All posts tagged: kebenaran

integritas

Seringkali, ada aja yang nge-share artikel di grup WA, tapi dari media online yang menurut gw nggak kredible.. Ada juga share entah artikel darimana, terus di bawahnya ada nama penulisnya (entah beneran atau nggak) dengan sebuah profesi yang dinilai “relate” sama tulisannya.. Pernah ada yang nge-share, penulisnya itu mantan wartawan media mainstreamlah, dokter lah, anggota satuan gugus tugas lah, dan lain sebagainya.. Tapi koq ujung2nya gw liat tulisannya jadi penggiringan opini, nggak berimbang, malah ada yang langsung nyalahin presiden.. Hehe.. Sudahlah masih banyak yang kurang bisa memilah antara media mainstream dan abal2, ditambah lagi mudah percaya gitu aja sebuah artikel (dari medsos mungkin) gara2 penulisnya memiliki profesi tertentu.. Nggak heran opini2 tanpa dasar jadi gampang “dimakan”.. Profesi memang bisa menunjukkan secara kasar kompetensi seseorang.. Namun hanya menjadikan profesi penulis artikel sebagai parameter sesuatu jadi bisa benar atau dipercaya sepertinya koq aneh ya.. Karena profesi dan kebaikan / kebenaran / kemuliaan seseorang adalah hal yang berbeda.. Tidak lantas profesi yang “tinggi” membuat orang tersebut selalu benar dan bisa dipercaya bulat2.. Seorang driver taxi online yang jujur …

kulit simbol..

Ada cerita sufi jadul: terdapatlah dua orang dalam perjalanan sehari penuh.. Saat waktu sholat tiba, mereka pun sholat.. Keduanya bergantian membaca do’a usai sholat.. Jadi, pas waktu Dhuhur, si A membaca do’a usai sholat, kemudian saat Ashar, si B yang membaca do’a usai sholat.. Kelar si B baca do’a, si A berkomentar: “Masbro, tata bahasa do’amu salah, terus pe-lafalanmu juga terdengar kurang fasih..”.. Si B cemberut dikit, dan diem aja.. Kemudian perjalanan dilanjutkan melalui hutan yang sepi.. Di dalam hutan, tiba2 seekor singa muncul dari semak2 di hadapan mereka.. Singa mengaum keras hingga mereka berdua pun ketakutan.. Kemudian si A segera berdo’a, memohon dengan kefasihan bahasa dan pelafalan yang mumpuni supaya singa itu segera pergi.. Tapiii, tuh singa nggak juga pergi.. Melihat si A gagal, si B pun mencoba berdo’a juga.. Dan ternyataa, usai si B berdo’a, si singa langsung pergi.. Si A yang memiliki kefasihan dan pelafalan oke melihat itu dengan penuh tanda tanya.. “Koq bisa sih do’aku gagal, dan do’amu berhasil ??..” Si B menjawab: “Karena engkau lebih mementingkan bagusnya pengucapan daripada makna …