HMAHMN..
Bagi yang muslim, pasti nggak asing dengan kalimat “Habluminallah dan Hablumminannas”, atau hubungan dengan Alloh dan hubungan antar manusia.. Dari dulu gw berpikir kalo konsep ini divisualkan, jadinya ada satu garis vertikal, yang ‘berdiri’ di tengah2 satu garis horizontal.. Tapi belakangan ini dapet perspektif yang lain.. Visualisasi seperti itu seakan masih belum komprehensif.. Seandainya kita adalah sebuah titik di dalam garis tersebut.. Saat kita bergerak horizontal ke arah kiri dan kanan, garis vertikal (Tuhan)nya jadi tidak bisa terbawa.. Seakan2 jadinya saat kita melakukan hubungan horizontal antar manusia, sangat mungkin untuk tidak ‘membawa’ Tuhan.. Dan pada kenyataannya ya ini kejadian.. Pedagang yang curang, pejabat yang korupsi, atau sejenisnya, relasi dan koneksi horizontal-nya bisa jadi banyak dan luas.. Namun karena nggak bawa2 ‘garis vertikal’, kemungkaran bisa terjadi, dan berdampak merugikan.. Juga sebaliknya, saat titik kita bergerak vertikal ke atas dan ke bawah, garis horizontalnya pun tidak terbawa ke atas / bawah.. Ini seakan-akan saat kita menjalin hubungan dengan Alloh, nggak perlu ‘membawa2’ manusia lain, jadi kayak ibadah individualis yang asyik sendiri.. Mangkanya kan ada orang yang ibadah …

