pemain jangkar..
Kata buya Hamka: “apa yang keluar dari hati akan masuk ke hati”.. Hati itu tempat bersemayamnya rasa.. Rasa itu, sepintar apapun seseorang menjelaskannya kepada orang lain, pasti bakalan susah membuat pendengarnya merasakan persis rasa yang sama.. Coba aja jelaskan rasa siomay kepada orang lain, pasti susah membuat orang lain ‘merasakan’ siomay yang sama seperti yang kita maksudkan.. Tapi paling tidak, gambaran atau esensi besarnya tetep bisa tersampaikan… Misal, siomaynya enak, gurih.. atau semangkanya manis, jeruknya asem, dan lain sebagainya.. Itu juga sebabnya, kalo orang nonton film sedih bisa ikutan nangis bombay, karena esensi kejadian rasa sedihnya tersampaikan, ditambah kejadiannya bisa ditampilkan secara visual atau dikonstruksi melalui daya imajinasi manusia seperti melalui novel, drama radio, dan lain sejenisnya.. Biasanya, kalo buat gw pribadi sih… Orang yang sudah mengalami perasaan tertentu, atau tahu ‘rasa’nya melakukan sesuatu, kemudian bercerita, ceritanya akan lebih “masuk” ke hati para pendengarnya.. Mustahil seseorang membuat orang lain paham akan rasa semangka kalo dia sendiri belum pernah makan semangka.. Itulah kenapa gw lebih suka cerita orang2 sukses yang from nothing to something, kalo perlu …
