bocah ajaib..
Belum lama ini sempat liat sebuah postingan bergambar dengan caption: “Sarjana di usia 13 tahun, anak jenius ini jadi pengangguran..”. Ini terjadi di Tiongkok.. Sempat mendapat perhatian publik karena meskipun di usia ‘dini’, dia menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam beberapa mata pelajaran.. Salah satunya matematika, diberitakan dia berhasil meraih medali emas pada event kompetisi matematika internasional.. Lanjut kuliah terus sampai doktor, menjadi doktoral termuda di Tiongkok, lantas sempat menjadi guru paruh waktu.. Sempat terlibat beberapa projek, dan mencoba membuat projekan sendiri, namun banyak mengalami kegagalan, kemudian menyerah.. Di belahan dunia yang lain, ada anak2 ajaib yang bisa membaca di usia 2 tahun, bisa memainkan lagunya Bach di usia 4 tahun, belajar kalkulus di usia 6 tahun, ataupun mampu berbicara dalam tujuh bahasa dengan lancar di usia 8 tahun.. Waw.. Hebat banget kan ya ??.. Seharusnya kita bisa mengharapkan mereka2 ini untuk mengubah dunia.. Atau menjadi the next Batch, next Einstein, ataupun Leonardo Da Vinci.. Ternyata eh ternyata, kenyataannya berkata lain.. Anak2 jenius ini tidak luput dari penelitian.. Adam Grant (2016), dalam “Originals” menyatakan: Anak2 …




