me|write, spiritual
Comments 4

cetakan kesukaan..

Ada seorang dokter, dia cerita waktu magang dulu, seringkali ditempatkan di ruang paliatif.. Ruang yang menyediakan perawatan bagi pasien dengan penyakit serius atau kronis yang tidak dapat disembuhkan.. Fasilitas perawatannya fokus pada pengelolaan gejala, dukungan psikologis, sosial, dan spiritual..

Karenanya, si dokter ini jadi sering mendampingi orang2 yang (sudah tahu) akan meninggal dalam waktu yang tidak lama lagi.. Di situ dia banyak melihat tatapan mata orang2 yang menurut dia berada dalam kesadaran paling tinggi, karena mereka tahu dirinya akan meninggal..

Saat itu dia terpikir untuk bertanya kepada para pasien di situ: “Kalau seandainya diizinkan untuk kembali mengulang hidup, apa yang akan Anda lakukan ?”

Jawabannya terbanyak cukup mengejutkannya.. Jawaban apa yang paling banyak atau berada di urutan pertama ?? Ternyata: “Saya akan lebih banyak melakukan apa2 yang saya sukai..” Jawaban kedua yang paling banyak dia temukan: “Saya akan lebih banyak mengatakan I love you pada pasangan saya..”. Dan yang ketiga: “Saya akan lebih banyak memberi..”

Berkat jawaban pertama itu, si dokter ini jadi nggak mengambil kesempatan menjadi PNS.. Karena ia mau melakukan apa yang dia sukai, bukan yang didesain oleh orang lain.. Gw lupa sih, dia ini kayaknya akhirnya buka praktek sendiri, plus layanan spiritual gitu..

Dari para pasien itu, ia belajar bahwa menjadi “sesuatu” (bisa diisi sendiri dengan suatu jabatan atau profesi), meski dari luar terlihat menawan, tidak lantas otomatis membuat seseorang menjadi bahagia..

Kalo dari sotoy2nya gw, “melakukan hal yang disukai” itu erat berkaitan dengan minat, hobby, dan passion seseorang.. Sebagai orang yang menggemari tasawuf, spiritual, ataupun kesadaran, gw meyakini kalo passion, minat, bakat, hobby, itu ada benang merahnya dengan misi jiwa..

Seseorang nggak lahir ke dunia bagai kertas putih polos, namun ada warna dasar atau corak tertentu yang memang sudah disematkan.. Untuk apa ? Ya untuk menjalankan misi jiwanya.. Sulit menemukan misi jiwa kalo proses penemuan jati diri belum selesai..

Menurut Nouman Ali Khan, Founder dan CEO Bayyinah Institute, topik penemuan jati diri itu ada di QS.17:84: “Tiap2 orang berbuat menurut keadaannya masing2”.. Ada di kata syakilaah (keadaannya), akar katanya ‘syakl’, dan artinya bisa “form”, bentuk, atau cetakan.. Dari perspektif psikologi bisa diartikan kecenderungan kuat di dalam diri..

Di terjemahan english kata ‘berbuat’ diterjemahkan sebagai kata “works”, atau bekerja.. Uniknya, di ayat “sebelahnya” QS.17:85, Alloh langsung berbicara tentang ruh.. Apakah ini ada kaitannya antara ruh seseorang dengan misi jiwanya setelah diturunkan ke dunia ? Entahlah..

“Seseorang nggak akan bisa mengenal diri sejatinya, sampai ia bisa menempatkan kecenderungan kuatnya (syakilaah-nya) dalam pekerjaannya sehari2.. “ – Nouman Ali Kahn.

4 Comments

Leave a comment