me|write, think sotoy
Leave a Comment

ricari dulu..

Sekarang, penggunaan mesin pencari di internet (seperti google), udah jadi hal yang sangat lumrah.. Dipakenya juga bisa buat macem2: untuk nyari pengetahuan baru, buat nyari jawaban tugas anak kelas 4 SD, bahkan buat nyari link untuk debat di grup WA..

Ada kan ya, yang kalo debat/diskusi di grup WA gitu, sukanya kirim link hasil googling, dan bukannya ngasi hasil pikirannya sendiri.. Akhirnya jadi ‘berbalas link’.. Terus dengan cuma ngasi link begitu, terkadang seseorang sudah ngerasa dirinya pintar..

Berbeda dengan baca buku atau debat langsung tatap muka, mengandalkan link kayaknya lebih ‘effortless’.. Berbekal kemudahan pencarian informasi ini, seseorang berkesan menjadi lebih mudah untuk ‘tau segalanya’.. Yang umumnya sifat ‘tau banyak’ ini hanya melekat pada mereka yang kutu buku atau beneran pintar..

Di barat sono, ada sebuah studi yang menyimpulkan: fitur pencari di internet bisa membuat seseorang berpikir dirinya lebih pintar daripada yang sebenarnya..

Matthew Fisher dari Yale University telah mensurvey ratusan orang untuk kemudian bisa sampai pada kesimpulan tersebut.. Hasil studinya ini dipublish pada Journal of Experimental Psychology..

Fisher membuat dua kelompok, yang satu boleh buka2 mesin pencari internet, dan satu kelompok lainnya nggak boleh.. Pertanyaannya pun cukup beragam, mulai dari cara kerja ritsleting, kenapa keju swiss ada lubangnya, sampe gimana tornado terbentuk ??..

Hasilnya: kelompok yang boleh buka2 internet cenderung menilai pengetahuan mereka lebih tinggi daripada yang nggak boleh buka2 internet.. Terus dicoba lagi, pake kelompok orang yang lain.. Tapi sebelum tes dimulai, mereka diminta menilai pengetahuan mereka sendiri terlebih dahulu.. Sampai di sini bisa dibilang penilaian diri mereka sama..

Tapi setelah dibagi 2 kelompok, diadakan tes, dan di akhirnya diminta lagi untuk menilai diri sendiri, lagi2 kelompok yang boleh buka2 internet menilai pengetahuan mereka lebih tinggi dari yang tidak..

Fitur pencarian di internet membuat seseorang jadi lebih sulit menilai secara akurat ‘jumlah’ pengetahuannya sendiri.. Fisher bilang: “Semakin kita mengandalkan internet, semakin sulit kita menarik garis batas antara dimana pengetahuan kita berakhir, dan dimana web dimulai..”

Yang juga jadi masalah: orang2 jadi nggak menyadari kualitas penjelasan ataupun argumen yang mereka hasilkan.. Ya gimana ??.. Wong manut aja sama apa yang ada di link..

Nah ini nih kayaknya yang jadi sebab kenapa banyak orang lebih seneng ‘adu link’ di grup WA.. Hehe.. Link ibarat jadi ‘tameng’ atas lemahnya kualitas argumen atau malah ketidakpunyaan buah pikir sendiri..

Tapi gw heran deh, kemaren ada politikus ribut banget sama duit 2M, tapi diem mingkem sama yang duit 1T.. Mungkin mereka nggak buka2 internet.. Hehe.. Padahal kalo buka2 internet: 1T itu 1.000 M loh.. (^o^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s