Month: January 2013

ahli..??

Di sebuah buku gw baca, profesionalisme itu berbeda dengan ahli atau expert.. Dan profesionalisme bisa menjadi sebuah alasan kenapa seseorang tidak mampu menciptakan prestasi2 besar.. Karena para profesional bekerja berdasarkan profesi.. Jadi katanya kalo seorang profesional dibayar Rp. 10 juta, maka energi dan kemampuan yang ia keluarkan akan cenderung tidak lebih besar dari besaran tersebut.. Padahal, kalo mau, bisa aja dia mengerahkan energi dan kemampuan yang bernilai Rp. 20 juta.. “Itu salah satu kelemahan profesionalisme”, di buku tersebut dituliskan.. Akibatnya, prestasi kita sering dibatasi oleh besaran uang yang kita terima.. Jadi kadang kita kan suka mikir: “Ah, cuman dibayar segitu, ngapain bikin yang bagus2 amat..”, dan sejenisnya.. Seorang profesional hanya akan mau ngelakuin pekerjaan2 besar kalo bayarannya dianggap sesuai.. Nah, kalo Expert beda.. Seseorang yang ahli atau expert lebih berorientasi pada pencapaian ketimbang mempertimbangkan bayarannya terlebih dahulu.. Mereka2 yang mengincar menjadi “ahli” dalam sebuah bidang, cenderung untuk terus menerus menambah prestasi dalam profesinya.. Dan pada saat yang sama, keahliannya di bidang tersebut juga akan meningkat.. Jadi, kualitas dan kuantitas pekerjaannya nggak dibatasi oleh bayaran yang …

riset game – repost..

Hwalah, ternyata gw lupa.. review buku nggak bisa diimport dari MP ke WP… Pantesan pas gw cari, koq postingan gw tentang riset video game yang jadul nggak ada… Beruntung sempet gw copy ke MSword.. Jadi bisa gw posting lagi dah dimari.. Euh, rasa2nya ada yang kurang ajah, tesis gw neliti tentang video game, tapi gak narok ini di blog… hihi.. So, here it is the REPOST: Penulisnya melakukan riset atas 2000 orang lebih, diambil dari populasi yang beragam. Orang- orang diambil dari kalangan profesional bisnis yang beragam, meliputi lulusan dua program MBA, pegawai organisasi besar yag berkutat di jasa finansial, konsultan manajemen, teknologi tingkat tinggi, manufaktur, perawatan kesehatan dan pemerintah, dan profesional dari beragam perusahaan kecil yang berfokus pada pemasaran, ritel, dan pendidikan tinggi.. langsung aja dah.. begini neh kurang lebih hasil riset mereka: 90 juta anak-anak yang tumbuh dengan bermain game justru lebih sosial, lebih setia kepada tim, dan menjadi pengambil keputusan yang lebih handal ketimbang sebaya mereka yang tidak bermain game di masa pertumbuhan. Para gamer tumbuh dalam lingkungan yang dimana setiap orang …

learning by doing..

Alhamdulillah, amanat mengajar semester ganjil angkatan ketiga ini selesai dengan sukses.. gyahahaa.. Seneng, soalnya ini mata kuliah kedua yang materinya guwe susun sendiri mulai dari nol.. Berbekal ilmu “hunting buku bajakan” di jagat maya dari dosen S2 gw dulu, dapet banyak dah referensi untuk bahan mata kuliah yang ini.. Terlepas semester depan gw diamanatkan mengajar lagi atau nggak, yang pasti semester ini gw puas !! hehe… Dan Alhamdulillahnya lagi, gw liat dari ujian akhir mereka, karya2nya buat gw pribadi banyak yang memuaskan.. Berarti teori2 yang udah disampein selama satu semester ini ada yang berhasil terserap… Buat apa teori tanpa praktek ?? Buat apa hafalan2 semu yang nantinya akan mudah lupa ?? Di dunia desain grafis apalagi.. Tes masuk perusahaan desain pake tes tulis tipografi, tes tulis teori warna, dan sejenisnya ?? Weleh, kayaknya nggak banget deh… Dalem pikiran gw sih, orang yang hafal belum tentu paham… Pemahaman biasanya akan jauh lebih lengket dari sesuatu yang udah dilakukan, dan bukan dihafal.. Konfusius dari 2.400 tahun yang lalu udah pernah ngomong: “Yang saya dengar saya lupa, yang …