Month: October 2012

workhardwork..

Minggu kemaren, ada seorang entrepreneur yang dulu pernah mencuat namanya main ke kantor gw.. Euh, mungkin bisa dikatakan beliau kemaren itu sedikit curcol, karena bisnisnya lagi turun.. Unit2 usaha yang dulu pas pertama kali gw ketemu dia sedang bagus, lancar jaya, sekarang satu per satu gulung tikar… Dia cerita rugi satu setengah miliar… Dan sekarang ini dia sedang memulai bisnis yang berbasis online… Beliau ini kenal dengan Chairul tanjung, sering bersilaturahmi dan dekat dengan Bob Sadino, juga sedikit banyak entrepreneur2 lain selevelnya lah… Dia bilang selama gak kontakan gw beserta tim gw, dia juga sambil merenungi atas apa saja yang sudah ia lakukan.. ia mengamati orang2 yang lebih sukses dari dia menjadi bahan renungannya… Dan atas hasil pengamatan orang2 itu dia bilang begini pas di kantor gw: “Ada benang merah antara orang sukses yang satu dengan yang lain… mereka itu gigih banget, tekun, dan ulet…” Yaah, lagi2 kegigihan bekerja keras… Nggak ada yang lain apah ?? hehehe… Gw juga baca sejumlah buku2 sukses, dan kayaknya kegigihan kerja keras selalu masuk dalam resep keberhasilan orang2 sukses …

peng”anak emasan”…

Ini poto si Radinka Urvil Ulima.. Anak pertama gw.. belum ada rencana untuk yang kedua… apalagi yang ketiga… terlebih yang keempat.. hehe.. Yang jelas, makin nambah anak, harus makin pintar orang tua membagi perhatian dan kasih sayangnya… Harus bisa seadil mungkin.. Pernah gw baca di sebuah fotokopian pengajian punya nyokap gw, salah satu hikmah dari Qur’an Surat Yusuf itu adalah: adillah terhadap anak2 kita.. karena ketidak adilan diantara mereka bisa menyulut timbulnya iri dan dendam antara yang satu dengan yang lain… Gw sudah bertekad, seandainya nanti Allah memberikan gw anak lebih dari satu, gw akan berusaha bersikap seadil2nya terhadap mereka semua, tanpa melebihi atau lebih membenarkan yang satu diatas yang lainnya (Amiinn… semoga bisa beneran.. hehe..).. Dari semua yang gw lihat, dengar, dan rasakan sejak dulu, dari semua kejadian yang gw amati di sekitar gw, amatlah sangat menyakitkan menjadi seorang yang dikucilkan di dalam sebuah keluarga… Menjadi orang yang selalu salah di rumah meskipun di luaran dia benar, dianggap “aneh” dan jadi bahan tertawaan bagi saudara2 yang lain.. Menjadi bahan “aduan”, maksudnya, kalo ada apa2, …