All posts tagged: konsistensi

Sic Parvis Magna

Tumben2an sih gw bisa suka sama quote dari game.. Abisnya serial game ini emang keren di zamannya.. Terutama yang seri ke 4, beragam penghargaan berhasil disabet.. Mulai dari Game of The Year, Best Narrative, sampe Outstanding Direction in a Game Cinema.. Akhirnya di tahun 2022 kemarin, Sony ‘meng-convert’ game tersebut ke versi layar lebar yang dibintangi oleh Tom Holland si pemeran Spiderman.. Uncharted memang bukan sembarang game, tapi penuh dengan action kejutan, cerita yang apik, dan filosofi pencarian tujuan hidup.. Penggemar Indiana Jones dan game genre adventure, bakalan sukak dah sama ini game.. Berkisah tentang Nathan Drake yang tergila2 pada pencarian peninggalan harta karun bajak laut hebat dari beberapa abad lalu, Francis Drake.. Nathan atau Nate, si tokoh utama di game itu hampir selalu mengalungkan sebuah cincin (beneran nggak dipake di jari, tapi dikalungin dengan sebuah tali di lehernya).. Cincin itu merupakan warisan pusaka dari leluhurnya, cincin milik Francis Drake.. Di cincin tersebut terdapat sebuah tulisan latin: “Sic Parvis Magna”, sebuah motto sang bajak laut di tahun 1596.. Dalam English artinya: “Greatness from Small Beginnings”.. …

imun kontra..

Prof. Leon Festinger menyatakan, seseorang hidup di dunia ini pasti membangun urutan2, dan kata kunci untuk membangun urutan2 tersebut adalah konsistensi.. Dengan konsistensi itulah manusia membangun rutinitas dan kebiasaan: seperti jam makan & jam tidur, memilih tempat duduk favorit di sarana transportasi, termasuk menjadikan sebuah makanan menjadi favoritnya.. Dan kalo konsitensi ini terganggu, maka akan terjadi ketidak nyamanan.. Ternyata kognisi seseorang pun dibentuk dengan cara seperti itu.. Ada pola2 pikir yang akhirnya menjadi kebiasaan atau keyakinan.. Dan bila ada sesuatu yang kontradiksi dengan pikirannya atau keyakinannya sendiri, maka akan timbul perasaan nggak nyaman.. Kondisi kayak begitulah yang Festinger (1960) sebut dengan “Cognitive Dissonance”.. Contoh situasi kognisi nggak nyaman: Tau kalo youtube-an terus itu menghambat pekerjaan tapi tetep youtube-an; patah hati tapi tetep berpikir akan baik2 saja; atau tau kalo merokok itu buruk tapi tetep merokok.. Ketidak nyamanan ini bisa dihilangkan dengan cara2 berikut: (1) Mengurangi derajat kepentingan yang kontra (kerjaan ntar aja, mumpung wifi kantor kenceng & gratis, – youtube-an lebih penting..), (2) Menambah keyakinan2 baru (biarin gw ditolak, nanti dia pasti nyesel..), atau : (3) …

konsistensi dan babak akhir…

“Sebenernya yang gak kalah penting untuk diperhatikan dalam ibadah kita itu, ada pada saat-saat terakhir…” kurang lebihnya begitu kata pak ustad waktu ceramah di mesjid gue… Mulanya gw gak nangkep, tapi belakangan gw rada ngerti juga abis ngedenger penjelasannya lebih lanjut… Maksutnya saat-saat terakhir itu kadang bisa dibilang saat yang paling menentukan… Ibarat sebuah turnamen, yang paling akhir itu ya babak final… Termasuk urusan amal ibadah, ada yang memandang di saat-saat terakhirlah yang membuktikan apakah kita berhasil terus menerus konsisten apa nggak… Gw jadi teringat banyak cerita soal saat-saat terakhir ini… seperti wanita pelacur yang berlumur dosa yang di saat terakhir hidupnya memberikan air minum pada anjing yang hampir mati kehausan dengan bersusah payah turun ke dalam sumur dan naik kembali… akhirnya diceritakan dia masuk surga… Ada juga cerita seorang pembunuh yang udah membunuh 100 orang dan mau bertobat… cuman gw rada lupa ceritanya, pokoke kalo gak salah dia niat tobat total dan kata ulama dia mesti ngadep Rasul di Mekkah, tapi di tengah jauhnya perjalalan melalui padang pasir ia mati kehausan.. kemudian malaikat mengukur …