All posts tagged: akal

sekarang di sini..

Hal2 kecil bisa menjadi ‘bibit’ penemuan besar.. Sarang laba2 menjadi inspirasi dari pembuatan jembatan gantung.. Suara ketel di atas kompor merupakan awal inspirasi dari penciptaan mesin uap.. Lagi2: “Sic Parvis Magna”, atau Greatness from small beginnings.. Sic Parvis Magna juga bisa ditarik ke ranah spiritual, terutama untuk meningkatkan kesadaran.. Memperhatikan hal yang kecil memang bukan “hobby” kita sih ya, jadinya seringkali luput dari atensi.. Hal kecil yang sering nggak kita perhatikan dengan sungguh2 adalah waktu.. Berapa banyak yang menyadari bahwa momen sekarang atau detik dan menit sekarang adalah anugerah yang cuman bisa dinikmati saat ini juga ?? Contoh, pas gw ngetik postingan ini.. Momen ini kan nggak akan bisa terulang lagi.. Iya besok2 bisa ngetik postingan lagi, tapi kan bukan tulisan yang sama, bukan kalimat serta titik koma yang sama.. Bukan dengan sinar matahari yang sama, dan bukan dengan kopi yang sama.. Banyak dari kita seringkali kurang ‘pandai’ dalam menyadari momen “here and now”.. (Termasuk gw (^_T)!) Hehe… Karena nggak memperhatikannya, ya jadinya nggak menyadarinya.. Pas lagi mandi, pikiran ke sarapan, pas lagi sarapan pikiran …

neraka-surga..

Belum lama sempat nulis soal pemaknaan dunia-akhirat versi ketiga.. Dunia maknanya badan/lahir (fisik atau material), akhirat adalah batin (non-fisik/non-materi atau mental).. Kalo di akhirat versi kesatu (sekuensial), nanti bakalan ada dua tempat dimana manusia akan tinggal: neraka dan surga.. Lantas di mana posisi neraka dan surga ini dalam perspektif dunia-akhirat versi ketiga yang lebih berorientasi ke masa sekarang ?? Ada ulama2 (seperti Buya Hamka) yang berpendapat, bahwa neraka dan surga sebenarnya ada jug di saat manusia menjalani hidup sekarang ini.. Neraka terbuat dari api yang rasanya panas atau nggak nyaman, bahkan menyakitkan.. Karena akhirat dimaknakan sebagai batin, mental, ataupun kondisi hati, jadi ingat2 saja apa yang membuat batin atau hati kita jadi terasa “panas” atau nggak nyaman.. Bisa benci, dendam, iri dengki, kemarahan, keserakahan dan semacamnya.. Ya bayangin aja kalo seseorang menyimpan hal-hal tersebut di batinnya dalam waktu lama.. Dirinya sendiri bisa ‘rusak’.. Banyak nyinyir dalam keseharian, terus2an “mikirin” orang yang dibencinya.. Akhirnya hidup jadi banyak ngeluh, nyari2 kesalahan, mencari2 hal2 yang nggak penting, dan dampaknya produktivitas menjadi melempem.. Vibrasi jadi sering berada di level …

v3rsi akhirat..

Sejauh ini, ada tiga versi makna akhirat yg gw ketahui.. Pertama: dunia akhirat itu ‘sequential’ (berurutan), abis hidup di dunia, lantas di akhirat.. Jadi sifatnya ‘nanti’.. Ini makna paling awam dan mayoritas dipahami.. Gimana nggak ?? Dari awal sekolah, makna ini yang pertama kali di’pasang’ oleh orang2 sekitar kita.. Saking populernya dan diyakininya makna ini, jadinya hidup ya untuk ‘nanti’.. Kurang ‘hidup’ di masa kini-nya, nggak perlu menikmati serunya persaingan di dunia ini.. Mangkanya sering denger: “Nggak papa kalah di dunia sini, yang penting menang di akhirat nanti..” Versi kedua dari perspektif teori spatial dimension.. Dimana alam dunia ini adalah wujud ruang waktu 3 dimensi.. Alam jin, ruh, serta alam akhirat adalah alam2 lain yang memiliki jumlah dimensi lebih tinggi.. Alam yang jumlah dimensinya lebih tinggi pasti ‘meliputi’ alam yang jumlah dimensinya lebih rendah.. Contoh, pada gambar bentuk kubus 3 dimensi, di dalamnya pasti kita bisa melihat ada wujud bidang datar (2 dimensi), yang di dalamnya juga pasti ada wujud garis (1 dimensi).. Dimensi 3 meliputi dimensi 2 dan 1.. Dengan perspektif ini: jin, ruh …

ho’oponopono..

Entah kenapa belakangan ini gw jadi tambah kepo soal cara kerja alam semesta, tentang jiwa, meditasi, dan yang nyerempet2 spiritual gitu deh.. Berasa ajaaaiiibb banget alam semesta ini.. Baik itu bangun strukturnya, maupun cara kerjanya.. Menyepi dan cuti ngeblog beberapa minggu ini cukup bikin gw tambah menyadari sejumlah hal.. Diantaranya ya, berpikir atau ber-emosi negatif itu beneran bisa berbahaya.. Tanpa disadari, mental pun bisa tergerus.. Terlebih pemuda generasi sekarang, banyak yang emang effort dan work ethic-nya kurang oke, tapi impiannya malah besar (seperti sukses di usia semuda mungkin..) Bisa kena mental dah tuh.. Pikiran negatif juga bisa mempengaruhi cara pandang kita terhadap diri dan segala sesuatu.. Ujung2nya orang jadi sulit bahagia dengan kondisi sekarangnya.. Pernah dengar Ho’ Oponopono ??.. Sebuah metode terapi dari Hawaii kuno.. Dalam psikoterapi, ini merupakan terapi untuk menyingkirkan emosi dan pikiran negatif.. Dipopulerkan oleh Dr. Ihaleaka Hew Len sekitar tahun 2000an.. Ia bekerja di sebuah rumah sakit di Hawaii, tempat perawatan para pelaku kejahatan plus bonus: terkena gangguan mental !!.. Tempatnya dianggap berbahaya.. Banyak karyawan sering bolos, ataupun psikolog yang behenti …