All posts tagged: konteks

hafal & paham..

Mendikbud sempat bilang; kalo dunia tidak butuh penghafal.. Lantas mereka yang berpaham bahwa menghafal itu penting ‘naik darah’, menghujati Nadiem.. Karena menurut mereka, bangsa atau dunia ini perlu penghafal Qur’an.. Padahal, Mendikbud berbicara dalam konteks kurikulum pendidikan nasional.. Ia sama sekali nggak bilang ataupun menyinggung apapun tentang penghafal ayat Qur’an ataupun hadist.. Dia sama sekali nggak melarang kalo ada yang mau menghafal itu semua.. Bisa saja beliau sebenarnya senang kalo ada banyak hafiz atau hafizah di negeri ini.. Namun, saat itu kan beliau lagi di atas ‘panggung’ pendidikan nasional, dan bukan di atas ‘mimbar’.. Prasangka duluan, tanpa ingin tau lebih dulu makna intinya, ya ambyarr.. Poin pentingnya: gagal melihat konteks dalam mencerna informasi.. Konteks merupakan acuan bagi seseorang untuk memahami makna sebenarnya dari sebuah pesan/informasi.. Contoh lain, ‘menyetarakan’ ucapan selamat natal dengan kalimat syahadat.. Menyetarakannya hanya karena sama2 kalimat.. Tapi konteksnya nggak dilihat.. Jadinya aneh.. Ucapan selamat hari natal ya setaranya sama ucapan selamat hari ibu, hari ultah, hari Idul Fitri, dan sejenisnya.. Kalimat Syahadat adalah kalimat ‘kesaksian’.. Begimana logikanya bisa disamakan dengan ucapan selamat …

-[[ konteks ]]-

Coba tes baca satu paragraf ini: Sebelum memasangnya, Anda harus melepaskan kelima baut dari bagian belakang unit.. Caranya: (1.) Kendorkan semua baut dengan kunci pas yang disertakan.. (2.) Tahan baut dengan kunci pas lalu tarik keluar melalui bagian lubang yang lebih besar. (3) Isi lubang dengan penutup plastik yang tersedia.. (4.) Simpan baut di tempat aman seandainya Anda perlu memindahkan unit. Bisa paham maknanya ??.. Hehehe.. Bingung ya..?? Kalo sebelum baca dikasi tau itu barangnya apa, terlebih kalo liat gambarnya langkah 1 sampe 4-nya, pasti tingkat kepahamannya akan tambah akurat.. Paragraf pertama itu adalah kutipan dari buku manual sebuah mesin cuci.. Coba deh baca ulang.. Nah, makin kebayang dan paham kan ??.. Sebenernya ini agak2 mirip eksperimen yang pernah dilakukan oleh Bransford (1972) dan dimuat dalam jurnal “Contextual prerequisites for Understanding”, atau kalo diterjemahin = “Prasyarat Kontekstual untuk Memahami..” Namun Bransford melakukannya dengan topik pekerjaan laundry, dan membagi partisipannya menjadi tiga kelompok.. Kelompok 1, diberi tahu bahwa topiknya adalah laundry sebelum membaca paragraf.. Kelompok 2, nggak diberi tahu sama sekali bahwa paragraf merujuk ke laundry.. …