me|write, think sotoy
Leave a Comment

[Sulap Hoax]

Menurut Lynda Walsh (2007), dalam “Sins Against Science”, istilah Hoax atau kabar bohong itu, sudah ada dari dulu banget.. Disebutkan asal katanya itu “Hocus”, dari mantra yang sering dilontarkan pesulap: “Hocus Pocus”.. Yah, kalo tukang sulapnya orang sini mah ngomongnya “Sim Salabim”..

Nggak tau juga detailnya, kok dari “Hocus” lantas bisa berubah jadi “Hoax”.. Akh, tapi itu nggak terlalu penting.. Yang gw perhatikan sih, koq ya “penggiat hoax” itu rada2 mirip sama korban tukang sulap.. Yaah, kayak2 kena “ilusi” dari pesulap gitu deh.. Hehehe..

Yang bikin & nyebar hoax juga terkesan seperti terkena sihirnya sendiri.. Dikiranya membikin & menyebar kebaikan, padahal yang disebar kemungkaran..

“Sim Salabim..”, Hoax pun tersebar, dan “dimakan”.. Bagi pemakan hoax: dikiranya kenyataan, padahal dagelan.. Akhirnya kita jadi kasian.. Dikiranya dirinya pintar, padahal hanya jadi “mainan” yang lebih pintar.. Bahkan jadi bahan tertawaan mereka, yang serius belajar karena ingin benar2 jadi pintar..

Dikiranya asupan vitamin, padahal micin.. Harapannya nutrisi, eh ternyata tanpa gizi.. Dampaknya nggak instan, tapi lama kelamaan.. Lama2 pola pikirnya jadi kurang optimal, karena mengolah data yang abal2..

Apalagi pemakan hoax sejati yang benar2 sudah tercuci otaknya.. Dikiranya sudut pandang cuman satu, padahal ada banyak.. Beda sudut, beda hasil.. Nggak bisa menyadari, kalo panci dilihat dari atas itu ya memang bulet, tapi kalo dari samping bentuknya kotak..

Nasi kotak pun kalo dilihat dari atas memang kotak, tapi kalo dari samping bentuknya persegi panjang.. Lantas kokoh pada satu sudut pandang, dan menghujat yang berbeda pandang.. Ntah beneran paham atau nggak arti dari kata “masif”, tapi jelas kurang paham istilah: “komprehensif”.. Ditambah lagi, lebih mengedepankan emosi dan prasangka, namun bukti serta fakta entah dikemanakan..

Perintah iqro’ hanya jadi numpang lewat.. Perintah “membaca segalanya” berubah menjadi hanya membaca dari yang sepemikiran, sekelompok, atau satu aliran.. Perintah cek kembali dengan teliti pun hanya jadi sekedar kalimat.. Dikiranya situasi di sekitarnya sudah gawat, padahal kondisi dirinya sendiri yang gawat.. Hikmah dan kebenaran jadi terlewat.. Kebencian pun ditelan bulat2..

Akibat terkena “Sim Salabim”, dari sekian banyak kacamata, yang dipilihnya kacamata kuda.. Hanya melihat lurus ke depan, meski pemandangannya tidak bagus, padahal di kiri kanannya ada banyak keindahan.. Sempit dan suramlah dunia ini bagi dirinya, padahal di sampingnya ada banyak yang berbahagia, meski RT/RW tempat tinggalnya masih sama..

Itulah sulap hoax.. Menganggap para pesulapnya selalu benar.. Padahal sepintar dan seahli apapun seseorang, pasti bisa khilaf dan ada salahnya.. Potensi penting akal untuk membanding2kan jadi sia2..

Terhadap tulisan ini juga, berhati2lah.. Mana tau ini pesulap yg membajak pemilik rumah.. Waspadalah waspadalah.. (^0^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s