Mata satu jadi raja di negeri buta..
Erasmus of Rotterdam, seorang humanis renaissance, kritikus sosial, dan juga seorang guru asal Belanda di sekitar tahun 1500an pernah ngomong: “In the land of the blind, the one-eyed man is king.”.. Orang yang matanya satu, akan jadi raja di negeri orang buta.. Padahal mata satu itu kan gak “sempurna” buat kita yang normal, tapi di sebuah negeri yang buta, dia bisa menjadi raja.. Berarti boleh ditafsirkan: orang yang bisa jadi raja atau pemimpin itu orang yang punya “kualitas2” unik yang mengakibatkan dirinya “berbeda” dengan orang kebanyakan.. Buat negeri orang buta, mata satu itu sudah keunikan yang sangat luar biasa.. Kalo di dunia nyata, meski “kualitas” uniknya nggak terlalu mencolok, tapi paling nggak harus punya.. Dan kalo nggak punya tapi tetep kepengen jadi pemimpin, ya harus belajar supaya jadi punya.. (Maksa mode ON..).. hehe.. Karena dengan hal itulah nantinya yang meski tanpa jabatan apapun, seseorang dapat “terlihat” sebagai pemimpin, dan kemudian bisa menjadi contoh / teladan bagi yang lain.. Dan pada level tertentu, kata2nya jadi gampang untuk dituruti atau diikuti orang.. Dari sekian banyak teori leadership, …
