Pas lagi liat2 youtube tentang manusia, eh jadi keinget buku lama yang judulnya “Kembali Menjadi Manusia”.. Jadi ke-trigger aja di kepala “Hmm, ada ya orang yang bukan manusia.??”.. Emang apa bedanya antara orang dan manusia ??
Ternyata beneran beda.. ‘Orang’ itu kata benda yang nggak bisa jadi kata sifat.. Beberapa ciri kata sifat dalam bahasa sini; bisa ditambah dengan keterangan penguat ataupun pembanding, seperti: lebih, sangat, paling, dan sejenisnya.. Nggak ada tuh kalimat: “Gw lebih orang dari elu..”.. Atau “Pokoknya gw yang paling orang !!”.. (^_^!)
Sedangkan manusia (human) ternyata bisa berubah jadi kata sifat, seperti: manusiawi dan kemanusiaan.. Gw bukan ahli bahasa, tapi seinget gw emang nggak pernah nemu kata “ke-orangan” dalam kalimat.. (^_^!).. Kita juga tidak asing dengan istilah peri-kemanusiaan, dan asing banget dengan istilah peri-keorangan (itupun kalo beneran ada)..
Kalimat yang betul di beragam jenis bacaan pun: “Seorang manusia..”, bukannya “Semanusia orang..”.. Kalo pake “Semanusia orang” udah jelas salah.. Nah, kenapa kata ‘orang’nya duluan ??.. Apa makna-nya ??.. Bisa ditafsirkan: Jadi orang dulu, baru kemudian bisa menjadi manusia..
Ada yang menafsirkan, orang tuh, kalo kerjanya cuman makan, tidur, kawin, ya sama aja seperti hewan.. Kata ‘orang’ juga rasanya lekat dengan kebendaan / materi.. Mangkanya pernah denger kan ada orang cerita atau gosip2: “Eh, jeung, itu anak2nya pak RW, sekarang jadi orang semua loh..”.. Maksudnya jadi orang kan: berhasil, sukses, yang secara umum dinilai dari materi..
Sayangnya, tidak semua yang berhasil jadi ‘orang’ bisa berhasil menjadi manusia.. Buktinya para koruptor.. Mereka bisa dibilang berhasil jadi ‘orang’, tapi di lain pihak, saat sifat hewani seperti serakah, nir-malu, nir-akhlak, memakan hak orang lain, dan seenaknya bikin orang lain menderita, saat itu mereka bisa dibilang belum menjadi manusia..
Tidak semua orang mau dan tertarik belajar menjadi manusia.. Mungkin karena level kesadarannya belum sampai, akibat kurang bisa merespon stimulus dari luar.. Atau bisa juga karena itu adalah hal yang menakutkan.. Belajar menjadi manusia harus berani “menguliti” diri sendiri.. Ia harus berani memelototi dosa2 dan kekurangannya sendiri..
Melihat secara detail kekurangan2 diri bukanlah hal mudah.. Pasti ada beragam excuse dan denial di situ.. Plus lagi, yang terkategorikan sebagai dosa itu biasanya enak dan nikmat.. Jadi bisa terombang-ambing antara ego dan nurani.. Antara penerimaan dan penolakan.. Menjadi manusia seutuhnya perlu proses panjang..
Suka dengan argumen: Al-Qur’an itu dibuka dengan surat Al-Fatihah, diawali dengan surat Al-Baqarah (Sapi Betina), dan diakhiri dengan surat “An-Nas” yang artinya Manusia.. Apa maknanya ??.. Perjalanan hidup manusia itu selayaknya terus naik, dari level hewan menuju level manusia..
