me|write, think sotoy
Leave a Comment

pseudo-creativity..

Baru nemu nih istilah pseudo-creativity.. Konsep ini pertama kali diajukan oleh Cattel & Butcher (1968), dalam “The Prediction of Achievement and Creativity”.. Istilah ini ditujukan untuk ide2 yang terkesan original dan oke, tapi sebetulnya nggak..

Cuman karena ‘kebetulan’ aja momennya pas, atau karena terdapat unsur ‘kebebasan’ di dalam kreativitas itu sendiri, jadi seseorang bisa sesukanya melontarkan ide2 yang aneh sekalipun.. Terlepas bisa dijalankan idenya atau nggak, yang penting kesannya kreatif dan original..

Runco (1999), dalam “Encyclopedia of Creativity” juga menyatakan kurang lebih begini: Mentang2 ide kreatif itu subjektif dan berkesan ‘nggak bisa salah’, bukan berarti bisa seenaknya melontarkan ide yang kontra atau berlawanan dengan hal2 yang konvensional.. Para Contrarian (mereka yang suka mengambil pilihan atau sikap yang kontra) seringkali mengeluarkan ide / opini yang nggak populer..

Orang2 model begini umumnya hanya mencoba untuk menjadi berbeda, tapi sebenarnya “they are not solving problems or expressing themselves.” – begitu kata Runco.. Ya tentu saja ide2 yang melawan status quo mampu lebih menarik perhatian audiens, dan menganggap “Heii, si do’i kreatif banget ye, idenya out of the box..”

Padahal idenya itu hanya sekedar me-reject apa2 yang sudah ada, dan demi kepentingan ‘rejection’ itu sendiri, bukan demi kepentingan kreativitas.. Contoh paling gampang bisa diliat di ‘arena pertempuran’ politik.. Ada banyak ide (baca: janji) mereka yang kontra, berkesan original dan berbeda dari yang sudah ada selama ini, tapi pas dijalanin melempem abis.. (^_^!)..

Atau malah janjinya nggak dijalanin sama sekali atau setengah jalan.. Karena memang pada dasarnya itu nggak mungkin dijalanin secara komprehensif.. Jadi ya hanya mau berkesan berbeda dan menarik perhatian pemilih aja..

Kreativitas terasosiasi dengan pemunculan ide2 yang bagus dan orisinal.. Menelurkan ide kayak gitu bukan hal yang mudah.. Simonton, seorang peneliti kreativitas menemukan; bahkan para jenius pun kesulitan untuk mengetahui kapan mereka bisa mendapatkan ide yang benar2 bagus..

Robert Sutton, seorang profesor dari Stanford berpendapat: para pemikir original di dalam prosesnya mencari ide yang bagus akan meng-generate banyak ide yang berupa mutasi aneh, juga menemui jalan buntu, bahkan kegagalan total.. Namun itu akan terbayar karena ‘gudang’ idenya jadi lebih besar, dan bisa jadi juga ada ide yang benar2 baru di dalam situ..

Dalam buku “Originals”, Adam Grant (2016) menyatakan: bagi kita orang normal, supaya bisa dapet satu ide yang bagus, paling nggak perlu meng-generate 25 buah ide dulu.. Karena biasanya ide2 awal adalah ide yang paling konvensional dan mirip dengan default yang ada.. Begitu pusing mentok, baru deh kita ‘terpaksa’ mencari ide2 yang nggak biasa..

“Kalian harus mencium banyak kodok sebelum menemukan seorang pangeran..” – Dean Karmen.

Leave a comment