All posts tagged: keimananan

man iman..

Kemaren rame soal “Jangan temenan sama non-muslim, karena bisa menggerus iman..”.. Hehehe, lucu.. Bertahun2 jadi dosen, semua mahasiswa di kelas itu gw anggap sebagai temen.. Jadi kacau kan kalo pengajar ‘ber-paham’ model begitu.. Mosok gw jadi cuman boleh ‘nongkrong’ dan ngobrol sama yang muslim aja ?!?.. Fakta di kelas juga kejadian, yang non-muslim ada yang karya2 tugasnya lebih bagus, lebih rajin, dan lebih sering on-time masuk kelas.. Ketimbang mereka yang namanya pakai nama ala2 syari’ah.. Yaah, apalah arti sebuah nama.. Tapi mosok gara2 begitu iman gw jadi turun dan tergerus ??.. Pernah juga dulu gw ngebimbing karya tugas akhir mahasiswa Nasrani.. And you know what, dia karya tugas akhirnya membuat komik dari sejumlah ayat di kitab sucinya.. Sebagai pembimbing, ya karyanya harus gw baca lah.. Jadi tahu deh tuh: Matius, Yesaya, Kolose, Galatia, dll.. Membaca ayat2 / anjuran kebaikan dari agama lain, lantas apakah iman jadi turun ??.. Biasa aja tuh.. Justru gw jadi tambah yakin kalo pada dasarnya semua agama itu menyebarkan nilai2 kebaikan.. Di Qur’an kan memang sudah ada dasarnya juga, bahwa manusia …

give birth to himself..

Erich Fromm (1900-1980), seorang ilmuwan yang sangat tertarik pada sosiologi (bergelar Ph.D), dan juga suka konsep psikoanalisisnya Freud.. Sejumlah kalangan menyebutnya sebagai kontributor penting bagi humanistic psychology.. Pernyataan terkenalnya cukup lucu: “Man’s main task is to give birth to himself..”.. Entah ini lucu apa garing, hehe.. Yang jelas ini bukan dalam hal gender, namun dalam konteks pencarian jati diri.. Erich menyatakan; sebenernya manusia hidup dalam perasaan takut, cemas, dan tidak berdaya, karena hidup “sendiri” dan “terpisah” dari alam.. Menurut studinya; perasaan2 kayak gitu bisa dilawan dengan menemukan / mencari ide2 dan kemampuan diri sendiri yang otentik, “merangkul” keunikan personal diri, serta mengembangkan kemampuan untuk mencintai.. Menurutnya juga, ikut2an saja tanpa kemampuan “membangun” pikiran sendiri, justru semakin membuat kita menjadi asing bagi diri kita sendiri.. Kalo dipikir2, sepertinya keimanan seseorang juga bisa merupakan sesuatu yang bisa disebut otentik.. Karena perjalanan atau “pembangunan” keimanan setiap orang berbeda2.. Ada yang melalui jalan kehidupan biasa2 saja, ada yang melalui jalan penyakit, jalan ilmu, jalan kehilangan, pengucilan, dan masih banyak “jalan2” yang lain, sebagaimana Naruto dengan jalan ninjanya.. hehe.. Seseorang …