Year: 2012

more creativity please…

Belakangan baca artikel yang bilang kalo pendidikan di sini lebih kepada hafalan rumus2 dan kunci jawaban, tapi malah gak diarahin untuk memahami kapan dan bagaimana cara menggunakan dan “ngutal-ngatik” rumus2 tersebut.. Gw jadi keingetan cerita temen gw yang sempet mewakili Indonesia di olimpiade fisika, terus dia dapet beasiswa S2 fisika di itali kalo gak salah.. Dia pernah cerita begini ke gw pas waktu dia kuliah S2 fisika di sono: “Mas, dulu itu mas, pernah saya ngerjain soal dari si dosen di sana, itu jawaban sayanya 100an halaman semuanya rumus-rumus mas… Hadeeh, pokoknya ngerjainnya sampe begadang2 deh mas…”… gitu dia mulai cerita… Terus dia lanjutin: “Eeehh, tau gak mas.. ada mahasiswa lain yang sekelas sama saya, orang eropa, itu jawabannya tipis banget mas… Paling gak sampe 10 halaman… Dan jawabannya bener..!!”… “Emang sih, jawaban saya dan dia sama2 bener… Tapi ya gila aja.. saya setengah mati nyari solusinya, eh dia bisa pake cara yang lebih cepet gitu..” gitu dia bilang… Sang dosen kemudian mengkomentari jawaban rumus yang tebel setengah mati yang dia buat itu.. Katanya kurang …

mitos tentang kreativitas..

Teresa Amabile telah melakukan studi tentang kreativitas hampir selama 30 tahun, melalui kerjasamanya dengan para mahasiswa kandidat Ph.D, manajer berbagai jenis perusahaan dan mengumpulkan 12 000 jurnal harian dan serta berbagai aktivitas lainnya yang terkait dengan proyek kreativitas. Berdasarkan hasil telaahannya dia mengungkapkan 6 pandangan yang keliru atau mithos tentang kreativitas yang terjadi selama ini. Keenam mithos tersebut adalah. 1. Creativity Comes From Creative Types Ada anggapan bahwa kreativitas seolah-seolah hanya berasal dan milik kalangan atau golongan tertentu, misalnya kelompok orang-orang yang bergerak dalam bidang R & D, marketing atau advertising, yang didukung dengan bakat, pengalaman, serta kecerdasan yang luar biasa. Namun studi yang dilakukan menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kecerdasan normal pun sesungguhnya dapat memiliki kemampuan untuk bekerja secara kreatif, hanya mereka kadang-kadang tidak menyadari potensi kreatifnya, karena mereka bekerja atau berada pada lingkungan yang mengahalangi tumbuhnya motivasi intrinsik. Motivasi instrinsik inilah justru merupakan faktor yang dianggap dapat menyalakan seseorang untuk bekerja secara kreatif. 2. Money Is a Creativity Motivator Banyak orang beranggapan bahwa uang dianggap sebagai pemicu dan pendorong kreativitas. Studi eksperimental yang …