me|write, think sotoy
Comments 2

gara gara guru..

Untitled-1Waw, ngeliat kasus plagiat dari seorang dosen yang dianggap “mumpuni”, rasanya gimanaa gituh.. Kalo gw baca2 komen di beberapa halaman berita online, ternyata banyak juga yang “ngefans” sama beliau, ngefans dalam arti yang sebenarnya, dan sama sekali nggak nyangka si dosen itu berbuat yang demikian.. Gw bisa kebayang gimana rasanya kalo gw jadi fansnya beliau.. Karena gw pun punya dosen yang gw anggap favorit.. Dosen yang gw anggap sudah berhasil membuka pikiran gw seterang-terangnya, serta membuat gw sadar pentingnya melihat dari beragam sudut pandang.. Dan kalo dia berbuat seperti itu, pasti ada rasa2 gimanaa gitu..

Kalo inget ituh dosen favorit gw, gw jadi inget beberapa pesannya yang oke ke guwe pribadi (karena saat itu gw lagi bimbingan tesis sendirian, bukan di kelas.. hehe..)… Tentu saja selain pesan yang standar: “terus belajar..”, ada juga pesan seperti ini: “Jangan percaya sama satu referensi..”..

Sekarang gw jadi semakin ngerti makna pesan yang kedua itu.. Ternyata hanya percaya pada satu referensi saja menjebak kita untuk hanya melihat dari satu sudut pandang.. Termasuk hanya percaya pada satu orang guru, juga menjebak kita untuk menjadi taqlid buta.. Bisa diliat di lapangan, terutama yang berbau agama, sejumlah orang segitu fanatiknya sama “guru”nya.. Sampe2 jelas2 kurang bener pun dianggap bener banget, dan nggak mau peduli dengan “guru2” yang lain..

Gw pikir, hanya percaya pada satu referensi ataupun guru membuat kita jadi “sempit” dan lamban berkembang.. Tengoklah kasus Beethoven.. Beethoven bisa jadi sehebat itu karena diam2 belajar pada guru yang lain.. Guru pertama Beethoven itu Joseph Haydn.. Tapi karena dianggap terlalu kaku (ia menganggap nggak bagus memasukkan unsur emosi dalam musik klasik), dan kurang mengerti ide2 musik Beethoven, diam2 ia berguru juga pada Johann Schenk.. Selain Schenk, Beethoven juga belajar pada Johan Georg & Anonio Salieri.. Kalo mau contoh lain, lihatlah Chinmi dan Naruto.. Itu mereka gurunya pada banyak kan yah.. Mangkanya bisa jadi sehebat itu.. Gwakakak..

Sekarang ini, “guru2” udah menjamah ranah media cetak dan media online atau virtual.. Banyak banget ilmu yang bisa kita dapet secara gratis dari guru2 yang hebat.. Tinggal gimana kitanya ajah..

Tapi, kalo gw perhatiin, baik dulu ataupun sekarang, guru yang baik itu selalu pembelajar yang baik.. Dan perlu diingat, nggak ada manusia yang sempurna dan nggak bisa salah.. Dosen dan guru kan bukan dewa, tapi manusia juga.. Jadi, jangan mengagungkan satu guru dan menganggap ilmunya paling sempurna.. Apalagi sampe bersikap mengecilkan diri dan memilih untuk sekedar “berlindung” dibawah nama besar mereka..

Kalo kata BJ Habibie: “Percaya itu baik, tetapi mengecek lebih baik..”  

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s