All posts tagged: kontekstual

tadabbur kontekstual..

Bolehkah seorang manusia biasa, dengan latar belakang rata2, dengan profesi2 biasa pada umumnya, mencoba memaknai Qur’an dengan pengetahuan & akalnya sendiri ??.. Tanpa “background” pesantren, ustad, atau apapun yang terkait ke-religiusan ??.. Yang dicari bukanlah tafsir yang ukurannya benar atau tidak, namun untuk bisa mengambil manfaat dari Qur’an (tadabbur), supaya “tune-in” dengan problem2 hidup kekinian bagi dirinya sendiri.. Hasil pikirannya pun tidak dijadikan kebenaran final, tidak juga dia paksakan kepada siapa pun.. Mutlak hanya untuk kebenaran subjektif dia sendiri atas firman Tuhan untuk menjalani hidup.. Bolehkah seseorang “mencabut” konteks dasar dari firman Tuhan yang turun di masa lalu, lalu memaknainya dalam konteks kekinian ??.. Jadi nggak terlalu memperhatikan pembenaran tafsir historisnya, bukan soal kebenaran fakta sejarah, melainkan melahirkan manfaat dari Kitab suci setelah dikaitkan dengan keilmuan seseorang.. Pertanyaan2 ini cukup mengusik pikiran gw saat membaca sebuah buku yang menantang untuk itu.. Buku yang membangun seseorang menjadi pembelajar: “Manusia yang terus mencari kebenaran, tanpa pernah sekalipun merasa paling benar terhadap penafsirannya sendiri..” Contoh, dalam surat yang menceritakan beberapa pemuda yang terkurung di dalam gua selama ratusan …

-[[ konteks ]]-

Coba tes baca satu paragraf ini: Sebelum memasangnya, Anda harus melepaskan kelima baut dari bagian belakang unit.. Caranya: (1.) Kendorkan semua baut dengan kunci pas yang disertakan.. (2.) Tahan baut dengan kunci pas lalu tarik keluar melalui bagian lubang yang lebih besar. (3) Isi lubang dengan penutup plastik yang tersedia.. (4.) Simpan baut di tempat aman seandainya Anda perlu memindahkan unit. Bisa paham maknanya ??.. Hehehe.. Bingung ya..?? Kalo sebelum baca dikasi tau itu barangnya apa, terlebih kalo liat gambarnya langkah 1 sampe 4-nya, pasti tingkat kepahamannya akan tambah akurat.. Paragraf pertama itu adalah kutipan dari buku manual sebuah mesin cuci.. Coba deh baca ulang.. Nah, makin kebayang dan paham kan ??.. Sebenernya ini agak2 mirip eksperimen yang pernah dilakukan oleh Bransford (1972) dan dimuat dalam jurnal “Contextual prerequisites for Understanding”, atau kalo diterjemahin = “Prasyarat Kontekstual untuk Memahami..” Namun Bransford melakukannya dengan topik pekerjaan laundry, dan membagi partisipannya menjadi tiga kelompok.. Kelompok 1, diberi tahu bahwa topiknya adalah laundry sebelum membaca paragraf.. Kelompok 2, nggak diberi tahu sama sekali bahwa paragraf merujuk ke laundry.. …