All posts tagged: sendiri

buktikan sendiri..

Bulan kemarin, ada mahasiswa semester 2 yang dateng ke kantor gw.. Dia bilang mau diskusi.. Intinya, nih anak kepengen banget ngomik sendiri secara “full time”.. Udah ada penerbit yang nawarin dia untuk menerbitkan karyanya.. Dia galau, apakah mau lanjut kuliah, atau stop kulilah dan total ngerjain komik berikut revisi2nya yang diminta oleh pihak penerbit.. Dia berpikir, kalo lanjut kuliah, tugas2nya pasti akan tambah banyak, waktunya akan habis untuk ngerjain tugas, dan bukan ngomik.. “Udah nggak ada hasrat gitu mas, mau lanjut ke semester 3, pengennya ngomik aja..”, gitu katanya.. Pas gw tanya, udah ada MOU atau tanda tangan kontrak belum kalo karyanya pasti diterbitkan ??.. Ternyata belum.. Hmm.. Dan hebatnya juga, ternyata orang tuanya mempersilahkan dia untuk mengambil keputusan sendiri.. Mau lanjut kuliah boleh.. Mau nggak lanjut kuliah alias total ngomik juga boleh.. “Kalo ada masalah kayak gini, bukannya lu harusnya konsultasi ke kaprodi ya?? Kok datengnya malah ke gua sih..??”.. Gitu tanya guwa.. Dia jawab: “Lah, dari kaprodi malah disuruhnya konsul ke mas Ogie..”.. Hayyaaahh.. Jadi gw yang bingung kan.. Yaah, bermodal pengalaman ngomik, …

give birth to himself..

Erich Fromm (1900-1980), seorang ilmuwan yang sangat tertarik pada sosiologi (bergelar Ph.D), dan juga suka konsep psikoanalisisnya Freud.. Sejumlah kalangan menyebutnya sebagai kontributor penting bagi humanistic psychology.. Pernyataan terkenalnya cukup lucu: “Man’s main task is to give birth to himself..”.. Entah ini lucu apa garing, hehe.. Yang jelas ini bukan dalam hal gender, namun dalam konteks pencarian jati diri.. Erich menyatakan; sebenernya manusia hidup dalam perasaan takut, cemas, dan tidak berdaya, karena hidup “sendiri” dan “terpisah” dari alam.. Menurut studinya; perasaan2 kayak gitu bisa dilawan dengan menemukan / mencari ide2 dan kemampuan diri sendiri yang otentik, “merangkul” keunikan personal diri, serta mengembangkan kemampuan untuk mencintai.. Menurutnya juga, ikut2an saja tanpa kemampuan “membangun” pikiran sendiri, justru semakin membuat kita menjadi asing bagi diri kita sendiri.. Kalo dipikir2, sepertinya keimanan seseorang juga bisa merupakan sesuatu yang bisa disebut otentik.. Karena perjalanan atau “pembangunan” keimanan setiap orang berbeda2.. Ada yang melalui jalan kehidupan biasa2 saja, ada yang melalui jalan penyakit, jalan ilmu, jalan kehilangan, pengucilan, dan masih banyak “jalan2” yang lain, sebagaimana Naruto dengan jalan ninjanya.. hehe.. Seseorang …