me|write, think sotoy
Leave a Comment

[arti] pekerjaan

“Kalo kerja hanya sekedar bekerja, kerbau di sawah juga bekerja..”.. Tau quotes Buya Hamka yang ini ?? Gw seneng narik benang merahnya ke pemahaman “arti” dari pekerjaan..

Penelitian mengenai “arti” dari pekerjaan pernah dilakukan oleh Dan Ariely dkk (2010), dalam “Upside of Irrationality”.. Sekelompok mahasiswa diberikan balok2 Lego Bionicle (Lego robot).. Mereka diminta untuk bikin robot Lego sesuai manualnya.. Untuk robot pertama yang selesai, mereka dibayar $2.. Mereka boleh membuat robot kedua, ketiga, dan seterusnya, namun dengan bayaran yang makin kecil (dikurangin 11 sen per robot..)..

Waktunya, terserah mereka kapan mau udahan, dan mereka boleh membuat robot sebanyak mungkin sesuai keinginan masing2.. Nah, tanpa sepengetahuan para partisipan, Ariely membagi mereka menjadi 2 kelompok..

Pada kelompok pertama, setiap robot2 yang sudah jadi akan ditarok di dalam kotak, dan disimpan.. Nah, pada kelompok kedua, saat mereka selesai dengan robot pertama, dan memulai membangun robot kedua, robot pertama akan dibongkar oleh seorang asisten di depan mata mereka..

Perbedaan yang kecil sih, yang satu disimpan, dan yang satu lagi dibongkar, tepat di depan mata kepala mereka sendiri.. Dengan aturan bayaran yang sama, kira2 hasil outputnya sama atau berbeda ??

Ternyata perbedaan hasilnya cukup besar.. Kelompok pertama rata2 bisa menghasilkan 10,6 robot dan mengumpulkan bayaran $14,4.. Dan kelompok kedua rata2 menghasilkan 7,2 robot dengan mengumpulkan $11,5..

Tidak ketinggalan, Ariely juga menanyakan kesukaan mereka masing2 akan lego setelah eksperimen tersebut selesai.. Karena logikanya, harusnya mereka yang seneng maen lego, tentu bisa menyelesaikan lebih banyak robot bukan ??.. Ternyata jawabannya “Ya” untuk kelompok pertama, namun “Tidak” untuk kelompok kedua..

Kenapa hasilnya bisa beda ??.. Ya nyambung sama “arti” dari sebuah pekerjaan.. Kelompok pertama berbahagia melihat hasil pekerjaan mereka disimpan, dihargai dan berarti.. Sebaliknya kelompok kedua jadi mikir “Buat apa bikin robot banyak2, toh ujung2nya diancurin juga..”.. Partisipan di kelompok kedua segera kehilangan “arti” dari pekerjaan mereka, dan langsung berdampak pada semangat & motivasi mereka, meskipun suka maen Lego..

Kerbau memang bekerja, tapi tidak melihat “arti”.. Pejabat2 dewan bandel, mereka bekerja, tapi tidak melihat “arti” dari kerja mereka, mangkanya pada molor atau bahkan mangkir pas rapat.. Pembuat hoax apalagi, jangankan mikirin “arti”, mikirin baik atau buruk aja masih ngaco..

Pekerjaan sehari2 tanpa paham “arti” bisa seperti “ritual kosong” yang dibayar.. Terus kepingin bahagia gitu ??.. Bukankah banyak orang yang berharap bisa mendapatkan kebahagiaan dari pekerjaannya ??

Psikiatris Australia, W. Beran Wolfe menyatakan: “Jika Anda memperhatikan orang yang benar2 bahagia, Anda akan menemukannya pada mereka yang sedang membangun kapal, menulis simfoni, mendidik anaknya, menumbuhkan bunga Dahlia di tamannya, atau mencari telur Dinosaurus di Gurun Gobi..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s