Assalaamu’alaikum..
Credits 😐 Song Writer: Dedeh Ashfirayhani | Illutrator: Irfan | Music Arrangement: Ogie | Singer: Ani | All Creative process was developed by SignDesign team.. http://disigndesign.com
Credits 😐 Song Writer: Dedeh Ashfirayhani | Illutrator: Irfan | Music Arrangement: Ogie | Singer: Ani | All Creative process was developed by SignDesign team.. http://disigndesign.com
Jam segini saat puasa.. Lagu ini pas banget dengan suara hati.. Hyahahaaa.. Lucu nih lagu, jadi gw taro di blog dah..
Al Qur’an memang bukan kitab sains.. Tapi isinya bisa sangat menginspirasi bagi mereka yang suka atau bergelut di dunia sains.. Yang jelas untuk bisa terinspirasi dari Al-Qur’an, harus ada proses tafakkur atau berfikirnya.. Ada yang berpandangan, uniknya dorongan inspirasi dari Qur’an itu tergantung dari niat si pencari inspirasi.. Kalo niatnya jelek, ia akan bisa terinspirasi jelek, dan sebaliknya, kalo niatnya baik, ia akan terinspirasi baik.. Jadi orang bisa saja menafsirkan Al-Qur’an untuk kepentingan2 yang sifatnya keburukan berdasarkan niat yang ada di dalam hatinya.. Dasarnya ya ayat berikut QS. At Taubah (9): 124-125; Dan apabila diturunkan suatu surat (Al Qur’an), maka di antara mereka (yang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah keimanannya dengan (turunnya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah keimanannya, dan mereka merasa gembira. Sedangkan orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit (berniat jahat), maka dengan surat itu bertambah keingkaran mereka, disamping keingkarannya (yang telah ada), dan mereka mati dalam keadaan ingkar. Kalo yang niat jelek, yah mungkin para ektrimis yang senengnya bunuh membunuh itu, atau …
Karena gw jadi dosen pembimbing mahasiswa yang tugas akhirnya bikin komik tentang imam Syafi’, gw jadi baca2 lagi deh kisah2 beliau.. Benar2 manusia yang hebat.. Beliau benar2 pencari ilmu sejati.. Plus nggak pernah memaksakan “paham”nya atau pendapatnya harus diterima oleh orang lain.. Mau sependapat oke, nggak ya oke juga.. Benar2 jauh dari sifat merasa paling benar.. Yang tambah bikin gw takjub adalah beraninya beliau berbeda pemikiran dengan gurunya.. Nggak taqlid buta sama sekali.. Malahan beliau berani bikin mahzab sendiri.. Seakan menyampaikan pesan: “kemerdekaan berpikir” bukanlah sesuatu yang harus ditakuti dan dikekang erat2 oleh pola2 pikir lama.. Karena beliau beranggapan semua manusia (termasuk guru2nya) adalah manusia biasa.. Dan yang namanya manusia, pasti bisa salah.. Plus lagi, setiap zaman punya konteksnya sendiri2.. Tema “pemikiran” saat itu mungkin belum bisa seramai sekarang.. Dulu IPTEK masih sangat terbatas.. Medsos belum ada.. Gw membayangkan, kira2 “pemikiran” seperti apa yang akan dilontarkan Imam Syafi’i kalau beliau hidup di era media baru dan teknologi informasi secanggih sekarang.. Gw mendambakan kehadiran orang2 yang berani membongkar pemikiran2 lama, yang berani memadukan “kekinian” dengan esensi …