me|write, think sotoy
Leave a Comment

ribuan jam pengulangan

Minggu kemaren ada mahasiswa alumni yang men-tag via instagram.. Dia jadi pe-materi sebuah kelas online.. Di situ dia ngasi tau pesertanya teori 10.000 jam, yang notabene teori ini pertama kali dia dapetin dari gw saat masih kuliah.. Kaidah 10 ribu jam dipopulerkan oleh Malcolm Gladwell di tahun 2008 melalui bukunya “Outliers”..

Sejujurnya, kaidah 10 ribu jam itu masih gw pertanyakan di kepala gw sampe sekarang.. Pertama, karena sudah ada sejumlah orang yang bisa “melanggar” dan jadi ahli tingkat dunia juga.. Kedua, dunia semakin kompleks, cara2 dapat uang berkembang.. Dari aspek ekonomi, buat apa punya skill kelas dunia kalo dengan skill di bawah itu pun udah bisa berpotensi dapet cuan yang lumayan / banyak ?..

Ketiga, ada satu buku judulnya “The Creative Curve” yang ditulis oleh Allen Gannet (2018).. Allen juga agak meragukan formula mencapai keahlian kelas dunia ini.. Alasannya sederhana: kalo dengan 10 ribu jam saja, gw yang udah nyetir mobil sejak kuliah sampe sekarang, seharusnya skill nyetir gw udah setara dengan pembalap Nascar atau salah satu karakter Fast & Furious..

Allen juga melihat studi2 mengenai expertise, yang salah satunya membandingkan “high performer” dan “low performer” di beberapa skill yang spesifik.. Hasilnya, yang nggak kalah penting adalah MENTAL.. High performer lebih memonitor kondisi “internal” mereka, dan lebih fokus pada rencana performa saat berlaga..

Studi lain juga menyatakan, mereka yang ahli memiliki pola mental pada suatu bidang yang lebih tinggi dibandingkan orang rata2.. Para psikolog menyebutnya dengan “mental model”, yakni representasi otak kita pada konsep2 ataupun situasi2.. Para periset menemukan pentingnya mental model ini pada beragam skill, seperti programer komputer, tenaga medis profesional, dan pemain video game..

Allen melakukan konfirmasi pada K. Anders Ericsson, periset awal dari kaidah 10 ribu jam yang kemudian makalahnya ‘dikutip’ oleh Gladwell.. And you know what ?. Di bukunya ditulis: “Gladwell misread our paper..”

Salah satu kekurangan kaidah 10 ribu jam adalah mengabaikan “how you spend those hours”.. Untuk menaikkan skill, perlu adanya latihan yang bertujuan untuk “naik” level atau menutupi kekurangan.. Karena kalo nggak, ya kayak kasus gw nyetir di atas.. Nggak ada tujuan ikutan balapan apapun, niat naekin skill atau sadar kekurangan pun nggak ada, ya tentu saja melalui ribuan jam pun hasilnya akan tetap sama..

Menurut Ericsson, skill yang selalu diulang akan masuk ke bawah sadar, dan akhirnya menjadi aktivitas yang otomatis.. “Automaticity is the enemy of growing your expertise.”.. Begitu skill kita ujung2nya jadi otomatis, maka kita kehilangan kontrol akan hal tersebut.. “If you can’t control it, you can’t improve it..”- begitu kata Ericsson..

Leave a comment