All posts tagged: masa muda

optimi[S]ed..

Tanggal 3 April kemaren, Alhamdulillah warga komplek gw meresmikan selesainya renovasi mesjid komplek.. Mesjid yang usianya sekitar 34 tahun itu akhirnyaa “dirobohkan” dan dibangun kembali dengan desain baru.. Mesjid yang buat gw cukup bersejarah, karena gw dan teman2 sepantaran sekomplek sempat menjadi pengurus remaja mesjid tersebut.. Ada satu peristiwa yang nggak bisa gw lupa di dalam mesjid itu, saat gw berusia di awal 20an.. Dulu, biasanya kelar sholat Isya berjamaah, kadang kami anak2 remaja mesjidnya nih, suka ngobrol2 santai2 gitu.. Nah, ntah gimana pada waktu itu, anak2 pernah jadi saling kepo, mengenai harapan mereka masing2 sebelum mencapai umur 30 tahun.. Satu persatu kami bergiliran ngomong harapannya apa.. Dan saat giliran gw tiba, gw ngomong gini: “Sebelum umur 30 tahun, gw kepengen punya perusahaan sendiri..” Berkat izin Alloh dan kerja keras, nangis2 jatuh bangun berdarah2, serta terus belajar tentunya, saat usia gw 27 tahun, sebuah perusahaan desain grafis berbadan hukum pun terbentuk.. Dengan “bergabungnya” salah satu teman dari remaja mesjid yang sama, klien sekelas Toyota pun Alloh datangkan.. So, pelajarannya, perbanyaklah mengucapkan kata2 yang sifatnya optimisme …

masa depan (bentuk) diri..

Pernah dengar psikolog bernama Alfred Adler ??.. Mungkin belum pernah ya.. hehe.. Karena namanya sepertinya memang kalah populer dengan Sigmund Freud..  Adler adalah psikolog dan fisikawan yang teorinya bertentangan dengan Freud.. Adler pernah menjadi siswa dari Freud.. Usianya terpaut 14 tahun lebih muda.. Sempat pula menjadi rekan kerja Freud yang mengusung beragam teori Psychoanalytic yang membahas banyak hal, termasuk hipnotis, alam bawah sadar, dan analisa mimpi.. Menurut Freud, sikap2 atau attitude seseorang di saat sekarangnya / masa kininya, ditentukan oleh masa lalunya.. Nah, dalam hal inilah Adler nggak setuju dengan Freud.. Adler punya teori yang lain.. Menurutnya ada suatu “daya” motivasi yang mempengaruhi bentuk perilaku manusia yang disebut “dorongan ke arah kesempurnaan”.. Daya ini yang kemudian mendorong manusia untuk memenuhi semua potensi dan keinginan yang ada di dalam dirinya.. “Daya” tersebutlah yang kemudian menimbulkan harapan, impian / cita2 pada diri seseorang.. Dan hal inilah yang kemudian bisa membentuk sikap / attitude manusia pada masa kininya atau saat sekarangnya.. Sederhananya, menurut Adler, sikap seseorang di masa kininya ditentukan oleh masa depannya.. Bertolak belakang dengan Freud, yang …

masa muda..

Satu paragraf dalam sebuah buku Buya Hamka tertulis begini: “Saat muda adalah saat perjuangan yang maha hebat.. Alangkah beruntungnya kalau saat perjuangan itu bisa ditempuh dengan selamat, dan setelah dia menjadi orang dewasa, dia berasa bangga dengan kemenangan itu..” Bener lah itu.. Masa muda memang masa yang sulit.. Masa2 dimana seseorang dituntut untuk bisa membangun kebiasaan2 yang baik.. Masa2 dimana akal belum “matang”, perasaan labil nggak terkendali, serta emosi mudah bergejolak… Belum lagi pengaruh2 dari luar kayak temen2 & media yang sekarang ini malah lebih gampang “dateng”nya.. Semua itu bikin pemuda jadi banyak salah dalam mengambil keputusan2 di hadapannya.. Kalo di barat sono ada istilah growing pains.. Ada yang memaknakan isitilah ini nggak secara fisik, tapi secara mental / perasaan.. Pemuda pada umumnya tumbuh dengan beragam rasa sakit di hatinya akibat keputusan2 salah yang pernah diambilnya.. Kata tumbuh itu bisa diartikan membesar / berkembang.. Kalo ditarik lebih jauh bisa terasosiasikan dengan menguat.. Perhatikan saja, pemuda yang banyak masalah, menderita, kemudian mampu menghadapi itu semua dengan ketabahan hati yang besar, serta kemauan belajar yang keras, seringkali …