Suatu ketika pernah ngobrol sama temen baru yang profesinya dosen juga. Umurnya masih muda, gw tebak sih masuk ke millenials lah..
Sebagaimana Millenials dan Gen Z saat ini, pastilah ‘terpapar’ medsos.. Entah gimana ceritanya, pas ngobrol dia tuh ngomong gini “Sekarang koq rasanya saya jadi agak susah fokus dan gampang lupa ya ??.. Kayaknya sih ni gara2 kebanyakan nonton reels IG dan shorts nih..”
Pas awal gw masuk ke ruang tunggu dosen tempat ketemu dia pun, emang dia tuh lagi sendirian sambil mantengin HP-nya.. Kayaknya sih dia saat itu juga lagi nonton reels.. Bener nggak sih, tontonan berdurasi pendek bisa berdampak kayak gitu ?? Jadi kepo dong, akhirnya coba cari2 tau.. Dan ternyata dampaknya bisa lebih dari itu..
Ada sebuah studi yang dilakukan pada sejumlah mahasiswa di Tiongkok pada tahun 2022.. Studi ini mencoba menginvestigasi dampak dari kelebihan maen online games dan nonton video pendek (shorts) pada kecemasan, depresi, prospective memory, dan academically delayed of gratifications (ADOG)…
Ada 1016 mahasiswa yang dilibatkan.. Dari total yang dilibatkan, diketahui 20,8% mahasiswa maenin game online, 43,9% nonton video pendek, dan 35,3% menggunakan internet untuk kegiatan lainnya..
Hasilnya: online games dan shorts lebih dapat menyebabkan kecemasan ataupun depresi ketimbang kegiatan online lainnya.. Semakin banyak waktu yang digunakan untuk main online games dan shorts, nilai kecemasan dan depresinya jadi semakin memburuk.. Dan akibatnya, ADOG-nya pun menurun..
Instant gratification atau kepuasan / kesenangan instan yang disajikan oleh video pendek ini juga dinilai perlu diwaspadai.. Karena bisa mengikis kesabaran dan delayed gratification / penunda-an kesenangan.. Padahal untuk mendalami dan mengembangkan hal2 positif seperti hobby, pertumbuhan pribadi, dan pencapaian, sangatlah membutuhkan kesabaran dan disiplin..
Dan tentu saja untuk melakukan itu semua seseorang harus rela “menunda kesenangannya” untuk sejumlah waktu yang lama.. Mengkonsumsi video pendek membuat seseorang masuk dalam kondisi “quick rewards”, dan ujung2nya dapat membuatnya sulit untuk terikat dalam aktivitas yang membutuhkan komitmen jangka panjang..
Belum lagi urusan prospective memory.. Ini adalah “memory of future plans”.. Kemampuan untuk mengingat niat atau tindakan yang akan dilakukan seseorang di masa mendatang.. Jadi misalnya pas pagi, berniat ngerjain kerjaan tertentu nanti di malemnya.. Nah, online games dan shorts bisa ‘merusak’ hal ini melalui kesenangan instan dan turunnya ‘self-control’ untuk menyadari future plans..
Studi ini juga menemukan: nilai prospective memory pemain game online dan penonton shorts lebih rendah daripada kelompok lainnya.. Dan semakin lama waktu yang digunakan untuk maen atau nonton shorts, maka nilainya pun semakin turun secara bertahap..
Jadi, bukannya nggak boleh sih, cuman ya jangan berlebihan.. Cuman kan kelebihan apa nggak-nya ini yang masih abu2.. (^_^!)

Banyak negatifnya daripada manfaat.. blm lagi video yang di edit untuk kepentingan kalangan tertentu.. hhhhhh.. hp.. hp😊😊😊
LikeLike
Betul.. Buahaya banget buat jangka panjang..
LikeLiked by 1 person
Pingback: Aku Murka – Gila Itu Sehat