me|write, think sotoy
Leave a Comment

muda tapi tua, tua tapi muda..

Untitled-1Om Mario Teguh pernah ngomong begini: “Sekarang ini banyak orang muda tapi kayak orang tua..” Postingan kali ini ya deket banget deh sama omongan beliau yang ini..

Suatu ketika, beberapa pengajar yang sudah “berambut putih” sedang berkumpul di depan sebuah kelas.. Usut punya usut, ternyata mereka sedang saling berkeluh kesah akan kedisiplinan para mahasiswanya yang seringkali masuk kelas tidak tepat waktu.. Saat mereka datang di jam masuk yang seharusnya, seringkali kehadiran kelas hanya diisi oleh meja dan kursi saja.. Yah, bonus deh: papan tulis berikut penghapusnya, dan infocus yang tergantung di langit2.. Hehe..

Cerita yang lain: Sudah beberapa kali gw “gonta-ganti” grup maen badminton, selalu saja gw bertemu orang2 yang juga sudah “berambut putih”.. Tapi kalo maen tanding lawan mereka, sama sekali nggak bisa diremehkan.. Bukan hanya teknik bermainnya, tapi semangat dan kesungguhan mereka untuk berolahraga dan pantang menyerahnya cukup terpancar keluar dari diri mereka.. Sampai2 bisa membuat yang muda2 kelabakan dan heran sendiri.. Semangatnya pun benar2 seperti anak muda..

Kalo liat dua cerita di atas, mana sih yang sebenernya anak muda ??.. Mana sih yang sebenarnya orang tua ??.. Yang berambut putiih justru bisa bangun pagi dini hari, berangkat & mengajar “tepat waktu” dengan semangat, sementara yang berambut hitam justru tidak bisa bangun pagi dan malas2an berangkat beraktivitas ??.. Jadi, siapa sebenarnya yang orang tua ??

Dari selama ini maen badminton pun gw juga ngerasa gitu, yang berambut putih seringkali staminanya tinggi, semangatnya tinggi (persis semagat orang muda), dan bahkan nggak jarang mampu mengalahkan yang berambut hitam.. Jadi, siapa sebenarnya yang orang muda ??.. Kalo kami “badmintoners” yang muda ini berkomentar tentang mereka2 yang berambut putih itu, selalu nadanya sama: “Yaah, mereka udah sering banget maen sih, jadinya udah biasa..”

Kalo boleh gw tarik kesimpulan, berarti salah satu kunci supaya bisa jadi orang “berambut putih” seperti mereka adalah kebiasaan.. Cuman, karena kita2 yang muda ini sering meremehkan kata “biasa”, akhirnya ya kata kebiasaan juga jadi hanya sekedar kata2 yang “biasa”.. Kita jadi sering lupa kalo kebiasaan itu dibangun dengan waktu yang lama, bukan timbul begitu saja.. Dibalik sebuah kebiasaan ada sesuatu yang berulang2 dan dijalani bertahun2.. Baik itu kebiasaan baik ataupun buruk, prosesnya selalu seperti itu..

Kembali tergambar di kepala gw beberapa orang tua yang gw tau umurnya sudah diatas 55 tahun, namun tetap sangat passionate menjalani hari2nya, sangat bersemangat beraktivitas seperti orang muda..

Gw coba ingat2 banyak orang lagi, gw coba inget2 diri gw sendiri di masa lalu, terus gw coba analisa.. Kayaknya sih, memang sebaiknya kita harus mencoba “notice” atau menyadari, dan mewaspadai kebiasaan2 buruk yang sudah “jadi”.. Bahkan sebisa mungkin mencegah “jadinya” sebuah kebiasaan buruk sejak muda.. Karena sepertinya lebih mudah untuk membangun kebiasaan2 baru, ketimbang membongkar kebiasaan2 buruk yang sudah jadi, lantas membangunnya kembali dari nol..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s