All posts tagged: berubah

masa lalu (bentuk) strategi..

Postingan gw yang kemarin (masa depan (bentuk) diri..) itu soal pentingnya masa depan untuk membentuk sikap diri di masa sekarang.. Namun bukan berarti masa lalu nggak penting dan sekedar jadi masa lalu.. Cuman, gw beranggapan, kalo untuk soal membentuk sikap diri di masa sekarang, punya tujuan atau impian bisa sangat sangat berpengaruh.. Masa lalu jelas juga bisa sih membentuk diri kita yang sekarang.. Misal, saat sekolah / kuliah dulu, itu sangat bisa membentuk diri kita di saat sekarang.. Hanya saja kurangnya, kalau di masa lalunya seseorang itu hanya melakukan hal2 yang umum / biasa, maka besar kemungkinan di masa sekarangnya, orang tersebut akan jadi orang biasa.. Dan yang cukup vital adalah: nggak semua orang bisa mengambil pelajaran dari masa lalu.. Karena nggak bisa ngambil pelajaran, maka nggak jarang ada juga yang bisa jatuh ke lubang yang sama dua kali.. Pernyataan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik” bisa nyangkut di sini.. Guru HANYA bisa diambil pelajarannya kalo kita memperhatikan dia, fokus ke dia, dan benar2 mencoba memahami apa maksud dia.. Sebaik apapun guru, kalo “requirement” tadi nggak …

cambuk ketidak nyamanan..

Lanjutan dari postingan sebelumnya yang ini: “di tengah karena menengah”… Dimana hasil studi dari Mihaly yang menyatakan bahwa, orang2 dari “kelas menengah” secara statistik lebih sedikit yang mencapai kesuksesan besar / prestasi kelas dunia.. Disebabkan karena motivasi yang “menengah” juga.. Jadi perlu trik2 tertentu untuk membuat motivasi kelas menengah menjadi tetap tinggi.. Ini cuman sotoy2nya gw aja sih yang gw himpun dari beberapa buku bacaan gw.. Pertama, Gunakan teori OMA (One Minute Awareness).. OMA ini semacam menit dimana kita demikian tersentuh, dan menjadi berani membuat komitmen2 diri yang nggak tanggung2 tingginya.. Siapapun bisa menemukan, atau “menjadikan” peristiwa biasa disekitarnya menjadi OMA.. Contoh: Melihat orang meminta2, keluarga / orang kurang mampu, buat sebagian orang mungkin biasa.. Tapi bagi sebagian yang lain, bisa jadi sebuah motivasi yang memicu diri untuk berperan dalam mengubah kehidupan mereka.. Dan kalo mau mengubah mereka, diri ini mesti sukses dulu toh ??.. Dengan membawa “hati” yang bersih dalam melihat keseharian sekitar, OMA bisa diciptakan, dan motivasi seseorang bisa terjaga untuk tetap tinggi.. Masih banyak sebetulnya contoh dari OMA, poin dari caranya sih: …

di tengah karena menengah..

Nggak sedikit anak2 dari keluarga kekurangan justru kehidupan ekonominya melejit secara menakjubkan di saat dewasa.. Anak2 orang berada, rasa2nya lebih mudah kalo pengen jadi berhasil di masa dewasanya, karena beragam “fitur” yang tersedia sebagai anak orang kaya.. Terus, anak2 orang yang ekonominya biasa2 saja / menengah, sepertinya malah punya kecenderungan untuk jadi biasa juga di masa dewasa.. Bener nggak sih pernyataan kayak gini ?? Mihaly, seorang pakar kreativitas pernah melakukan sebuah riset tentang “situasional” sosial ekonomi ini.. Ia mengaitkan fenomena pada paragraf di atas dengan faktor keterdesakan.. Keterdesakan di sini lebih kepada situasi / “keadaan” seseorang dalam kehidupannya, atau bisa dibilang sebagai rasa nggak aman yang dialami oleh seseorang.. Sayang di buku yg gw baca ini, nggak disebutkan secara detail riset dari si Mihaly.. Namun secara garis besar, ia meneliti sejumlah orang dari sejumlah keluarga tertentu, dan diamati siapa2 saja yang mampu mencapai tingkat kesuksesan tertentu /  prestasi kelas dunia.. Mihaly menemukan dari keseluruhan subjek penelitiannya, mereka yang mencapai sukses / berprestasi kelas dunia, 34% merupakan anak orang kaya.. Bapaknya banyak yang bekerja sebagai guru …

Ajarin susah

ini tulisannya adhitya mulya (seorang penulis).. Tulisannya bikin gw mikir lagi tentang teori kreativitas yang bilang: “kemapanan adalah musuh dari kreativitas..”.. Plus, bikin gw mikir juga cara mendidik anak gw nantinya.. Gw dapetnya dari grup whatsapp sih.. Semoga bisa bermanfaat.. SYARAT HIDUP October 12th, 2015 Generasi Sebelumnya: Ada seorang operations manager dari sebuah client kantor gue – yang cool banget. Kita undang dia makan siang dan nasinya keras. Kita sebagai vendor yang baik, meminta maaf. Dia bilang, “Gak papa. Justru saya suka nasi keras. Gak suka tuh saya, beras sushi.” “Kok sukanya nasi yang keras Pak?” I cannot help but to ask. “Iya, orang tua saya ngajarin jangan pernah buang makanan. Nasi kemarin juga kita makan.” This may be simple. But this, blew my mind. ————————————————————————————————————— Dan setelah gue menjadi orang tua, di sini lah gue lihat banyak orang tua mulai mengambil langkaH yang tidak disadari, berdampak. “Saya waktu kecil, miskin. Saya pastikan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, termahal.” “Waktu kecil, saya makan aja susah. Saya pastikan mereka itu sekarang makan enak.” “Waktu kecil, saya …

Kreativitas & Al Qur’an..

Karena pernah ngajar kreativitas satu semester, gw jadi kepo.. Udah agak lama di kepala gw timbul pertanyaan kayak gini: “Ada nggak sih ayat2 di Al Qur’an yang bisa berkaitan dengan kreativitas ?”.. Bukankah ada banyak sekali hal di dalam situ ??.. Apalagi hal2 yang berbau science, bisa jadi malah bertaburan.. Euh, ini masih terkait sih sama postingan gw yang “Qur’anic inspiration” sebelumnya.. Beneran loh, ternyata ada ayat2 yang bisa ditafsirkan atau dimaknakan untuk “kepentingan” kreativitas.. Tapi kayaknya memang mesti ada syarat lain untuk bisa nemu hal2 kayak gini, yakni perbanyak referensi ilmu dulu, terutama untuk topik yang memang diinginkan.. Karena hidayah itu bukan ditunggu, terus dateng.. Tapi harus “bertindak” dulu, baru dia bisa dateng.. Gw setuju sama yang bilang: hidayah yang pertama itu akal pikiran, dan semua manusia (yang normal) udah punya yang ini.. Kalo si manusia bisa menggunakannya dengan baik, maka hidayah2 yang lain pun akan turun.. Salah satu ayat yang gw anggap bisa ditarik ke ranah kreativitas itu yang ini: “Hidup adalah permainan dan senda gurau belaka..”.. Loh ?!?.. Kenape yang ini ??.. …