All posts tagged: haram

Ulama canggung versi Hamka..

Makin aneh2 aja ya sekarang ini soal haram mengharamkan.. Pas Pemilu kemaren ada yang bilang milih salah seorang capres itu haram.. Ada yang bilang hormat kepada bendera merah putih haram.. Bikin peringatan Maulid Nabi haram juga.. Padahal kalo dampaknya positif, gaung kisah & nilai2 kebaikan Rosul makin “viral”, kan tambah bagus ya ?? Ada juga di sebuah acara tivi yang artis mendadak ‘ngustad’ pernah bilang: kalo ngirim Al-Fatihah untuk orang yang sudah meninggal itu bid’ah.. Dulu Rosul nggak pernah melakukan.. Dan katanya juga, kalo kirim2 Al-Fatihah dan do’a ke orang2 yang sudah meninggal itu nggak akan sampai.. Kalo gw sih sama sekali nggak berani ngomong sebuah bacaan atau do’a nggak akan sampai, atau nggak akan terkabul.. Karena terkabul / sampai atau tidaknya sebuah do’a itu mutlak hak Alloh semata.. Mosok manusia mau menandingi Alloh ??.. Terus ada juga yang lebih aneh.. Kuliah di ITB dibilang haram.. Karena logo ITB menyerupai Dewa Ganesha yang notabene milik orang Hindu.. Problem semiotika neh..  Dan ternyata, yang ini cuma humor satir yang dianggap serius.. Hyaha.. Ngucapin selamat natal juga …

awam haram..

Gw bukan orang yang mumpuni pemahamannya tentang Islam, malah bisa dibilang gw orang awam.. Lantas karena gw orangnya kepo-an akan agama gw sendiri, maka banyak pertanyaan2 yang muncul di kepala gw, dan bahkan sampe sekarang masih banyak yang belum terjawab.. Termasuk diantaranya tentang  hadis.. Gw bertanya2 kenapa hadis2 itu ada yang nggak saling “klop” dengan Al Qur’an, bahkan ada yang aneh juga dan terkesan udah gak relevan lagi dengan kemajuan zaman.. Setelah baca sana sini, gw paham ternyata hadis itu adalah karya ilmiah, dan penyusunannya sekitar lebih dari 100 tahun setelah zaman Rasulullah di era khalifah Umar Abdul Aziz dan TANPA pengawasan langsung dari Rasul, melainkan disandarkan pada kepakaran para ilmuwan hadis.. Berbeda dengan Sunnah (meski ada juga yang nyamain), Sunnah adalah segala keteladanan Rasul yang diminta diingat oleh para sahabatnya.. Karena itu hadis tidak bersifat mutlak seperti Al Qur’an – tanpa mengurangi rasa hormat kita pada para ilmuwan hadist.. (Agus Mustofa (2011), Beliau ngambil sumbernya dari Al Qur’an terbitan Arab Saudi yang selalu dibagikan pada jama’ah haji, bab sejarah penyusunan Al Qur’an & Hadis..).. …