All posts tagged: haters

emosi negatif & kreativitas..

Seringkali, saat lagi kesel, marah, atau bete’, gw lampiaskan pada kerjaan, atau bikin gambar, atau tulisan.. Contoh terakhir, postingan tulisan tentang penceramah yang “rese” itu (yang judul postingannya “ukhuwah wah”).. Tulisan itu bener2 tercipta gara2 gw kesel sama khotib Jum’atnya.. Padahal kan, kesel atau marah itu emosi negatif ya..?? Saat pilpres 2014 dulu juga gitu, karena gw kesel sama mereka yang suka fitnah2 salah satu capres (dan ini keji banget !!), padahal Islam sejatinya nggak ngajarin yang begitu, dan akhirnya “serial” kampanye ala2 tokoh komik manga versi gw pun tercipta.. Aneh.. Jangan2 emosi negatif dan kreativitas memang ada hubungannya.. Lantas, kepo gw pun kumat.. Terus cari & baca2 artikel riset kreativitas lagi deh, dan akhirnya: Bingo !!.. Ternyata beneran ada yang melakukan studi mengenai hal ini.. Studi dari De Dreu, Baas, & Nijstad (2008) dalam “Hedonic tone and activation level in the mood-creativity.”, meyimpulkan bahwa emosi2 negatif yang intens dapat membuat seseorang menjadi memiliki pemikiran refleksi-diri yang kuat, dan juga ketekunan yang berujung pada peningkatan kreativitas.. Studi dari Kaufmann & Vosburg (1997) dalam “Paradoxical mood …

Rasa Benci – versi Buya Hamka

Satu lagi tulisan beliau yang perlu diabadikan di blog gw: Segala sesuatu ada buruk dan baiknya.. Maka sekiranya kita melihat alam atau manusia dengan mata kebencian, tidak akan terdapat dalam alam barang yang tidak tercela.. Matahari begitu berfaedah membawa terang.. Si pembenci tak dapat menghargai matahari lantaran panasnya.. Bulan begitu indah dan nyaman, si pembenci hanya ingat bahwa bulan itu tidak tetap memberi cahaya, kadang2 kurang.. BAGI PEMBENCI TIDAK ADA KEBAHAGIAAN, nonsen !!.. Tidak ada pengarang yang pintar, tidak ada pemimpin yang cakap, tidak ada manusia yang baik, semuanya bercacat.. Orang yang masuk kepada rumah yang indah, keadaan rumah itu akan didapatnya menurut ukuran hatinya seketika dia masuk.. Jika masuk dengan rasa kecintaan, elok dipandang matanya apa yang tersusun teratur dalam rumah itu.. Kalau terdapat cela satu dua, dilipurnya atau dimanfaatkannya.. Tetapi kalau masuk dengan kebencian, tidak kelihatan keindahan susunan dan aturan, yang kelihatan oleh orang yang cinta tadi.. Matanya menjalar ke dinding, melihat kalau di sana ada jaring laba2, menjalar ke dapur, kalau2 piringnya ada yang tak dibasuh.. Bila dia keluar, aib itulah yang …

lensa persepsi..

Seseorang selalu memandang dunia ini dengan persepsi.. Di banyak referensi disebutkan, persepsi seseorang bersifat subjektif.. Analogi paling sederhananya dari teori ini: persepsi ibarat jenis lensa kamera DSLR.. Tau jenis lensa kamera kan ??.. Ada yang fish eye, macro, tele, wide, dsb.. Penggunaan lensa yang berbeda untuk sebuah objek yang sama, akan menghasilkan gambar yang berbeda.. Misal objeknya adalah kucing.. Coba ambil foto si kucing dengan lensa fish eye, si kucing akan keliatan kembung membulet.. Kalau pakai tele, bisa jadi hasil foto si kucing cuman kupingnya doang karena efek zoomnya.. Padahal objeknya tetep sama: kucing.. Intinya, penggunaan jenis lensa bisa “mengambil” hasil akhir yang berbeda, meskipun objeknya sama.. Dengan teori ini, sangat logis kenapa haters selalu mengambil kesimpulan yang berbeda dibandingkan “lovers”.. Taroklah objeknya misalnya Jokowi.. Apapun yang dilakukannya akan disimpulkan sebagai kesalahan dengan lensa (baca: persepsi) kebenciannya.. Sedangkan “lovers”, atau “netralers”, umumnya akan mengambil kesimpulan yang berbeda, bahkan bisa bertolak belakang dengan haters.. Karena mereka melihatnya dengan lensa cinta atau netral.. Persepsi ini bisa terbentuk dari pelajaran seseorang bertahun2.. Gw setuju dengan Arifin, MBA (2012) …