Month: September 2023

bingung kebenaran..

Kalo ngasi tugas2 desain ke mahasiswa, gw suka nggak ngasi contoh hasil jadinya.. Karena desain grafis itu ada faktor subjektivitasnya.. Jadi biarin aja mereka ‘bingung’.. Toh dasar2 teori dan implementasinya sudah disampaikan.. Tinggal gimana si mahasiswa mau mencari referensi dan berpikir mandiri.. Dalam konteks skill dan knowledge, hubungan guru dan murid seringkali menjadi hubungan hirarki yang ‘semu’.. Karena pada dasarnya nggak ada yang bisa mengajari orang lain, yang ada hanya men-share informasi kepada orang lain.. Kalo dipikir lebih dalam, memang yang gw lakukan di depan kelas itu ‘sekedar’ membagikan informasi berupa teori2 desain.. Yang kemudian harus baca2 atau cari referensi lagi ya si mahasiswa, yang harus melakukan latihan2 dan mengerjakan tugas ya si mahasiswa juga.. So, yang sangat menentukan adalah diri si murid sendiri.. Mau terus ‘mendevelop’ informasi2 tersebut atau nggak.. Gw pikir, ada baiknya membiarkan mahasiswa berada dalam fase ‘kebingungan’.. Karena di fase itulah umumnya seseorang lebih terpicu untuk mencari tahu dan mengobservasi lebih jauh.. Dan terbuka kemungkinan referensi yang akan dia temukan bisa saja lebih bagus daripada referensi gw sebagai pengajar.. Sikap berpikir …

analogi hidup..

Sejauh ini, ada beberapa analogi kehidupan yang gw tau.. Yang pertama: hidup adalah perlombaan atau pertandingan.. Hidup ibarat track balap lari atau arena tanding.. Jadinya, hidup penuh dengan persaingan, adu cepat, adu sukses, atau adu-adu yang lain.. Yang kedua: hidup adalah perjalanan atau sekedar mampir lewat saja.. Ini sering ditemukan dalam perspektif agama.. Ya namanya perjalanan, bisa santai, bisa menikmati apapun dalam perjalanan.. Tapi ya gitu, ‘sense of competitiveness’ jadi kurang terbangun.. Akibatnya, jadi nggak ada suatu impian / goal yang harus dikejar.. Hidup seadanya pun tak apa.. Yang ketiga gw dapet dari konsep psikologi Adler: hidup adalah tarian kontribusi.. Hidup ya ‘menari’ terus saja, masing2 orang cukup memperhatikan panggungnya masing2, tidak perlu pusing memikirkan panggung orang lain.. Cukup menari dengan bahagia menebar kontribusi / manfaat.. Dan karena tarian, pastilah bergerak (tidak ada tarian yang diam), nanti tauk2 akan sampai di tempat2 yang nggak terduga.. Pilih yang mana ?? Atau bisa juga di-‘mix and match’.. Kalau seorang atlit, pilihan pertama jelas lebih cocok.. Karena kompetisi memang sudah menjadi inti dari profesinya, dan menjadi juara adalah …