ada seorang calon ketua yang menuliskan idolanya seorang pemain basket terkenal.. Diantara 3 calon ketua, hanya dia yang menuliskan idolanya seorang atlit basket sukses terkenal, sementara dua lainnya menuliskan idolanya Nabi Muhammad.. Melihat kedua calon lainnya berbuat begitu, si calon ketua pertama ini mencoret / merevisi idolanya itu, lantas ikut2an mengisi isian idola menjadi Nabi Muhammad..

Tapi ya jelas aja ketauan, wong mereka nulisnya harus langsung pake spidol di sebuah kertas karton, jadi kalo mau ganti konten ya nggak bisa dihapus, mesti dicoret isian sebelumnya, dan menuliskan isian yang baru di samping coretan..

Kalo gw pikir sih, sebetulnya nggak salah juga kalo si calon ketua pertama nulis atlet basket di kolom idolanya.. Karena Rasul itu udah mesti jadi suri teladan wajib buat yang beragama Islam.. Levelnya udah jelas diatas idola..  Ada yang mengartikan idola dengan agak “lebay”, seperti pemujaan, penghormatan, sampe penyembahan.. Yah itu terserah masing2 deh.. Itu kan hanya istilah, hanya kata2, dan seperti udah gw tulis di sini: “kata2 bukanlah kebenaran..”.. Jadi ya masing2 aja deh kalo soal itu..

Gw nggak begitu paham juga sih apa kata idola ini bisa disejajarkan dengan kata tokoh panutan.. Karena jujur gw sangat mengidolakan Buya Hamka.. Buku2 beliau seringkali mesti bikin gw mikir dalam2.. Dan kalo dibilang jadi panutan, ya bisa juga kan.. Beliau jadi salah satu tokoh panutan yang gw coba tiru cara2nya, atau bahkan gw melakukan anjuran2 / bahasa kerennya “tips & trik” dari beliau.. hehe..

Jadi sebuah hal yang wajar punya idola “orang biasa”, setelah meneladani Rosul tentunya.. Karena kalo diperhatikan, ada juga toh yang selalu ngomong meneladankan nabi, eh tauknya dia bersikap kasar, nggak empati, doyan nyiyir, atau bahkan nggak jujur atau korupsi ??.. Seorang Mentri Agama korupsi itu buat gw hal yang sulit bisa gw terima dengan akal sehat.. Tapi berhubung gw sadar gw emang tinggal di negara yang tidak begitu sehat, jadi yang sehat cuma bisa elus2 dada kuat2..

Balik ke persoalan idola atau panutan.. Ternyata ada risetnya loh, sebaiknya memang kita menjadikan tokoh panutan yang profesinya “dekat” dengan bidang yang kita tekuni.. Jadi kalo mo jadi komikus, milikilah idola komikus, kalo mo jadi penulis milikilah tokoh panutan penulis, dan lain sebagainya..

Risetnya dilakukan oleh Lockwood dan Kunda di tahun 2000, hasilnya dinyatakan dalam sebuah tulisan: “Outstanding Role Models: Do they inspire or demoralize us ?”.. Kesimpulannya mereka yang aktif memilih seseorang sebagai tokoh panutan akan merasakan perasaan positif dari tokoh tersebut HANYA JIKA prestasi tokoh tersebut relevan dan dapat ia capai pula.. Mereka yang memilih tokoh panutan yang tidak sesuai dengan deskripsi di atas 22% kurang puas akan kariernya dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki tokoh panutan sama sekali..

Jadiii, siap2 kecewa yaa buat yang mengidolakan: Ultramen, Naruto, dan Satria Baja Hitam.. Hyaha..

Advertisements

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s