Year: 2024

archetype lokal..

Di dalam diri manusia, ada ‘pengetahuan bawaan’ yang diturunkan dari nenek moyangnya, dan mempengaruhi manusia berperilaku serta bermasyarakat.. Cal Gustav Jung menyebut hal ini sebagai Archetype.. Archetype merupakan sebuah pola tertentu yang menjadi bagian dari ‘collective unconscious’ manusia.. Karena adanya di dimensi “ketidak sadaran”, jadinya archetype ini sulit untuk dilihat secara kasat mata.. Apalagi bumi ini luas, jadi nenek moyangnya pun macem2, maka Archetype-nya pun bisa berbeda2.. Archetype sulit dilihat secara individual, karena merupakan ‘ketidaksadaran bersama’.. Ia akan kelihatan bila sudah mewujud dalam perilaku masyarakat; bisa melalui mitos, fenomena, seni, agama, dan sejarah.. Ia merupakan potensi terpendam, dan kemudian bisa teraktualisasikan melalui budaya.. Dr. Muhammad Faisal (2019), dalam bukunya “Generasi Kembali ke Akar” menyebutkan tradisi mudik lebaran merupakan contoh Archetype Indonesia.. Rela keluar sejumlah duit, mau bersusah payah menempuh padat dan macet dengan resiko kecelakaan demi melihat kampung halaman, kesemuanya merupakan pengetahuan yang turun temurun.. Beliau juga mengambil contoh definisi ‘pemuda keren’ versi lokal sebagai pola Archetype.. Mulai dari film “Darah Muda” tahun 1977 si Bang Roma, terus si Boy dari Catatan si Boy yang …

neo-alpha..

Pas liat2 fesbuk, eh lewat foto antrean beras jadul berdampingan dengan foto antrean beras sekarang.. Jadi inget ungkapan “History repeat itself”, sejarah berulang.. Waktu pengulangannya tentu tidak pendek, tapi bisa puluhan tahun.. Jadi inget juga teori generasinya Dr. Muhammad Faisal di buku “Generasi Phi” (2017).. Yang membagi generasi Indonesia berdasarkan masa remaja dan dewasa muda-nya: Alpha, Beta, Theta, dan Phi.. Generasi2 juga berulang, setelah Phi, akan balik lagi ke Alpha.. Menurut beliau, saat ini generasi Alpha baru (Neo-Alpha) sedang memasuki masa remaja dan dewasa muda.. Dari tahun kelahirannya, generasi ini lahir sekitar tahun 2005 ke atas.. Dan ciri pola dasar karakternya katanya sih akan sama dengan generasi Alpha awal (Founding Fathers) bangsa ini, seperti Soekarno, Tan Malaka, Buya Hamka, dsb.. Cara pandang generasi Alpha awal cenderung ideologis, religius, kedaerahan, nasionalis dan komunal.. Tantangan zaman yang mereka hadapi: kolonialisme dan mempersatukan bangsa.. Mungkin temen2 bisa juga mengamati, apakah mulai ada pemuda2 dengan karakteristik seperti ini ?.. Dan apakah iya kolonialisme dan persatuan bangsa kembali menjadi tantangan di negeri ini ??.. Kemarin sempet liat reels lagu mars …

orang vs manusia..

Pas lagi liat2 youtube tentang manusia, eh jadi keinget buku lama yang judulnya “Kembali Menjadi Manusia”.. Jadi ke-trigger aja di kepala “Hmm, ada ya orang yang bukan manusia.??”.. Emang apa bedanya antara orang dan manusia ?? Ternyata beneran beda.. ‘Orang’ itu kata benda yang nggak bisa jadi kata sifat.. Beberapa ciri kata sifat dalam bahasa sini; bisa ditambah dengan keterangan penguat ataupun pembanding, seperti: lebih, sangat, paling, dan sejenisnya.. Nggak ada tuh kalimat: “Gw lebih orang dari elu..”.. Atau “Pokoknya gw yang paling orang !!”.. (^_^!) Sedangkan manusia (human) ternyata bisa berubah jadi kata sifat, seperti: manusiawi dan kemanusiaan.. Gw bukan ahli bahasa, tapi seinget gw emang nggak pernah nemu kata “ke-orangan” dalam kalimat.. (^_^!).. Kita juga tidak asing dengan istilah peri-kemanusiaan, dan asing banget dengan istilah peri-keorangan (itupun kalo beneran ada).. Kalimat yang betul di beragam jenis bacaan pun: “Seorang manusia..”, bukannya “Semanusia orang..”.. Kalo pake “Semanusia orang” udah jelas salah.. Nah, kenapa kata ‘orang’nya duluan ??.. Apa makna-nya ??.. Bisa ditafsirkan: Jadi orang dulu, baru kemudian bisa menjadi manusia.. Ada yang menafsirkan, orang …

naruto tapi bukan..

Beberapa minggu ke belakang, kalo nonton TV, sering liat iklan sebuah partai yang pas endingya, pentolannya ngomong: “Inilah jalan ninjaku !!”.. (^o^!).. Euuh, rasa2nya gimanaa gitu.. Hehe.. Biasanya dalam membangun sebuah brand, ada asosiasi yang bisa ditarik dari item2 kampanye-nya.. Ini gw bertanya2, apa yang mau dihubungkan antara nih orang ataupun organisasinya dengan Naruto ?? Pas nonton debat cawapres terakhir juga begitu, ada cawapres yang pake (editan) jaketnya Naruto.. Harusnya ada benang merah yang bisa ditarik ke karakter Naruto.. Nah, itu apa ya ??.. Lagi2 gw nggak dapet.. Yang bisa gw hubungkan itu paling sama2 anak petinggi desa.. Tapi jauh beda juga.. Naruto kan baru tau kalo dia ternyata anak petinggi desa saat melawan musuh yang sangat “berat” dan skill-nya mendekati puncak.. Jauuuh sebelum2nya, Naruto mati2an merangkak dari bawah, kerja keras, belajar dan bertarung berkali2 bertaruh nyawa.. Dia bisa jadi petinggi desa (Hokage) pun, tentu karena kemampuan-nya yang sulit ditandingi.. Dibuktikan dengan prestasinya yang pernah menyelamatkan seluruh penduduk desa.. Bukan karena ortu dan pamannya.. Eh.. (^o^!).. Dari sedikit kisah tentang Naruto diatas, mana yang bisa …

no negative..

Dulu saat masih jomblo dan sedang merintis usaha, ada temen (cowok) yang umurnya cukup jauh di atas gw, dia sekitar awal 30an gitu.. Karirnya udah lumayan lah.. Di mata gw: ni orang udah mateng dan cukup buat nikah.. Jadi ya karena lumayan akrab, iseng aja tanya: “Lu kagak pengen nikah apa bro ??.. Karir oke, penghasilan asoy, cari apa lagi sih ??..” Gw inget banget dia jawab: ”Takut gw Gie.. Temen2 gw banyak yang cerai.. Gw takut kayak mereka itu..”.. Ye udah, gw nggak ‘menggali’ lebih dalam, karena itu urusan personal.. Langsung balik ke urusan kerjaan, karena waktu itu emang kami lagi kerja, ada projekan yang lagi digarap bareng.. Lagipula gw yakin koq dia cowok ‘lurus’ alias normal..(^_^)/.. Bener aja, ntah beberapa tahun kemudian dia nikah, dan gw dateng ke kondangannya.. Ada ungkapan: “You attract what you fear”.. Gw lupa tepatnya berapa tahun kemudian, dia cerai, masih tanpa anak.. Terus setelah beberapa tahun ‘single’, dia menikah lagi dengan perempuan lain, dan kemudian punya anak.. Saat anaknya berumur sekitar 5 tahun gitu, dia cerai lagi..(T_T).. Tahu …