Banyak orang yang kepengen dapet petunjuk.. Di Qur’an kata ‘petunjuk’ disebutnya ‘Hudan’.. Sejatinya ide2 baru, solusi, atau informasi dan ilmu2 yang baru diketahui juga bisa dikategorikan sebagai petunjuk..
Banyak yang berharap dapet petunjuk, tapi yang banyak dilupakan adalah: kondisi ataupun ‘trigger’ supaya petunjuk bisa cepat datang.. Disadari atau nggak, petunjuk itu seringkali dateng di saat seseorang sedang BINGUNG (QS:93.7) ..
Di KBBI, bingung itu bisa berarti: (1) nggak tau mau ngapain, (2) nggak tau arah, (3) bodoh/tolol, (4) kurang mengerti, atau kurang jelas tentang sesuatu..
Nah, bingung tuh ada dua macem: Yang pertama: bingung natural.. Ini kondisi bingung yang diakibatkan siklus alamiah kehidupan, dimana seseorang sedang berada dalam kondisi blangsak atau terpuruk.. Hidup kan nggak selamanya mules, eh mulus.. Ada masa2 dimana seseorang dalam kondisi mentok, nggak tau harus ngapain lagi.. Biasanya di situ malah dapet petunjuk atau ilmu2 baru untuk lebih bisa ngadepin hidup.. Sesuai sama sebuah teori kreativitas: “Creativity comes from constraints..”
Yang kedua adalah bingung artifisial (buatan).. Ini bingungnya orang tengil atau songong (dalam arti positif).. Sengaja cari masalah.. Wkwkwk.. Memasukkan dirinya sendiri ke dalam kondisi bingung, atau ‘membangun’ kondisi bingungnya sendiri.. Paling gampangnya lewat mengajukan PERTANYAAN yang nggak umum, yang jawabannya susah, atau bahkan belum tersedia..
Misalnya di tahun 1940an, ada orang yang bingung dan kemudian mempertanyakan: “Kenapa sih hasil jepretan kamera itu nggak bisa langsung jadi ??.. Mesti dicuci dulu di kamar gelap, terus dicetak, emang nggak bisa langsung keluar gitu dari kameranya ??.. Berkat bingung artifisial ini, Edwin Herbert Land menjadi penemu kamera polaroid, dan namanya tercatat dalam sejarah dunia industri fotografi..
Jadi, para penemu itu sebetulnya dapet petunjuk ??.. Buat gw sih yes.. Bukan hanya para penemu, tapi juga para filsuf, para sufi, penyair, pemusik, ilustrator, arsitek, desainer grafis, semua jenis profesi, dan semua manusia bisa dapet petunjuk..
Tuhan nggak ngirim ‘Hudan’/petunjuk kayak orang ngirim surat satu persatu ke alamat2 tertentu.. Tapi Ibarat matahari, Dia terus menerus memancarkan sinar Hudan-Nya setiap saat.. Tiap2 manusia yang MAU, bisa mendapatkan sinar itu (QS:28.56) dan digunakan sesuai dengan kebutuhannya..
Seringkali manusianya aja yang kurang ngeh.. Implementasi simplenya gimana ??.. Coba buka youtube, facebook, atau medsos lain.. Ada beragam ‘potensi’ petunjuk di situ.. Tapi yang di’klik’ malah konten2 yang nggak ‘potensial’.. Wait !! kalo gitu, petunjuk itu bukan didapat dong, tapi dicari..
iYes.. Mereka yang nggak mencari, nggak akan menemukan.. Yang nggak bertanya, nggak akan dapet jawaban.. Banyak manusia menghindari ‘kebingungan’.. Merasa sudah cukup pintar dan nggak perlu bingung lagi..
Padahal orang yang bingungnya “berukuran besar”, petunjuknya juga berpotensi “berukuran besar”..
