All posts tagged: nafsu

lengkap kompleks..

Bagi yang muslim, biasanya udah pada tau ada ayat Qur’an yang menyatakan: manusia diciptakan Tuhan dalam bentuk yang sebaik2nya (Ahsani Taqwim).. Ada yang menafsirkan ‘Ahsani Taqwim’ itu dalam konteks fisik, dan ada juga yang sampai ke tatanan spiritual.. Lagi2 dari perspektif tasawuf, gw dapet lagi penafsiran yang nggak umum.. Ada lagi versi penafsiran “Ahsani Taqwim” yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang PALING LENGKAP.. Lengkap dalam artian: ada banyak ‘ciptaan’ Tuhan yang lain yang disematkan ke dalam diri manusia.. Baik itu yang fisik ataupun metafisik.. Ada ‘binatang’ liar, ada ‘wadah tanah’ yang bisa ditanami ilmu, ada ‘tanaman’ yang bersifat tumbuh, ada setan / iblis yang menggoda, ada malaikat, bahkan ‘bagian’ dari Tuhan sendiri pun sudah dihembuskan ke dalam diri manusia.. Disadari atau tidak, semua ‘kelengkapan’ tersebut punya potensi untuk terus bertumbuh.. Mau rajin ‘menanam’ ilmu ya ilmunya makin banyak, atau mau ngasi makan nafsu ‘hewan liar’ ataupun setan terus, ya dia akan tumbuh.. Sampe2 Buya Hamka dalam sebuah bukunya menyatakan bahwa manusia bisa jadi ‘setan’ tanpa manusianya sendiri menyadari.. (^_^!) Nyambung sama pernyataan Quraish Shihab: …

Hawa-nafsu versi Hamka..

Belakangan baca2 lagi bukunya Buya Hamka, nemu lagi deh sejumlah paragraf yang buat gw perlu diabadikan di blog gw sebagai pengingat diri.. Tulisan2 beliau memang masih banyak yang cocok dengan kondisi sekarang meski ditulis puluhan tahun lalu.. Sungguh benar2 ulama yang visioner.. Berikut kutipan langsung dari buku beliau “Tasawuf Modern” (1939) dari bab Bahagia & Utama.. “Kesempurnaan ibadah tergantung pula kepada kesempurnaan budi dan otak.. Keutamaan terlindung di dalam dua arti: (1) Keutamaan otak, ialah dapat membedakan antara jalan bahagia dengan yang hina.. Yakin akan kebenaran barang yang benar dan berpegang kepadanya.. Tahu akan barang yang salah dan menjauhinya.. Kesemuanya didapat dengan otak yang cerdas, bukan karena turut-turutan, bukan karena taqlid kepada pendapat orang lain saja..” “(2) Keutamaan budi.. Ialah menghilangkan segala perangai yang buruk2, adat istiadat yang rendah, yang oleh agama telah dinyatakan mana yang mesti dibuang dan mana yang mesti dipakai.. Serta biasakan perangai2 terpuji, yang mulia, berbekas di dalam pergaulan hidup setiap hari dan merasa nikmat memegang adat mulia itu..” “Adapun musuh yang senantiasa menghalangi manusia mencapai keutamaan ialah hawa.. Hawa-nafsu menyebabkan …

kitab fiksi ?!?

Rame banget ye soal kitab suci adalah fiksi.. Udah cukup jelas sih, pernyataan ini ya sangat2 salah.. Fiksi yang jelas2 hasil imajinasi, buatan manusia, dan kebenarannya nggak harus sejalan dengan kenyataan, eh disamakan dengan kitab suci.. Ngaco’ banget lah.. Karena kalo memang bener “sama dengan” fiksi, udah dari dulu kata2 dari Naruto, Saitama, Luffy dan kawan2nya bakal gw renungi dalam2, dan gw jadikan panduan hidup.. Gwakakak.. Kitab suci ya isinya firman Tuhan.. Kalo Qur’an sih jelas2 dinyatakan kalo ini kitab yang nggak ada keraguan, dan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS.2:2).. Menyebut kitab petunjuk sebagai buku fiksi, jelas aja gw tersinggung.. Gw tunggu jadwal demo bela2’an, eh tapi tuh jadwal nggak nongol2.. Hehe.. Yah, meskipun kitab petunjuk, tapi untuk sebagian orang, Qur’an bisa juga menjadi kegelapan (QS.41:44).. Kenapa bisa jadi “kegelapan” ??.. Mungkin karena penuh syahwat dan nafsu berkuasa, iman atau hatinya berkabut, jadinya gelap mata dalam “melihat” ayat2 Tuhan.. Sebagaimana kondisi gelap, seseorang nggak bisa melihat sesuatu secara utuh atau komplit.. Itulah kenapa dalam proses “doktrin” kepentingan tertentu, ayat2 yang diambil hanya ayat2 yang …