bingung kebenaran..
Kalo ngasi tugas2 desain ke mahasiswa, gw suka nggak ngasi contoh hasil jadinya.. Karena desain grafis itu ada faktor subjektivitasnya.. Jadi biarin aja mereka ‘bingung’.. Toh dasar2 teori dan implementasinya sudah disampaikan.. Tinggal gimana si mahasiswa mau mencari referensi dan berpikir mandiri.. Dalam konteks skill dan knowledge, hubungan guru dan murid seringkali menjadi hubungan hirarki yang ‘semu’.. Karena pada dasarnya nggak ada yang bisa mengajari orang lain, yang ada hanya men-share informasi kepada orang lain.. Kalo dipikir lebih dalam, memang yang gw lakukan di depan kelas itu ‘sekedar’ membagikan informasi berupa teori2 desain.. Yang kemudian harus baca2 atau cari referensi lagi ya si mahasiswa, yang harus melakukan latihan2 dan mengerjakan tugas ya si mahasiswa juga.. So, yang sangat menentukan adalah diri si murid sendiri.. Mau terus ‘mendevelop’ informasi2 tersebut atau nggak.. Gw pikir, ada baiknya membiarkan mahasiswa berada dalam fase ‘kebingungan’.. Karena di fase itulah umumnya seseorang lebih terpicu untuk mencari tahu dan mengobservasi lebih jauh.. Dan terbuka kemungkinan referensi yang akan dia temukan bisa saja lebih bagus daripada referensi gw sebagai pengajar.. Sikap berpikir …

