Latest Posts

Sic Parvis Magna

Tumben2an sih gw bisa suka sama quote dari game.. Abisnya serial game ini emang keren di zamannya.. Terutama yang seri ke 4, beragam penghargaan berhasil disabet.. Mulai dari Game of The Year, Best Narrative, sampe Outstanding Direction in a Game Cinema..

Akhirnya di tahun 2022 kemarin, Sony ‘meng-convert’ game tersebut ke versi layar lebar yang dibintangi oleh Tom Holland si pemeran Spiderman.. Uncharted memang bukan sembarang game, tapi penuh dengan action kejutan, cerita yang apik, dan filosofi pencarian tujuan hidup..

Penggemar Indiana Jones dan game genre adventure, bakalan sukak dah sama ini game.. Berkisah tentang Nathan Drake yang tergila2 pada pencarian peninggalan harta karun bajak laut hebat dari beberapa abad lalu, Francis Drake..

Nathan atau Nate, si tokoh utama di game itu hampir selalu mengalungkan sebuah cincin (beneran nggak dipake di jari, tapi dikalungin dengan sebuah tali di lehernya).. Cincin itu merupakan warisan pusaka dari leluhurnya, cincin milik Francis Drake..

Di cincin tersebut terdapat sebuah tulisan latin: “Sic Parvis Magna”, sebuah motto sang bajak laut di tahun 1596.. Dalam English artinya: “Greatness from Small Beginnings”.. Quote ini bisa relate ke banyak hal.. Kalo buat si Francis Drake sendiri, gw baca2 lagi ceritanya, awalnya dia cuman anak petani, tapi kemudian jadi bajak laut hebat.. Euh, agak ironi ya: hebat, tapi bajak laut, asosiasinya jahat.. Ah au’ ah.. Wkwkwk..

Tapi bagaimanapun, seorang petani (di darat) kemudian jadi tokoh pirate (di laut), bisa bilang itu sebuah pencapaian besar.. Dan Drake menyadari betul bahwa semua berawal dari hal ataupun tindakan yang kecil, seperti ide atau impian..

Facebook, Kopi kenangan, dll kalo baca sejarahnya, semua awalnya juga kecil.. Kalo level personal, yang relate dengan quotes ini contohnya Tahi Lalats.. Siapa yang pernah menyangka dia jadi sebesar sekarang dan bisa berkolaborasi dengan Luffy dkk dari serial One Piece ??..

Sic Parvis Magna bisa menjadi modal utama bagi orang2 biasa atau orang rata2 yang kepingin jadi ‘besar’.. Mulai dari yang kecil aja dulu, kerjakan terus satu dua hal sambil terus belajar.. Banyak cerita2 yang awalnya ‘cuman’ jualan siomay, jilbab, atau barang lain ‘kecil2an’, eh pada akhirnya beneran jadi ‘besar’.. Banyak yang tidak terlihat di medsos, tapi mereka beneran ada..

Sebuah impian atau tujuan bisa membuat seseorang berkomitmen dan kemudian memulai tindakan.. Setelah memulai, tentu ada proses.. Ini yang paling sulit.. Tandem dari ‘mulai dari yang kecil’ adalah konsistensi.. Kunci dari konsitensi adalah disiplin diri.. Sebuah rumah dibangun dari penyusunan satu-satu batu bata..

“Without commitment, you’ll never start.. Without consistency you’ll never finish..” – Denzel Washington..

HMAHMN..

Bagi yang muslim, pasti nggak asing dengan kalimat “Habluminallah dan Hablumminannas”, atau hubungan dengan Alloh dan hubungan antar manusia.. Dari dulu gw berpikir kalo konsep ini divisualkan, jadinya ada satu garis vertikal, yang ‘berdiri’ di tengah2 satu garis horizontal..

Tapi belakangan ini dapet perspektif yang lain.. Visualisasi seperti itu seakan masih belum komprehensif.. Seandainya kita adalah sebuah titik di dalam garis tersebut.. Saat kita bergerak horizontal ke arah kiri dan kanan, garis vertikal (Tuhan)nya jadi tidak bisa terbawa..

Seakan2 jadinya saat kita melakukan hubungan horizontal antar manusia, sangat mungkin untuk tidak ‘membawa’ Tuhan.. Dan pada kenyataannya ya ini kejadian.. Pedagang yang curang, pejabat yang korupsi, atau sejenisnya, relasi dan koneksi horizontal-nya bisa jadi banyak dan luas.. Namun karena nggak bawa2 ‘garis vertikal’, kemungkaran bisa terjadi, dan berdampak merugikan..

Juga sebaliknya, saat titik kita bergerak vertikal ke atas dan ke bawah, garis horizontalnya pun tidak terbawa ke atas / bawah.. Ini seakan-akan saat kita menjalin hubungan dengan Alloh, nggak perlu ‘membawa2’ manusia lain, jadi kayak ibadah individualis yang asyik sendiri.. Mangkanya kan ada orang yang ibadah ritualnya oke, tapi masih tidak peduli dengan kontribusi manfaat untuk alam sekitarnya..

So, berkat belajar sono sini, dapet deh konsep visual baru untuk Habluminallah dan Hablumminannas.. Bentuknya adalah segitiga sama kaki.. Ujung sudut atas itu Tuhan, ujung sudut kiri manusia, dan ujung sudut kanan itu alam semesta.. Kenapa alam ??.. Karena manusia tidak bisa hidup tanpa alam ini..

Dengan konsep ini pada dasarnya: manusia, Tuhan, dan alam selalu terhubung.. Seseorang nggak akan bisa melakukan hubungan horizontal antar manusia atau dengan alam tanpa membawa Tuhannya.. Karena Tuhan Maha mengetahui dan meliputi segala sesuatu, serta ke manapun ia menghadap, ada wajah Tuhan di situ..

Mangkanya, seseorang yang sudah mencapai level spiritual, tidak mungkin egois atau mementingkan dirinya sendiri.. Spiritual ada pada tatanan rohani, dimana ruh ataupun di level atomic kita semua adalah satu.. Perhatikan saja, spiritualis sejati perilakunya cukup erat dengan kepentingan banyak orang..

Demikian pula saat seseorang melakukan hubungan dengan Tuhannya, alam sekitarnya pasti terbawa.. Ketika seseorang beribadah ataupun berdo’a, ya pasti melakukannya di alam ini.. Adanya spiritual tanpa adanya alam semesta rasa2nya tidak akan mungkin..

Bila seseorang mampu membersihkan dirinya, kemudian menjalin hubungan baik dengan Tuhannya, lantas dibimbingNya, do’a2 dan tindakannya pasti untuk kebaikan seluruh makhluk di alam ini.. Ide2 kebaikan yang keluar dari dirinya akhirnya bukan hanya untuk kelompok A, B atau C, tapi untuk seluruh makhluk di alam ini.. Sebuah kebaikan universal..

Tapi ya gitu deh, untuk bisa sampe ke situ, perjuangannya beratnya minta ampun.. (^_^!)…

archetype lokal..

Di dalam diri manusia, ada ‘pengetahuan bawaan’ yang diturunkan dari nenek moyangnya, dan mempengaruhi manusia berperilaku serta bermasyarakat.. Cal Gustav Jung menyebut hal ini sebagai Archetype..

Archetype merupakan sebuah pola tertentu yang menjadi bagian dari ‘collective unconscious’ manusia.. Karena adanya di dimensi “ketidak sadaran”, jadinya archetype ini sulit untuk dilihat secara kasat mata.. Apalagi bumi ini luas, jadi nenek moyangnya pun macem2, maka Archetype-nya pun bisa berbeda2..

Archetype sulit dilihat secara individual, karena merupakan ‘ketidaksadaran bersama’.. Ia akan kelihatan bila sudah mewujud dalam perilaku masyarakat; bisa melalui mitos, fenomena, seni, agama, dan sejarah.. Ia merupakan potensi terpendam, dan kemudian bisa teraktualisasikan melalui budaya..

Dr. Muhammad Faisal (2019), dalam bukunya “Generasi Kembali ke Akar” menyebutkan tradisi mudik lebaran merupakan contoh Archetype Indonesia.. Rela keluar sejumlah duit, mau bersusah payah menempuh padat dan macet dengan resiko kecelakaan demi melihat kampung halaman, kesemuanya merupakan pengetahuan yang turun temurun..

Beliau juga mengambil contoh definisi ‘pemuda keren’ versi lokal sebagai pola Archetype.. Mulai dari film “Darah Muda” tahun 1977 si Bang Roma, terus si Boy dari Catatan si Boy yang oke tapi tetep rajin sholat, sampe Rangga dari AADC yang demen puisi.. Kesimpulannya: pemuda keren versi sini bukan yang 100% modern, dan bukan yang 100% tradisional.. Yang keren selalu yang di tengah2.. Si Dilan juga sepertinya bisa masuk ke ‘requirement’ ini..

Jadi kepikiran, ada Archetype apa lagi ya di Indonesia ini ?? Terus gw coba liat 10 besar film terlaris di Indonesia.. Ternyata dari 10 film terlaris sepanjang masa versi kompas 26/02/2024, empat filmnya berbau mistis.. Dan semua hantu lokal.. Vampire dan zombie mah lewat..

Bisakah ini sebenernya adalah Archetype kita ?.. Lebih doyan yang ‘ghaib’ dan mistis daripada yang logis ?.. Apa mungkin ini sebabnya Superhero lokal kurang diminati di sini ?.. Karena secara turun temurun, secara knowledge ataupun mitos kita lebih ‘deket’ dengan perdukunan, pewayangan, ataupun orang2 sakti dan para wali, ketimbang Superhero ?..

Di Madura, dulu ada Kyai yang kalau mau nyembuhin penyakit, cuman pake air putih, apapun penyakit si pasiennya, dan selalu sembuh.. Sepertinya ini bukan cuma beliau.. Ada banyak cerita di berbagai daerah yang punya kemampuan serupa.. Mungkin sekarang pun masih ada yang mempraktekannya..

Apa iya kemampuan mistis atau spiritual sebenarnya sudah ada di dalam DNA orang sini ?.. Cuman kitanya aja ‘tidak sadar’, jadinya baru berwujud potensi..

Dr. Faisal menyatakan, jangan kaget kalo nanti kita punya satu generasi yang menguasai maritim, mengendalikan alam, dan menembus dimensi langit dan bumi.. Karena karakter generasi merupakan warisan generasi leluhur.. Dan bakat2 tersebut pernah tercatat dikuasai oleh leluhur Nusantara..

neo-alpha..

Pas liat2 fesbuk, eh lewat foto antrean beras jadul berdampingan dengan foto antrean beras sekarang.. Jadi inget ungkapan “History repeat itself”, sejarah berulang.. Waktu pengulangannya tentu tidak pendek, tapi bisa puluhan tahun..

Jadi inget juga teori generasinya Dr. Muhammad Faisal di buku “Generasi Phi” (2017).. Yang membagi generasi Indonesia berdasarkan masa remaja dan dewasa muda-nya: Alpha, Beta, Theta, dan Phi.. Generasi2 juga berulang, setelah Phi, akan balik lagi ke Alpha..

Menurut beliau, saat ini generasi Alpha baru (Neo-Alpha) sedang memasuki masa remaja dan dewasa muda.. Dari tahun kelahirannya, generasi ini lahir sekitar tahun 2005 ke atas.. Dan ciri pola dasar karakternya katanya sih akan sama dengan generasi Alpha awal (Founding Fathers) bangsa ini, seperti Soekarno, Tan Malaka, Buya Hamka, dsb..

Cara pandang generasi Alpha awal cenderung ideologis, religius, kedaerahan, nasionalis dan komunal.. Tantangan zaman yang mereka hadapi: kolonialisme dan mempersatukan bangsa.. Mungkin temen2 bisa juga mengamati, apakah mulai ada pemuda2 dengan karakteristik seperti ini ?..

Dan apakah iya kolonialisme dan persatuan bangsa kembali menjadi tantangan di negeri ini ??.. Kemarin sempet liat reels lagu mars pemilu yang lyric aslinya diubah, jadi ada kalimat: “Hak demokrasi pura2, tanda kita belum merdekaa..”..

Versi National Geographic, kolonialisme merupakan pengendalian oleh satu kekuatan atas sebuah wilayah atau bangsa dengan tujuan menaklukkan penduduk dan mengeksploitasi..

Saat beras dan pangan dikuasai pihak tertentu, utak atik konstitusi, kecurangan ataupun kasus2 korupsi terpampang di depan mata sekarang ini, kemudian rakyat nggak bisa melakukan apa2, bisakah ini masuk dalam konteks belum merdeka ??.. Penggalan lyric mars pemilu diatas bisa jadi renungan..

Tantangan zaman persatuan bangsa, apakah juga sedang berulang sekarang ini ??.. Dengan munculnya radikalisme, ataupun ‘semakin terpisahnya’ lintas sosial ekonomi, dimana si kaya tidak empati pada si miskin, atau yang bependidikan dengan yang kurang berpendidikan ??..

Gw penasaran dengan ‘works’ atau tidaknya teori generasi dari Dr. M. Faisal ini.. Yang gw pahami, teori bukanlah kebenaran, namun merupakan salah satu CARA untuk melihat kebenaran.. Lebih bijak untuk melihat kebermanfaatan sebuah teori ketimbang menilai benar salahnya..

Kalau mengacu pada teori beliau, maka bisa jadi nanti akan muncul tokoh2 baru dengan pola pikir Founding Fathers negeri ini.. Beliau menyebut Neo-Alpha sebagai “the truth seeker”, dan merupakan generasi paling unik dalam sejarah generasi.. Mereka berada di titik antara konservatif dan modernitas.. Melalui teknologi saat ini, mereka bisa kembali menggali local wisdom dan trend masa lalu..

Disebutkan juga, generasi Neo-Alpha tidak pernah puas dengan jawaban2 mendasar dan mainstream.. Mereka mencoba mencari jawaban2 alternatif, baik itu melalui sejarah, budaya, maupun lingkungan sosial mereka..

Hooo, semoga saja..

orang vs manusia..

Pas lagi liat2 youtube tentang manusia, eh jadi keinget buku lama yang judulnya “Kembali Menjadi Manusia”.. Jadi ke-trigger aja di kepala “Hmm, ada ya orang yang bukan manusia.??”.. Emang apa bedanya antara orang dan manusia ??

Ternyata beneran beda.. ‘Orang’ itu kata benda yang nggak bisa jadi kata sifat.. Beberapa ciri kata sifat dalam bahasa sini; bisa ditambah dengan keterangan penguat ataupun pembanding, seperti: lebih, sangat, paling, dan sejenisnya.. Nggak ada tuh kalimat: “Gw lebih orang dari elu..”.. Atau “Pokoknya gw yang paling orang !!”.. (^_^!)

Sedangkan manusia (human) ternyata bisa berubah jadi kata sifat, seperti: manusiawi dan kemanusiaan.. Gw bukan ahli bahasa, tapi seinget gw emang nggak pernah nemu kata “ke-orangan” dalam kalimat.. (^_^!).. Kita juga tidak asing dengan istilah peri-kemanusiaan, dan asing banget dengan istilah peri-keorangan (itupun kalo beneran ada)..

Kalimat yang betul di beragam jenis bacaan pun: “Seorang manusia..”, bukannya “Semanusia orang..”.. Kalo pake “Semanusia orang” udah jelas salah.. Nah, kenapa kata ‘orang’nya duluan ??.. Apa makna-nya ??.. Bisa ditafsirkan: Jadi orang dulu, baru kemudian bisa menjadi manusia..

Ada yang menafsirkan, orang tuh, kalo kerjanya cuman makan, tidur, kawin, ya sama aja seperti hewan.. Kata ‘orang’ juga rasanya lekat dengan kebendaan / materi.. Mangkanya pernah denger kan ada orang cerita atau gosip2: “Eh, jeung, itu anak2nya pak RW, sekarang jadi orang semua loh..”.. Maksudnya jadi orang kan: berhasil, sukses, yang secara umum dinilai dari materi..

Sayangnya, tidak semua yang berhasil jadi ‘orang’ bisa berhasil menjadi manusia.. Buktinya para koruptor.. Mereka bisa dibilang berhasil jadi ‘orang’, tapi di lain pihak, saat sifat hewani seperti serakah, nir-malu, nir-akhlak, memakan hak orang lain, dan seenaknya bikin orang lain menderita, saat itu mereka bisa dibilang belum menjadi manusia..

Tidak semua orang mau dan tertarik belajar menjadi manusia.. Mungkin karena level kesadarannya belum sampai, akibat kurang bisa merespon stimulus dari luar.. Atau bisa juga karena itu adalah hal yang menakutkan.. Belajar menjadi manusia harus berani “menguliti” diri sendiri.. Ia harus berani memelototi dosa2 dan kekurangannya sendiri..

Melihat secara detail kekurangan2 diri bukanlah hal mudah.. Pasti ada beragam excuse dan denial di situ.. Plus lagi, yang terkategorikan sebagai dosa itu biasanya enak dan nikmat.. Jadi bisa terombang-ambing antara ego dan nurani.. Antara penerimaan dan penolakan.. Menjadi manusia seutuhnya perlu proses panjang..

Suka dengan argumen: Al-Qur’an itu dibuka dengan surat Al-Fatihah, diawali dengan surat Al-Baqarah (Sapi Betina), dan diakhiri dengan surat “An-Nas” yang artinya Manusia.. Apa maknanya ??.. Perjalanan hidup manusia itu selayaknya terus naik, dari level hewan menuju level manusia..