(Me:) & (Di:) maafkan..
Bermaaf-maafan memang bisa dilakukan kapan saja.. Sebagaimana puasa, yang salah satu esensinya adalah “menahan”, sebenarnya juga bisa dilakukan kapan saja.. Kita menahan tidak mengambil hak orang lain, menahan tidak tergoda orang lain selain pasangan resmi, menahan tidak berbuat sesuatu yang merugikan orang lain, atau bahkan menahan keinginan membeli game baru yang sangat diinginkan.. Hyaha.. 1 Syawal menjadi hari yang seakan spesial untuk maaf2an, setelah melalui bulan yang sifatnya spiritual, plus lagi setelah menang “menahan” setan di dalam diri masing2.. Seakan kesalahan siapa pun bisa dihapuskan di saat istimewa tersebut.. Euh, meski nggak semua sih.. hehe.. Ada yang bener2 “melepas” kembali setan2nya dengan menyebar berita hoax nan bohong bin fitnah.. Tapi apapun yang mereka lakukan, mungkin memang sebaiknya kita ini memaafkan juga.. Menurut psikolog Michael McCullough & Giacomo Bono dari Univ. Miami, memaafkan adalah bentuk bersyukur dan tanggapan positif terhadap kesulitan.. Yaa, bukankah kalo kita dikecewakan, disakiti, atau di “enggak enak-i” itu sebuah bentuk kesulitan ??.. Lantas, bukankah semua yang sampai di depan atau terjadi pada kita ini sebenarnya sudah melalui “approval” Tuhan ??.. Berhasil memaafkan …


