All posts filed under: read|me
Hambatan Di Dalam Menulis
Description:nulis perlu bakat… benarkah ?? Ingredients:copas dari sene neh… http://education.feedfury.com/content/16689384-hambatan_di_dalam_menulis.html Directions:Ketika Anda akan menulis, Anda sering menemui hambatan. Hambatan itu antara lain:1. Hambatan dalam memulai menulis;2. Hambatan dalam menuangkan ide;3. Hambatan merangkai kalimat/kata dengan tepat;4. Hambatan perbendaharaan kata/istilah;5. Hambatan rendahnya minat dan motivasi;6. Hambatan rendahnya minat baca, akibatnya wawasan menjadi sempit7. dan lain sebagainya. Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dimulai dengan biasakan membaca apa saja, ingat ada ungkapan, “buku yang belum pernah Anda baca buku baru”. Dari ungkapan ini bisa diartikan bahwa semua informasi baik itu ditulis tahun berapapun dan ditemukan tahun berapapun selama Anda belum mengetahuinya artinya itu hal yang baru bagi Anda. Bakat tidak diperlukan di dalam menulis Semua orang pasti bisa menulis. Mengapa? Karena menulis itu sebenamya mudah. Syaratnya juga gampang. Kalau Anda bisa membaca pasti bisa menulis. Arswendo Atmowiloto pernah mengatakan bahwa “menulis itu gampang”. Andreas Harefa mengatakan bahwa menulis merupakan keterampilan tingkat dasar. Contohnya Adam Malik, tokoh yang pernah menjadi Wakil Presiden RI, temyata sekolahnya hanya sampai kelas lima SD, tetapi Beliau sangat pandai menulis. Ini sebuah bukti bahwa untuk bisa …
“akal manusia laksana matanya dan agamanya laksana cermin; dia tidak dapat melihat dengan jelas keadaan dirinya kecuali dengan bantuan akal dan agamanya sebagaimana dia tidak dapat melihat dengan jelas rupa wajahnya dengan nyata kecuali dengan bantuan cermin” – Al Hasan Bin Miqdad –
Lebih Cerdas dengan Permen Karet?
Description:hehehe… kunyah teruuuss… Ingredients:copas dari sene neh… http://abuthalhah.wordpress.com/2009/04/26/lebih-cerdas-dengan-permen-karet/ Directions:Penelitian terbaru Baylor College of Medicine, Houston, menyimpulkan bahwa permen karet dapat meningkatkan konsentrasi sehingga membantu siswa lebih memahami matematika. Salah seorang peneliti, Craig Johnston, menjelaskan, siswa pengonsumsi permen karet selama pelajaran matematika mendapatkan nilai lebih baik daripada rata-rata di kelasnya. “Untuk kali pertama kita bisa melihat bahwa siswa menjadi lebih cerdas ketika diperbolehkan mengunyah permen karet dalam kelas,” ujar Gil Leveille, direktur eksekutif Wrigley Science Institute, seperti dikutip Reuters kemarin (23/4). Para peneliti Baylor mengambil sampel studi empat kelas matematika atau 108 siswa berusia antara 13-16 tahun. Objek penelitian mereka adalah siswa dari keluarga tidak mampu keturunan Hispanik yang bersekolah di Houston, Texas. Setengah dari sampel penelitian tersebut diberi permen karet gratis untuk dikonsumsi selama mengikuti pelajaran matematika, mengerjakan PR, dan ujian. Mereka mengunyah permen karet selama 86 persen dari keseluruhan waktu pelajaran matematika dan 36 persen waktu mengerjakan PR. Sedangkan sisanya tidak mengonsumsi permen karet. Setelah 14 minggu, nilai matematika mereka yang mengonsumsi permen karet meningkat 3 persen dari sebelumnya. Meski secara statistik kecil, perubahan …