All posts tagged: Tuhan

HMAHMN..

Bagi yang muslim, pasti nggak asing dengan kalimat “Habluminallah dan Hablumminannas”, atau hubungan dengan Alloh dan hubungan antar manusia.. Dari dulu gw berpikir kalo konsep ini divisualkan, jadinya ada satu garis vertikal, yang ‘berdiri’ di tengah2 satu garis horizontal.. Tapi belakangan ini dapet perspektif yang lain.. Visualisasi seperti itu seakan masih belum komprehensif.. Seandainya kita adalah sebuah titik di dalam garis tersebut.. Saat kita bergerak horizontal ke arah kiri dan kanan, garis vertikal (Tuhan)nya jadi tidak bisa terbawa.. Seakan2 jadinya saat kita melakukan hubungan horizontal antar manusia, sangat mungkin untuk tidak ‘membawa’ Tuhan.. Dan pada kenyataannya ya ini kejadian.. Pedagang yang curang, pejabat yang korupsi, atau sejenisnya, relasi dan koneksi horizontal-nya bisa jadi banyak dan luas.. Namun karena nggak bawa2 ‘garis vertikal’, kemungkaran bisa terjadi, dan berdampak merugikan.. Juga sebaliknya, saat titik kita bergerak vertikal ke atas dan ke bawah, garis horizontalnya pun tidak terbawa ke atas / bawah.. Ini seakan-akan saat kita menjalin hubungan dengan Alloh, nggak perlu ‘membawa2’ manusia lain, jadi kayak ibadah individualis yang asyik sendiri.. Mangkanya kan ada orang yang ibadah …

dikiranya gitu, padahal..

Negeri ini banyak bencana karena pemimpinnya dzalim, dan blablablabla, maka dari itu Alloh marah.. Cukup familiar dengan kalimat begini ??.. Atau mengklaim orang lain masuk surga atau neraka atas dasar hal2 yang sifatnya atributif.. Seakan ada orang2 yang “kenal” banget sama Tuhan, sampai2 mereka tahu gimana Tuhan mesti bersikap.. Menurut Prof. Quraish Shihab, QS.112:4, “Tidak ada yang serupa dengan-Nya”, maknanya adalah: apapun yang terlintas di dalam benak menyangkut zat Alloh, baik yang bersumber dari kenyataan yang telah dilihat atau diketahui, maupun hasil imajinasi, maka Alloh tidaklah demikian..” Beliau juga menyatakan di dalam buku “Islam yang saya Pahami”, bahwa memang ada larangan berpikir tentang zat Alloh, karena berada di luar kemampuan daya pikir manusia.. Untuk mengenal Tuhan, manusia dapat merasa puas dengan informasi jiwa & intuisinya.. Banyak “pemikir” jatuh tersungkur, ketika menuntut kehadiran-Nya melebihi kehadiran bukti2 wujud-Nya.. Bukti2 seperti kehadiran alam raya dan keteraturannya.. So, nggak salah kalo kita merasa aneh ngeliat orang2 yang merasa “kenal dekat” sama Tuhan.. Sampe2 bisa menilai keimanan orang lain, atau mengajak-Nya “bermain” politik.. Kalo jagoannya kalah, nanti nggak ada lagi …

mengkritisi rumus saya + Tuhan = cukup..

Nih rumus pertama kali gw denger dari Mario Teguh, dan memang mungkin ini rumus asli hasil pemikiran beliau berkat perenungannya yang dalem.. Pertama kali gw denger rumus baru yang “aneh” begitu, gw agak2 bertanya-tanya.. Ape iye nih rumus bener..?? Koq kesannya jadi mengenyampingkan hal2 yang ada di sekitar kita..?? Kesannya jadi nggak butuh orang lain, nggak butuh bantuan sekitar, dan nggak perlu hal2 yang sifatnya “eksternal” dari keduniawian kita.. Tapi seandainya ini rumus ngaco’, nggak mungkin si pak Mario bisa jadi naek ke level seperti sekarang ini.. Dan nggak mungkin beliau berani juga mempopulerkan ini rumus dalam tayangannya yang lingkupnya nasional, atau internasional kali yee (kan bisa lewat youtube.. hehe..).. Jadi gw tertarik buat mikirin lebih dalem mengenai rumus ini.. Dan pada akhirnya gw memahami bahwa ini rumus tokcer !!.. Ini formula atau rumus yang hebat buat orang2 yang ingin selalu maju dan “naik” ke tingkat yang lebih tinggi.. Kenapa ?? Karena: “Saya” itu sebenernya kompleks.. Ada banyak hal dibelakang kata “saya”.. Ada orangtua yang melahirkan & mendidik, ada lingkungan yang membesarkan, dan ada pilihan2 …