entrepreneurship, favourite, me|write, think sotoy
Comments 7

locus of control..

Untitled-1Ada kalanya rasa males nulis itu dateng ke guwe.. Sudah beberapa kali komitmen gw sendiri untuk nulis dan posting blog seminggu sekali udah gw langgar.. Rasa kepo gw pun membesar, akhirnya gw penasaran kepengen tau, sebetulnya rasa males itu kalo dari sisi ilmiah begimana sih ?? Sebenernya makhluk apa pulak rasa males itu ??

Philip G. Zimbardo, Scott, Foresman (1979) dalam bukunya “Psychology of Life” menyebutkan, kemalasan itu sebetulnya ada yang temporer dan ada yang akut.. Yang temporer bisa berbentuk sebuah keadaan (state) yang bikin kita jadi males.. Misal, karena gaji kecil lantas malas bekerja, karena dosen nggak oke maka si mahasiswa jadi males masuk kelas, karena nggak ada duit, maka males ngapa2in.. Gyehehehe..

Nah, yang kedua, kemalasan yang bentuknya akut dan bahkan bisa permanen.. Ini bentuk kemalasan yang memang si orangnya sendiri yang menciptakan, dan bisa menjadi karakter / ciri (trait).. Selama si orangnya sendiri nggak mau berusaha merubahnya, maka selama itu pula kemalasan tipe ini akan bersemayam di dalam dirinya..

Memang kalo dipikir2, nggak ada yang bisa mengobati orang yang terjangkiti penyakit kemalasan akut, meskipun itu motivator selevel dewa sekalipun, kalo orangnya sendiri emang nggak mau berubah.. Pihak luar hanya bisa menyentuh “kesadaran”nya saja, namun pilihan tindakan selanjutnya tergantung pada orangnya masing2.. Semua orang dewasa pasti tau / sadar kalo malas itu nggak menguntungkan, tapi toh pada kenyataannya masih banyak yang “mengadopsinya”.. Gyehehe..

Secara imliah sih, ada sebuah teori untuk melawan rasa malas, yaitu teori locus of control yang dikemukakan sama Julian B. Rotter (1954).. Teori ini berbicara tentang kesadaran penuh manusia dan menjadikan diri sendiri sebagai pusat kendali.. Jadi, kalo kita sadar penuh bahwa diri kita sebagai pusat kendali, meski ada pemicu2 kemalasan yang datang dari segala penjuru, kita tetap bisa menolak untuk menjadi pemalas.. Kalopun masih terjangkiti rasa malas, sifatnya pasti akan sementara / tidak permanen..

Teori locus of control ini juga merujuk pada konsep kausalitas / sebab akibat.. Orang dengan tingkat kesadaran yang tinggi benar2 paham bahwa mereka bertanggung jawab penuh atas hasil tindakan2 dan pilihan2 mereka sendiri.. Jadi kalo mereka milih untuk males (sebab), mereka sadar bahwa ntar hidupnya bisa jadi susah (akibat)…

Gw pikir, untuk sampe ke level “kesadaran” yang tinggi, perlu direnungi dalam2 alasan sebenernya untuk apa kita hidup.. Ada filsuf yang bilang: seseorang itu belum sepenuhnya hidup, sampai dia mengetahui untuk apakah kehidupannya..

Ada tulisan dari Pak Super yang sering nongol di TV yang gw suka:
“Pribadi yang malas dan lemah, sebetulnya sedang menyerahkan penggunaan waktunya untuk menjadi semakin terbiasa dengan kemalasan dan kelemahan..  Dan setelah dia sepenuhnya terlatih dalam kemalasan, dia akan menggunakan kemalasan untuk menolak apapun yang bisa memperbaiki kehidupannya yang lemah..”

Advertisements

7 Comments

  1. Pingback: Locus of Control LAGI !! | Lagi Lagi Halaman Guna Guna

  2. Tulisan-tulisan Kak Ogie tentang psikologi sama pengembangan diri menarik Kak, Kakak belajar dari mana? Yang jelas bukan kuliah ya, hehe

    Like

    • Hwa.. Belajar dari mana ya ?? hihihi.. Kuliah psikologi juga gak pernah.. Yang saya pahami sih, kuliah itu (apapun jurusannya) sebetulnya membentuk mental berpikir, belajar, dan sistematis menghadapi masalah.. Ada satu titik dimana kalo mental2 tersebut sudah matang, maka kita bisa belajar apapun dan bekerja sebagai apapun.. Buktinya, banyak kan orang yang profesinya gak sesuai sama bekgron kuliahnya.. hehehe.. Cuman masalahnya tinggal si orangnya sendiri, mau berpikir dan belajar atau nggak… (^_^!)/

      Image Hosted by ImageShack.us

      Like

  3. Pingback: DNA kehidupan.. | Lagi Lagi Halaman Guna Guna

  4. Pingback: MANUSIA INDONESIA – Sarlito Wirawan Sarwono | halaman guna guna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s