pasrah dan do’a…
Setelah selesai sholat Jum’at tadi, gw ngeliat seseorang berdo’a khusyu’ banget… saat banyak jamaah udah pulang, dia masih mengangkat tangannya lumayan tinggi untuk berdoa’… walau gw gak tau apa yang dia do’ain atau apa permintaannya, ngeliat kondisi itu gw jadi inget kalimat di sebuah bukunya Agus Mustofa.. “yang bisa merubah takdir itu hanyalah do’a..” Apalah arti setiap usaha manusia kalo Allah tidak memberikan takdir akan hasil yang sesuai harapan.. gw berfikir do’a bisa menjadi salah satu bentuk kepasrahan kita sebagai manusia yang penuh kelemahan… manusia yang tidak berhak untuk sombong dan merasa diri lebih tinggi atau lebih baik dari manusia lainnya… Ada juga yang beranggapan sebetulnya semua tindak-tanduk kita ini sebenarnya adalah wujud dari do’a yang kita yakini dan kita panjatkan.. jadi nggak heran kalo orang bener-bener berdo’a dengan niat baik, yakin, lurus untuk satu tujuan, biasanya tindak-tanduknya juga sesuai dengan arah proses menuju tujuan dan apa yang sudah dido’akannya itu… mungkin ini salah satu cara Allah mengabulkan do’a seseorang… Mengharapkan semua kendali ada di tangan kita sama sekali nggak mungkin… mengharapkan semua keinginan kita …